Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Pengertian Pre eklampsia Berat Ringan Pada Ibu Hamil Makalah Faktor Klasifikasi Tanda dan Gejala Diagnosis Komplikasi Pencegahan Penanganan

Pengertian Pre eklampsia - eklampsia
Pre eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai protein dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan (Mansjoer, A, 2000: 270).

Eklampsia adalah pre eklampsia yang disertai kejang dan atau koma yang timbul bukan akibat kelainan  neurologi (Mansjoer, A, 2000: 270).  Pengertian Pre eklampsia Berat Ringan Pada Ibu Hamil Makalah Faktor Klasifikasi Tanda dan Gejala Diagnosis Komplikasi Pencegahan Penanganan


Etiologi Pre eklampsia - eklampsia
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti (Mansjoer, A, 2000: 270).

Faktor predisposisi terjadinya pre eklampsia – eklampsia  
  1. Primigravida
  2. Keadaan sosio–ekonomi    
  3. Perbedaan kriteria dalam penentuan diagnosis (Sarwono, P, 2002: 287) 
  4. Usia ibu yang ekstrim, yaitu usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun 
  5. Kehamilan ganda dan hidrops fetalis 
  6. Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan Diabetus Militus (DM) 
  7. Riwayat keluarga pernah pre eklampsia – eklampsia 
  8. Obesitas dan hidramnion 
  9. Gizi yang kurang dan anemia  
  10. Tingkat pendidikan ibu hamil (Ridwanamiruddin, 2007).

Klasifikasi Pre eklampsia - Eklampsia
1.  Pre eklampsia 
  • Pre eklampsia Ringan
  • Pre eklampsia Berat

2.  Eklampsia

Tanda dan Gejala Pre eklampsia - Eklampsia
a.  Pre eklampsia Ringan 
  • Kenaikan tekanan darah diastolik 15 mmHg atau lebih    dalam 2 kali pengukuran berjarak 1 jam  atau tekanan diastolik sampai 110 mmHg
  • Proteinuria +1-+2 (Sarwono, P, 2002: 208).  
  • Belum dijumpai gejala subjektif 
  • Kenaikan berat badan 1 Kg atau lebih dalam 1 minggu  (Manuaba, IBG, 1998: 242).

b. Pre eklampsia Berat 
  • Tekanan diastolik > 110 mmHg
  • Proteinuria > +2 (Sarwono, P, 2002: 208). 
  • Oligourin (< 400 cc dalam 24 jam) 
  • Sakit kepala daerah frontal 
  • Rasa nyeri pada epigastrium  
  • Gangguan mata, penglihatan menjadi kabur 
  • Terdapat mual sampai muntah 
  • Gangguan pernapasan sampai sianosis 
  • Terjadi gangguan kesadaran (Manuaba, IBG, 1998: 208).

c.  Eklampsia
Sama dengan tanda dan gejala pre eklamsia berat namun disertai adanya kejang atau  koma  (Mansjoer, A,  2000: 270).

Diagnosis Pre eklampsia - Eklampsia
Pada umumnya diagnosis pre eklampsia di dasarkan atas adanya 2 dari tanda trias utama; hipertensi,  edema dan proteinuria, tetapi hal ini dapat merugikan penderita karena tiap tanda merupakan bahaya kendatipun ditemukan tersendiri. Oleh karena itu harus dilakukan uji diagnosis pre eklampsia yaitu:   

1.  Uji Diagnosis Dasar
a.  Pengukuran tekanan darah
b.  Analisis protein dalam urin
c.  Pemeriksaan edema
d.  Pengukuran TFU
e.  Pemeriksaan Fundoskopi

2.  Uji Laboratorium Dasar  
  • Evaluasi Hematologik (hematokrit, jumlah trombosit, morfologi eritrosit pada sediaan apus darah tepi)
  • Pemeriksaan fungsi hati (SGOT dan SGPT) 
  • Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin)

3.  Uji Untuk Meramalkan Hipertensi 
  • Roll-over test
  • Pemberian infus Angiotensin II (Sarwono, P,  2002: 290).

Sedangkan diagnosa eklampsia ditegakkan berdasarkan gejala- gejala pre eklampsia disertai adanya kejang atau koma (Mansjoer, A,  2000: 270 ).

Komplikasi  Pre eklampsia - Eklampsia
Tergantung pada derajat pre eklampsia - eklampsianya

a.  Bagi ibu  
  1. Atonia Uteri (Uterus couvelair)
  2. Sindrom Hemolisis, Elevated Liver Enzim, Low Platelet Count (HELLP) 
  3. Ablasi Retina 
  4. Koagulasi Intravaskuler Desiminata (KID) 
  5. Gagal ginjal 
  6. Perdarahan otak 
  7. Edema paru 
  8. Gagal jantung 
  9. Syok bahkan kematian

b.  Bagi Janin
Tergantung pada akut atau kronisnya insufisiensi uteroplasenta, misalnya pertumbuhan janin terhambat dan premature (Mansjoer, A, 2000: 270).

Diagnosa Banding Pre eklampsia - Eklampsia  
1.  Kejang
Bisa disebabkan oleh ensefalopati hipertensi, epilepsi, tromboemboli, intoksikasi obat, trauma, hipoglikemia atau alkalosis
2.  Koma
Bisa disebabkan karena epilepsi, sinkop, intoksikasi alkohol atau obat, asidosis, hipoglikemia atau azotemia (Mansjoer, A, 2000: 270).
   
Pencegahan Pre eklampsia - Eklampsia
Untuk mencegah kejadian pre eklampsia dapat dilakukan nasehat tentang:

a.  Diet makanan 
Makanan tinggi protein, tinggi karbohidrat, cukup vitamin, dan rendah lemak. Kurangi garam apabila berat badan bertambah atau edema. Makanan berorientasi pada empat sehat lima sempurna. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir  telur setiap hari.
b. Istirahat yang cukup pada hamil tua dalam arti bekerja seperlunya dan disesuaikan dengan kemampuan. Lebih banyak duduk atau berbaring kearah punggung janin sehingga aliran darah menuju plasenta tidak mengalami gangguan.

c.  Pengawasan antenatal (hamil)
Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ke tempat pemeriksaan. Keadaan yang memerlukan perhatian: 

1)  Uji Kemungkinan Pre eklampsia:
  • Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya
  • Pemeriksaan tinggi fundus uteri 
  • Pemeriksaan berat badan atau edema 
  • Pemeriksaan proteinurin  
  • Kalau mungkin dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal, fungsi hati, gambaran darah umum dan pemeriksaan retina mata

2)  Penilaian kondisi janin dalam rahim:
  • Pemantauan tinggi fundus uteri
  • Pemeriksaan janin : gerakan janin dalam rahim, denyut jantung janin, pemantauan air ketuban 
  • Usulkan untuk melakukan pemeriksaan USG.
Dalam keadaan yang meragukan, maka merujuk penderita merupukan sikap yang terpilih dan teruji (Manuaba, IBG, 1998: 243).

Penanganan Pre eklampsia - Eklampsia
a. Pre eklampsia Ringan
1.  Jika kehamilan < 37 minggu dan tidak ada tanda– tanda perbaikan, lakukan penilaian 2x seminggu secara rawat jalan :
a.  Pantau tekanan darah,  proteinurin, refleks dan kondisi janin
b.  Lebih banyak istirahat
c.  Diet biasa
d.  Tidak perlu diberi obat–obatan
e.  Jika rawat jalan tidak mungkin, rawat di RS:   
  • Diet biasa
  • Pantau tekanan darah 2x / hari 
  • Tidak perlu obat–obatan 
  • Tidak perlu diuretik, kecuali jika terdapat edema paru, dekompensasi kordis dan gagal ginjal akut 
  • Jika tekanan diastolik turun sampai normal pasien dipulangkan dan diberi nasehat untuk istirahat dan memperhatikan tanda–tanda pre eklampsia berat, kontrol 2x seminggu dan jika tekanan diastolik naik lagi maka pasien perlu di rawat lagi 
  • Jika tidak ada tanda–tanda perbaikan pasien tetap dirawat 
  • Jika terdapat tanda–tanda pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan untuk terminasi kehamilan 
  • Jika proteinurin meningkat tangani sebagai pre eklampsia berat

2. Jika kehamilan > 37 minggu, pertimbangkan terminasi kehamilan:
  • Jika servix matang, lakukan induksi dengan oksitocin 5 IU dalam 500 cc Dextrosa IV 10 tetes per menit atau dengan Prostaglandin
  • Jika servix belum matang, berikan Prostaglandin, Misoprostol atau kateter folley atau terminasi dengan SC

b. Pre eklampsia Berat 

Penangan Umum 
  • Jika tekanan diastolik > 110 mmHg, berikan antihipertensi sampai tekanan diastolik antara 90 – 110 mmHg
  • Pasang infus RL dengan jarum besar 
  • Ukur keseimbangan cairan, jangan sampai overload 
  • Kateterisasi urin untuk  pengeluaran volum dan proteinurin 
  • Jika jumlah urin < 300 / jam, pasang infus cairan dan pertahankan sampai 1  1/8 jam serta pantau kemungkinan edema paru 
  • Jangan tinggalkan pasien sendirian karena kejang yang disertai aspirasi dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin 
  • Observasi tanda-tanda vital, refleks dan DJJ setiap jam 
  • Auskultasi paru untuk mencari tanda–tanda edema paru    
  • Nilai pembekuan darah dengan uji pembekuan bedside. Jika pembekuan darah tidak terjadi sesudah 7 menit, kemungkinan terjadi koagulopati.

c.  Eklampsia 
Penanganan eklampsia sama dengan pre eklampsia berat di tambah dengan penanganan kejang.

Penanganan Kejang
a)  Berikan obat anti konvulsan yaitu Magnesium Sulfat  (Mg SO4)

1)  Dosis awal 
  • Mg SO4 4 gram IV sebagai larutan 20% selama 5 menit
  • Diikuti Mg SO4 (50%) 5 gram IM dengan  1 cc Lignokain 2% (dalam spuit yang sama) 
  • Pasien akan merasa agak panas sewaktu pemberian Mg SO4

2)  Dosis Pemeliharaan 
  • Mg SO4  (50%) 5 gram dan Lignokain 2%  1 cc IM setiap 4 jam
  • Lanjutkan pemberian sampai 24 jam pasca persalinan atau kejang terakir

3)  Sebelum pemberian Mg SO4 Periksa: 
  • Frekuensi pernafasan, minimal 16x per menit
  • Reflek patella positf 
  • Urin minimal 30 cc per jam dalam 4 jam terakir
Pengertian Pre eklampsia


4)  Stop pemberian Mg SO4 jika: 
  • Frekuensi pernafasan < 16x per menit
  • Reflek patella negatif 
  • Urin < 30 cc per jam

5)  Siapkan Antidontum 
  • Kalsium Karbonat 2 gram (20 cc dalam larutan 10%) IV perlahan-lahan sampai pernafasan mulai lagi
  • Perlengkapan untuk penanganan kejang (jalan nafas, sedotan, masker oksigen dan oksigen) 
  • Lindungi pasien dari kemungkinan trauma 
  • Aspirasi mulut dan tenggorokan 
  • Baringkan pasien pada posisi kiri, posisi tredelenburg untuk mengurangi resiko aspirasi 
  • Beri O2 4 – 6 liter permenit (Sarwono, P, 2002: 211-212).

Daftar Pustaka Pengertian Pre eklampsia Berat Ringan Pada Ibu Hamil Makalah Faktor Klasifikasi Tanda dan Gejala Diagnosis Komplikasi Pencegahan Penanganan

Mansjoer, A. (2000).  Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta: Media Aesculapius

Sarwono, P.  (2002). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakrta: EGC

http://www.sarjanaku.com/2013/05/pengertian-pre-eklampsia-berat-ringan.html

Ridwanamiruddin. (2007).  Issu Mutakir Tentang Komplikasi Kehamilan (Pre Eklampsiadan klampsia).http://ridwanamiruddin.files.wordpress.com/2007/09. Diakses pada jam 16.35 tangga 1 Maret 2008.

Manuaba, IBG. (1998).  Ilmu Kebidanan. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC