Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Pengertian Muzara’ah Mudharabah Musaqah dan Musyarakah

Pengertian Muzara’ah Mudharabah Musaqah dan Musyarakah
Pengertian Musyarakah - Adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana masing – masing pihak memberikan kontribusi dana (atau amal/expertise) dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Musyarakah ada dua jenis : musyarakah pemilikan dan musyarakah akad (kontrak). Dalam musyarakah pemilikan, kepemilikan dua orang atau lebih berbagi dalam sebuah aset nyata dan berbagi pula dari keuntungan yang dihasilkan aset tersebut. 


Musyarakah akad tercipta dengan cara kesepakatan di mana dua orang atau lebih setuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah. Mereka pun sepakat berbagi keuntungan dan kerugian.

Landasan Syariah
Al – Qur’an surat An – Nisaa ayat 12 :
”Maka mereka bersyarikat pada sepertiga.” (Syafe’i Antonio 1999:143)

Al – Hadist :
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata :”Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman :’Aku pihak ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah satunya tidak mengkhianati lainnya.(H.R. Abu Dawud – no. 2936, dalam kitab Al Buyu, dan Hakim) (Syafe’i Antonio 1999:144)

Aplikasi Perbankan
1.    Pembiayaan proyek
Musyarakah biasanya diaplikasikan untuk pembiayaan proyek di mana nasabah dan bank sama – sama menyediakan dana untuk membiayai proyek tersebut. Setelah proyek itu selesai, nasabah mengembalikan dana tersebut bersama bagi hasil yang telah disepakati untuk bank.

2.    Modal ventura
Pada lembaga keuangan khusus yang dibolehkan melakukan investasi dalam kepemilikan perusahaan, musyarakah diterapkan dalam skema modal ventura. Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu, dan setelah itu bank melakukan divestasi atau menjual bagian sahamnya, baik secara singkat maupun bertahap.

Manfaat
  1. Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat
  2. Bank tidak berkewajiban membayar dalam jumlah tertentu kepada nasabah pendanaan secara tetap, tetapi disesuaikan dengan pendapatan/hasil usaha bank, sehingga bank tidak akan pernah mengalami negative spread
  3. Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cashflow/arus kas usaha nasabah, sehingga tidak memberatkan nasabah
  4. Bank akan lebih selektif dan hati – hati (prudent) mencari usaha yang benar – benar halal, aman, dan menguntungkan. Hal ini karena keuntungan yang riil dan benar – benar terjadi itulah yang akan dibagikan
  5. Prinsip bagi hasil dalam musyarakah ini berbeda dengan prinsip bunga tetap di mana bank akan menagih penerima pembiayaan (nasabah) satu jumlah bunga tetap berapa pun keuntungan yang dihasilkan nasabah, bahkan sekalipun merugi dan terjadi krisis ekonomi

Risiko
  1. Side streaming; nasabah menggunakan dana itu bukan seperti yang disebut dalam kontrak
  2. Lalai dan kesalahan yang disengaja
  3. Penyembunyian keuntungan oleh nasabah, bila nasabahnya tidak jujur

Pengertian Mudharabah - Adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Mudharabah terbagi dalam dua jenis. Pertama Mudharabah Muthlaqah adalah bentuk kerja sama antara shahibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Kedua Mudharabah Muqayyadah adalah kebalikannya, si mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha, waktu, atau tempat usaha.

Landasan Syariah
Al – Qur’an surat Al – Jumuah ayat 10 :
”Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah SWT.” (Syafe’i Antonio 1999:150)

Al – Hadist :
“Dari Shalih bin Suhaib r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : ”Tiga hal yang didalamnya terdapat keberkatan: Jual – beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, buka untuk dijual.” (Syafe’i Antonio 1999:150)

Aplikasi dalam Perbankan
  1. Pembiayaan modal kerja, seperti modal kerja perdagangan dan jasa
  2. Investasi khusus: disebut juga mudharabah muqayyadah, di mana sumber dana khusus dengan penyaluran yang khusus dengan syarat – syarat yang telah ditetapkan oleh shahibul maal.

Manfaat
  1. Bank akan menikmati peningkatan bagi hasil pada saat keuntungan usaha nasabah meningkat.
  2. Bank tidak berkewajiban membayar dalam jumlah tertentu kepada nasabah pendanaan secara tetap, tetapi disesuaikan dengan pendapatan/hasil usaha bank, sehingga bank tidak akan pernah mengalami negative spread.
  3. Pengembalian pokok pembiayaan disesuaikan dengan cashflow/arus kas usaha nasabah, sehingga tidak memberatkan nasabah
  4. Bank akan lebih selektif dan hati – hati (prudent) mencari usaha yang benar – benar halal, aman, dan menguntungkan. Hal ini karena keuntungan yang riil dan benar – benar terjadi itulah yang akan dibagikan
  5. Prinsip bagi hasil dalam musyarakah ini berbeda dengan prinsip bunga tetap di mana bank akan menagih penerima pembiayaan (nasabah) satu jumlah bunga tetap berapa pun keuntungan yang dihasilkan nasabah, bahkan sekalipun merugi dan terjadi krisis ekonomi

Risiko
  1. Side streaming; nasabah menggunakan dana itu bukan seperti yang disebut dalam kontrak
  2. Lalai dan kesalahan yang disengaja
  3. Penyembunyian keuntungan oleh nasabah, bila nasabahnya tidak jujur

Pengertian Muzara’ah Mudharabah Musaqah dan Musyarakah
Pengertian Muzara’ah - Adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap di mana pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada si penggarap untuk ditanami dan dipelihara dengan imbalan bagian tertentu (persentase) dari hasil panen.

Landasan Syariah
Al – Hadist :
”Diriwayatkan dari Ibnu umar bahwa Rasulullah SAW pernah memebrikan tanah Khaibar kepada penduduknya (waktu itu mereka masih Yahudi) untuk digarap dengan imbalan pembagian hasil buah – buahan dan tanaman.” (Syafe’i Antonio 1999:154)


Pengertian Musaqah - Adalah bentuk yang lebih sederhana dari muzara’ah di mana si penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan. Sebagai imbalan, si penggarap berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen.

Landasan Syariah
Al – Hadist :
”Diriwayatkan dari Ibnu umar bahwa Rasulullah SAW pernah memberikan tanah Khaibar kepada penduduknya (waktu itu mereka masih Yahudi) untuk digarap dengan imbalan pembagian hasil buah – buahan dan tanaman.” (Syafe’i Antonio 1999:155)

Daftar Pustaka - Pengertian Muzara’ah Mudharabah Musaqah dan Musyarakah

Syafi’i Antonio.1999.Bank Syariah: bagi Bankir & Praktisi Keuangan.Jakarta:Bank Indonesia&Tazkia Institute