Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Manfaat dan Resiko Reksa Dana Bagi Investor

Manfaat dan Resiko Reksa Dana Bagi Investor  - Reksa Dana memiliki manfaat bagi investor, antara lain:  (Bodie, Zvi, Alex Kane & Alan J. Marcus, Op.Cit., Hal. 75)
  • Terdapat akses untuk melakukan investasi pada instrumen-instrumen investasi yang sulit dilakukan sendiri seperti saham, obligasi, dan lainnya.
  • Jumlah dana yang dibutuhkan untuk investasi relatif kecil
  • Prosedur investasi sangat mudah
  • Biaya transaksi murah
  • Adanya kesempatan untuk melakukan diversifikasi investasi yang sulit dilakukan sendiri, misalnya karena keterbatasan dana yang dimiliki investor.
  • Pengelolaan investasi pada portofolio reksa dana dilakukan secara profesional oleh manajer investasi yang telah berpengalaman serta administrasi investasi yang dilakukan oleh bank kustodian sehingga investor relatif terbebas dari pekerjaan menganalisa, memonitor serta mengelola administrasi investasi yang rumit.
  • Hasil investasi dari reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif bukan merupakan objek pajak karena kewajiban pajak telah dipenuhi oleh reksa dana.
  • Likuiditas upaya reksa dana tergolong tinggi karena reksa dana dapat dibeli dan dicairkan setiap hari bursa melalui manajer investasi.

Disamping manfaat diatas, investor juga perlu mengetahui sejumlah resiko yang dihadapi reksa dana, yaitu: (Eko Priyo Pratomo & Ubaidillah Nugraha, Op.Cit., Hal. 84)
Resiko berkurangnya nilai unit penyertaan
Resiko ini dipengaruhi oleh melemahnya harga dari efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang termasuk dalam portofolio investasi reksa dana tersebut.
Resiko likuiditas
Resiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer lnvestasi jika sebagian besar pemegang unit penyertaan reksa dana menjual kembali (redemption) unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi akan mengalami kesulitan untuk menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.
Manfaat dan Resiko Reksa Dana Bagi Investor


Resiko wanprestasi
Merupakan resiko terburuk, dimana timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah daripada nilai pertanggungjawaban saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti wanprestasi dari perusahaan investasi atau manajer investasi, bank kustodian, agen pembayaran, bencana alam dan sebagainya.

Eko Priyo Pratomo & Ubaidillah Nugraha, Op.Cit., Hal. 84
Bodie, Zvi, Alex Kane & Alan J. Marcus, Op.Cit., Hal. 75