Makalah Bulu Tangkis Ukuran Lapangan Teknik Permainan Service Forehand Dan Backhand

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Makalah Bulu Tangkis Ukuran Lapangan Teknik Permainan Service Forehand Dan Backhand

Tehnik Pelaksanaan Service Forehand Dan Backhand Dalam Permainan Badminton
Service merupakan pukulan yang mengawali permainan. Service adalah pukulan yang sangat penting, karna dalam permainan bulu tangkis sevice merupakan modal untuk menyerang lawan. Sehubungan dengan penelitian, maka berikut akan dijelaskan tehnik pelaksanaan service forehand dan service backhand dalam permainan bulu tangkis adalah sebagai berikut:


1.    Teknik service forehand
  • Berdiri kira-kira 10cm dari garis service pendek
  • Tempatkan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang 
  • Bola di pegang setinggi pusar dengan posisi tangan kiri sedikit dijulurkan kemuka
  • Lepaskan bola ketika akan memukul. (Icuk Sugiarto, 2002 : 31)
2.    Teknik service backhand
  • Berdiri kira-kira 10cm dari garis service pendek
  • Letak kaki kanan di depan sedangkan titik berat badan ditempatkan pada kaki kanan tersebut
  • Bola dipegang dengan tangan kiri (tidak kidal) sejajar dengan pusar.
  • Kepala raket ditempatkan dibawah tangan kiri di belakang bola 
  • Pandangan diarahkan pada bola 
  • Lakukan pukulan dengan penuh keyakinan (Icuk Sugiarto, 2002 : 31)
3.    Service panjang
Service panjang biasa digunakan dalam permainan tunggal. Sedapat mungkin memukul bola sampai ke dekat garis belakang dan menukik tajam lurus ke bawah. Caranya adalah kedua kaki dipasang agak lebar dan lengan diayun kebelakang yang menghasilkan ayunan pukulan yang keras, sehingga pada akhir gerakan dari seluruh pukulan, raket berada diatas badan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan service panjang:
  • Untuk mengarahkan lawan sejauh mungkin kebelakang lapangan, sehingga kekuatan serangan lawan melemah.
  • Untuk membuka pertahanan lawan dari depan.
  • Service panjang sangat tepat dilakukan pada saat lawan kehabisan tenaga (Icuk Sugiarto, 2002 : 35)

Permainan Bulu Tangkis
I.    Peraturan permainan
a.     Lapangan dan ukuran bulu tangkis

Gambar Lapangan Bulu Tangkis
(Gambar lapangan bulu tangkis)

b.     Alat- Alat dan perlengkapan bulu tangkis
  • Berat bola antara 4.74-5.50
  • Raket P = 680 mm dan lebar rangka = 230 mm
  • Lapangan berbentuk segi empat yang terentang garis selebar 40 mm
  • Garis harus berwarna kuning atau putih
  • Tiang setinggi 155 m
  • Lebar jaring 760 mm. Dan panjang jaring 6.1
  • Bagian atas jaring, pinggirnya ditutup kain selebar 75 mm dan berwarna putih
  • Bagian atas jaring setinggi 1.524 m, dan dari garis samping lapangan permainan ganda setinggi 1.55 m
  • Tidak ada bagian kosong diantara ujung jaring dengan tiang (Icuk Sugiarto, 2002 : 18)

c.    Sitem skoring poin Rally (3 x 21):

1.    Sistem Skoring
  • Sebuah pertandingan harus terdiri dari tiga partai, atau sesuai pengatauran
  • Pihak yang mendapatkan angka 21 dinyatakan menang
  • Pihak yang memenangkan rally harus menambah angka untuk skornya 
  • Jika skor menjadi 20-sama, pihak yang mendapatkan skor 2 angka berturut-turut, menjadi pemenang
  • Jika skor menjadi 29-sama, pihak yang mendapatkan angka 30 menjadi pemenang
  • Pihak pemenang melakukan service lebih dulu pada partai selanjutnya

2.    Perpindahan lapangan
a.    Pemain berpindah lapangan
  • Pada akhir babak pertama
  • Sebelum dimulainya babak ketiga 
  • Pada pertandingan babak ketiga, atau pada pertandingan satu partai, ketika satu pihak mendapatkan angka 11
b.    Apabila pemain lalai dalam perpindahan lapangan, mereka harus melakukan perpindahan segera setelah kesalahan tersebut diketahui dan bola belum dimainkan, skor terakhir tidak berubah.
3.    Partai tunggal


  • Jika penerima bola melakukan kesalahan atau bola jatuh di lapangan penerima, server mendapat angka. Sever kemudian kembali melakukan service dengan berganti sisi lapangan sevice.
  • Jika server melakukan kesalahan atau bola jatuh dilapangan server, penerima bola mendapatkan angka. Sever tidak berhak melakukan service dan service berganti kepada penerima.   

4.    Partai ganda
Aturan permainan dan posisi lapangan 
  • Setelah  service dikembalikan, bola dipukul bergantian antara pemaian penservice dan penerima sampai jatuh bola.
  • Setelah service dikembalikan, pemain memukul bola dari posisi mana saja.
Skoring 
  • Jika penerima bola melakukan fault atau bola jatuh dilapangan penerima bola, phak penservice mendapat angka. Kemudian server kembali melakukan service dengan berpindah sisi lapangan
  • Jika penservice melakukan fault atau bola jatuh dilapangan pensevice, pihak penerima bola mendapatkan angka. Pihak penservice tidak berhak melakukan service, phak penerima bola melakukan service.
Service
Dalam setiap pertandingan, hak melakukan service diberikan 
  • Dari server pertama yang memulai pertandingan dan sevice dilakukan di lapangan sebelah kanan
  • Kepada pasangna penerima bola pertama. Service dilakukan dari lapangan sebelah kanan
  • Kepada server pertama yang berada di lapangan sesuai skor
  • Kepada penerima bola pertama yang berada di lapangan sesuai skor dan seterusnya
Pemain tidak melakukan service dan menerima bola diluar gilirannya, atau menerima dua kali service berturut-turut dalam satu permainan. (PB. PBSI, 2005)

II.    Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis
Teknik dasar dalam permainan bulu tangkis mutlak harus dikuasai, agar seseorang pemain mampu melakukan permainan bulu tangkis dengan baik. Adapun teknik dasar antara lain:
  • Sevice
    Pukulan service merupakan pukulan yang mengawali, atau sajian bola pertama sebagai permulaan permainan. Service merupakan pukulan yang sangat menentukan dalam awal perolehan nilai, karena hanya pemain yang melakukan service yang dapat memperoleh angka (IcukSugiarto, 2003 :  30)
  • Lob
    Pukulan lob dapat dilakukan baik dari bawah maupun dari atas kepala, pukulan lob merupakan pukulan yang sangat penting bagi bola pertahanan maupun menyerang (Icuk Sugiarto, 2002 : 43)
  • Smash
    Pukulan smash merupakan pukulan yang keras dan cepat. Baik smash lurus maupun smash menyilang, keduanya dapat dipukul dengan ayanan yang sama dan bola dipukul tajam ke bawah dengan kecepatan yang lebih keras (Icuk Sugiarto, 2002 : 49).
  • Drop Shot
    Pukulan yang dilakukan dengan tujuan menempatkan bola secepatnya dan sedekat-dekatnya dengan jaring pada lapangan lawan (Icuk Sugiarto, 2002 :58)
  • Drive
    Pukulan yang bisa digunakan untuk menekan lawan atau tidak memberikan kesempatan kepada lawan mendapatkan bola-bola yang melambung sehingga lawan tidak memperoleh kesempatan menyerang dengan pukulan atas (Icuk Sugiarto, 2002 : 64)
  • Permainan Jaring (net)
    Dalam permainan net bola harus diambil sewaktu bola masih diatas. Apabila bola diambil setelah berada dibawah, tempo permainan akan menjadi lambat dan hal memberikan kesempatan lawan lebih siap untuk maju (Icuk Sugiarto, 2002 : 68)

III.   Aspek-aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membantu Atlitdan Pelatih Dalam Mencapai Prestasi Olahraga Yang Maksimal:
  • Latihan teknik
  • Latihan taktik
  • Latihan fisik
  • Latihan mental

Perbandingan Ketepatan Teknik Service Forehand Dan Teknik Service Backhand Pada Service Panjang Dalam Permainan Bulu Tangkis

Menguasai teknik service dengan baik penting bagi seorang pemain bulu tangkis dan memiliki keahlian dalam melakukan berbagai service akan membuat permainan bulu tangkis menjadi lebih indah dan menarik. Di samping itu dengan memiliki dan menguasai berbagai teknik service ini akan membuka kesempatan mengolah bola sehingga terbuka kesempatan melakukan service ke arah sasaran secara tepat.

Teknik service dalam permainan bulu tangkis banyak sekali jenisnya , diantaranya teknik sevice backhand, forehand. Dari dua teknik service ini memiliki keistimewaan- keistimewaan tersendiri dari cara pelaksanaannya tergantung pada kemampuan masing-masingpemain. Teknik service backhand dan teknik forehand sebagai salah satu teknik dasar dalam melakukan pukulan (service) yang dapat meningkatkan penilaian, antisipasi, tipuan, kelincahan, dan ketepatan di saat melakukan pukulan dalam permainan bulu tangkis. Berkaitan dengan hal ini, menurut slamet (1996 : 93) mengatakan bahwa kegunaan secara khusus dengan menguasai dan menggunakan berbagai teknik service dalam melakukan pukulan ini adalah dapat membantu ketepatan di saat melakukan service itu sendiri.

Dari urain dan pendapat para ahli diatas, jelas bahwa dengan menguasai dan mengguanakan berbagai teknik service termasuk teknik service backhand dan teknik service forehand besar pengaruhnya terhadap ketepatan dalam melakukan service khususnya pada service panjang dalam permainan bulu tangkis. Namun demikian, kedua teknik ini dalam pelaksanaannya memiliki cara yang berbeda-beda yang tentunya dapat pula mempengaruhi ketepatan dalam melakukan service.


Daftar Pustaka Makalah Bulu Tangkis Ukuran Lapangan Teknik Permainan Service Forehand Dan Backhand

Sugiarto, Icuk, Total Badminton, CV. SetyakiEka Anugrah, Solo 2002.

Siregar, M.F. PB. PBSI, Jakarta, 2005

http://www.sarjanaku.com/2013/05/makalah-bulu-tangkis-ukuran-lapangan.html

Slamet, SR, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, PT. Tiga Serangkai, Solo, 1996


Artikel Menarik lainnya :