Khutbah Jumat Tentang Puasa Bulan Ramadhan - Memurnikan Niat Puasa

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Khutbah Jumat Tentang Puasa Bulan Ramadhan - Setiap hari jumat umat muslim melakakun shalat jumat bagi kaum laki laki, shalat jumat merupakan fardhu 'ain yang berarti kewajiban bagi kaum laki laki. bagi khatib yang ingin membaca khutbah dibulan ramadhan dengan judul Memurnikan Niat Puasa.

Berikut dibawah ini Khutbah Jumat Tentang Puasa Bulan Ramadhan dengan judul: Memurnikan Niat Puasa

الحمد لله الذي فضل أوقات رمضان على غيره من الأزمان وأنزل فيه القرآن هدى وبينات من الهدى والفرقان، أحمده سبحانه وأشكره وأشهد أن لا أله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله الذي كان يخص رمضان بما لم يخص به غيره من صلاة وتلاوة وصدقة وبر وإحسان اللهم صل عليه وعلى آله وأصحابه الطاهرين الذين آثروا رضا الله على شهوات نفوسهم فخرجوا من الدنيا مأجورين وعلى سعيهم مشكورين وسلم تسليماً كثيراً إلى يوم الدين  .
أما بعد : فيا عباد الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله فهي جماع الخير كله فاجعلوا بينكم وبين عذاب الله وقاية بفعل الأوامر وترك النواهي  .قال تعالى : يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالاً كثيراً ونساءً واتقوا الله الذي تسائلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيباً
Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah

Perputaran hari bergerak begitu cepat, bahkan terasa lebih cepat daripada kilat, hari-hari di mana kita memiliki kesempatan untuk mengisinya dengan ketaatan kepada Allah. Ramadhan telah berlalu beberapa hari, sedang jiwa masih belum merasakan siraman kesejukan dari nuansa ramadhan yang penuh dengan ampunan dan rahmat Allah. Mungkinkah ada yang salah dengan niat puasa kita?
Pertanyaan yang mungkin membuat kita terkaget, bagaimana mungkin niat puasa ini salah, sedangkan telah diniatkan sejak hari pertama untuk berpuasa karena mengharapkan keridhoaan Allah semata?
Kaum Muslimin Sdang sholat Jumat yang berbahagia
Marilah kita coba renungi dan fahami  apa yang ia inginkan oleh Rosulullah saw tercinta dari sabdanya:
من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharap pahala, dosa-dosa sebelumnya akan diampuni".
Inilah titik awal yang diberikan oleh Rosulullah kepada kita, beliau telah meletakkan dasar yang paling penting, yang menjadi kaedah untuk setiap amalan yang dilakukan, sebagaimana Sabda Rosulullah: "Setiap amalan itu dengan niatnya, dan setiap yang didapati orang muslim sesuai dengan apa yang diniatkan".
Hadist di atas merupakan titik tolak dalam kehidupan seorang Muslim, baik saat ia melakukan pekerjaan duniawi atau amalan akherat, ia lakukan tanpa memandang keuntungan, penampilan atau kedudukan, tidak mengharapkan pujian orang, juga tidak takut celaan,  tetapi yang ia inginkan hanyalah balasan kebaikan dari Allah dan surga-Nya. Oleh sebab itulah niat menjadi lebih penting dari sebuah amalan.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah
Bulan dengan segala kebaikan di dalamnya masih bersama kita, ia memang telah berlalu beberapa hari, namun hari-hari itu akan akan cepat berakhir, sesal kemudian tiada berguna lagi. Bulan ampunan dan rahmat itu masih dapat diraih. Apakah kita isi dengan taubat saat orang terlelap setelah tarawih? Apakah hanya puas dengan sholat tarawih saja kemudian kita merasa cukup untuk tidak melakukan Qiyamullail? Apakah cukup dengan makan sahur saja, namun waktu sahur yang begitu mahal tidak kita gunakan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampounan kepada Allah. Ataukah cukup puas dengan berpuasa, namun enggan membaca Al-Quran, sedang bulan puasa adalah bulan diturunkannya Al-Quran? Bahkan Rosulullah telah memberikan teladan dengan banyak membaca dan menghatamkan Al-Quran pada bulan ramadhan.
Banyak umat muslim yang bertanya, kenapa setelah masuk bulan ramdhan, dan setelah keluarnya dari ramdhan, kondisi kami biasa-bisa saja, iman kami sama dengan sebelumnya. Firman Allah dalam ayat 183 surat Al-Baqoroh tersebut ternyata tidak terbukti.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Banyak juga yang bertanya, kenapa hati ini tidak bisa khusyu’? Kenapa mata ini tidak bisa menangis, padahal sungguh kami telah menahan lapas dan dahaga, menahan nafsu syahwat selama berpuasa? Rosulullah sudah pernah mewanti-wanti umatnya dengan sabda beliau: “Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”
Inilah kesempatan kita untuk kembali melihat dan merenungi secara mendalam niat puasa kita, sebelum puasa ini semakin meninggalkan kita.
Hadirin sidang sholat jumat yang berbahagia
Lalu niat puasa yang seperti apa yang dapat memberikan perubahan dalam diri setelah melaksanakan ramadhan?
Mayoritas dari kita hanya terfokus pada puasa dari sudut pengertian berpuasa yaitu menjauhkan diri dari makanan, minuman dan berhubungan seksual sejak fajar sampai petang. Jika hanya dengan pengertian seperti ini, maka bagaimana mungkin kwalitas ketakwaan akan meningkat?.
Maka niat puasa yang perlu ditanamkan di dalam hati adalah:
  • Pertama: Berniat untuk berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh  keimanan dan mengharapkan ampunan dari Allah. Dengan penuh keimanan maksudnya adalah meyakini bahwa ibadah puasa adalah wajib dilaksanakan dengan dasar iman. Adapun maksud dari ihtisaban adalah pengharapan pahala dan ampunan dari Allah. Niat berpuasa selama bulan ramadhan untuk mencapai derajat takwa, niat berpuasa selama bulan Ramadhan agar Allah memberi rahmat, ampunan dan pembebasan dari api. Berharap agar Allah mencegah kita jatuh ke dalam dosa Allah. Niatkan setelah selesai melaksanakan puasa ramadhan agar Allah menjadikan aku manusia yang lain dari sebelum ramdhan yang penuh dengan kebaikan dan amal sholeh.
  • Kedua:  Dengan menjaga lisan dan seluruh anggota tubuh dari yang membatalkan. Bertolak dari sabda Rosulullah: الغيبة تفسد الصوم "Fitnah membatalkan puasa". Maka semua ungkapan dan ucapan yang membawa kepada dosa dan menyakiti orang dapat membatalkan puasa. Tidak akan membiarkan telinga mendengarkan sesuatu yang membuat Allah murka. Baik itu lagu-lagu yang mengundang syahwat, ataupun membicarakan dan mendengar hal-hal yang tidak senonoh. Karena selama romdhan sebaik-baik lagu yang disenandungkan dan didengar adalah Al-Quran.

    Bagaimana mungkin jika selama romadhan tetap asyik dengan lagu-lagu yang melalaikan, akan mampu menahan lisan dan telinganya dari syahwat di luar ramadhan. Maka mengucapkan dan mendengarkan sesuatu yang membawa kemurkaan Allah adalah membuat pahala tidak bernilai apa-apa.
Sidang sholat jumat yang dimuliakan Allah
  • Hal Ketiga tidak kalah penting adalah:  Tidak akan melepaskan pandangan mata kepada hal yang haram, baik pagi maupun malam, karena dengan melihat hal-hal yang yang dapat menimbulkan syahwat akan mengalihkan perhatian hati dari mengingat Allah Yang Maha Kuasa. Rosulullah bersabda:
النظرة سهم مسموم من سهام إبليس ، فمن تركها خوفًا من الله آتاه الله إيمانًا يجد حلاوته في قلبه
"Pandangan itu merupakan panah beracun dari anak panah Iblis, barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan melimpahkan kemanisan iman di hatinya”. Maka saatnya ramadhan adalah saat yang tepat untuk meraih limpahan manisnya iman dari Allah. 
  • Keempat:  Berniat puasa dengan menjadikan setiap langkah kita adalah untuk memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim. Rosulullah bersabda: 
ومن مشى مع أخيه المسلم في حاجته حتى يثبتها له أثبت الله تعالى قدمه يوم تزل الأقدام
“Barang siapa yang berjalan bersama saudaranya muslim dalam memenuhi keperluan saudaranya sehingga  hajatnya terpenuhi, maka Allah akan memantapkan langkah kakinya pada hari kiamat.”
Langkah kebaikan dapat juga berupa berziarah kepada saudara kita ketika bulan ramadhan. Dalam sebuah hadist Rosulullah menceritakan:
زار رجل أخا له في قرية ، فأرصد الله له ملكا على مدرجته ، فقال : أين تريد؟ قال : أخا لي في هذه القرية ، فقال : هل له عليك من نعمة تربها؟ قال : لا إلا أني أحبه في الله. قال : فإني رسول الله إليك أن الله أحبك كما أحببته
Artinya “Seseorang menziarahi saudaranya disebuah desa, Maka Allah mengutus malaikat untuk menemui dan menanyakan maksud tujuannya. Malaikat berkata: “Mau kemana engkau?” Orang itu menjawab: “Aku ingin menziarahi saudaraku di desa ini”. Malaikat kembali bertanya: “Apakah karena ia punya sesuatu padamu yang akan engkau ambil.” Ia menjawab: “Tidak, akan tetapi aku datang kepadanya karena aku mencintainya karena Allah”. Kemudian malaikat berkata: “Sesungguhnya aku adalah malaikat  yang diutus untuk menyampaikan kepadamu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu.”
Di antara langkah kebaikan lainnya yang diniatkan ketika puasa adalah langkah menuju masjid untuk sholat berjamaah. Rosulullah bersabda:
أعظم الناس أجرا في الصلاة أبعدهم إليها ممشى 
Artinya“Pahala yang paling besar dalam sholat adalah siapa yang langkahnya lebih jauh.”
Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah
  • Kelima:  Niatkan saat berpuasa adalah dengan menjadikan tangan kita tangan yang diatas. Namun yang banyak terjadi di bulan ramadhan adalah semakin banyak dan bertambahnya tangan-tangan yang di bawah, meminta-minta dengan memanfaatkan moment romadhan saat orang menjadi dermawan. Rosulullah memuji orang-orang yang bekerja dengan tangannya sendiri, bukanlah dengan mengharapkan belas kasihan orang lain, sebagaimana sabdanya:
أطيب الكسب عمل الرجل بيده
“Sebaik-baik pekerjaan seseorang adalah yang bekerja dengan tangannya sendiri.”
  • Keenam:  Tidak membiarkan nafsu perut menguasai diri ketika berbuka puasa dari makanan yang berlebihan, meskipun makanan itu halal dan diperbolehkan. Umar pernah mengatakan:  "Waspadalah terhadap kerakusan dalam makanan dan minuman, sesungguhnya ia akan merusak tubuh, mewariskan penyakit, menyebabkan malas untuk sholat. Hendaklah kalian pertengahan saja, karena  itu baik untuk tubuh, dan terhindar dari pemborosan. Sesungguhnya seseorang tidak akan binasa kecuali memperturuti syahwatnya  di atas agamanya".
  • Ketujuh: Berhenti total dari melakukan perbuatan dosa, apakah telinga ataupun mata. Dosa yang diperbuat oleh lidah ataupun tangan. Baik kaki maupun perut. Berhenti dari keinginan-keinginan nafsu pada malam hari sebagaimana ia mampu menahan dirinya di siang hari.
Jabir berkata, "Apabila engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaranmu, penglihatan dan lidah kebohongan dan dosa. Berhentilah dari menyakiti tetangga. Hendaklah engkau saat berpuasa dalam kondis yang tenang. Jangan engkau samakan dirimu saat puasa dan tidak berpuasa sama saja.”
Itulah di antara hal-hal yang perlu dijaga saat meniatkan puasa. Semoga dengan cara ini mampu membuat puasa Ramadhan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Dan Allah menguatkan azam kita yang kuat untuk menjadikan ramadhan  tahun ini sebagai titik perubahan. Amiin ya rabbal ‘alamin.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو التواب الرحيم .

Khutbah Jumat Tentang Puasa Bulan Ramadhan
Wallahu a’lam bishowab.
Oleh Zulhamdi M. Saad, Lc

Semoga bermanfaat dengan adanya Khutbah Jumat Tentang Puasa Bulan Ramadhan


Artikel Menarik lainnya :