Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Agama Islam Suami Istri

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam - Keharmonisan rumah tangga adalah bentuk hubungan yang dipenuhi oleh cinta dan kasih, karena kedua hal tersebut adalah tali pengikat keharmonisan. Kehidupan keluarga yang penuh cinta kasih tersebut dalam islam disebut mawaddah wa rahmah.  Yaitu keluarga yang tetap menjaga perasaan cinta; cinta terhadap suami/istri, cinta terhadap anak, juga cinta pekerjaan. Perpaduan cinta suami-istri ini akan menjadi landasan untama dalam berkeluarga. Islam mengajarkan agar suami memerankan tokoh utama dan istri memerankan peran lawan yaitu menyeimbangkan karakter suami (Muhammad M. Dlori, Dicinta Suami (Istri) Sampai Mati., hal 30-32) Allah berfirman dalam QS Ar-Rum: 21


Judul artikel Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Agama Islam Suami Istri
  • Artinya: Dan di antara tanda- tanda kekuasaanNya iala: dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir. (QS Ar-rum: 21). (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya., hal 644)

Pembentukan keluarga hendaknya diniatkan untuk menyelenggarakan kehidupan keluarga yang penuh dengan semangat mawaddah wa rahmah dengan selalu mendektkan diri kepada Allah dan mendambakan keridhaannya, limpahan hidayah dan taufiq-Nya. Kehidupan keluarga yang didasari oleh niat dan semangat beribadah kepada Allah, insya Allah keluarga yang demikian akan selalu mendapat perlindungan dalam mendapatkan tujuan-tujuannya yang penuh dengan keluhuran. (Hasan Basri, Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama., hal, 27)

Keluarga harmonis adalah rumah tangga yang senantiasa memelihara janji suci kedua pasangan yang berlandaskan tuntunan agama. Dalam kehidupannya suami isteri selalu berdiri pada batasan masing-masing berdasarkan hak dan kewajibannya. Kehidupan keluarga yang harmonis terdapat corak kehidupan surgawi. Dalam keluarga semacam inilah rahmat ilahi tercurah. Rumah tangga mereka merupakan pusat pertumbuhan dan perkembangan nilai-nilai kemanusiaan. Anak-anak dari keluarga ini akan menebarkan rasa kasih sayang juga. Kehidupan rumah tangga dijadikan ajang untuk meraih kesempurnaan, dengan ketentraman keluarganya mereka berusaha mendekatkan diri kepada Allah, dan jalan yang mereka tempuh adalah jalan Allah, akhirnya hasil jerih payah mereka adalah kebahagiaan(Ali Qaimi, Menggapai Langit Masa Depan Anak., hal 14-15)

Kasih sayang yang tertanam dalam hati dan menjadi kelembutan dalam sikap, tindakan dan ucapan akan memberikan hamba tersebut ketenangan kalbu. Karenanya pasangan yang tingkah lakunya lembut akan mendapatkan banyak kebahagiaan dalam kehidupannya.

Cinta akan berakar pada temperamen yang lembut pada siapapun yang dicintai. Begitu pula dalam keluarga, jika suami mempu besikap lembut pada istrinya, terhadap anaknya, terhadap manyarakat, maka suasana akan dirasa nyaman, keluarga menjadi harmonis, punya banyak teman, disukai dan dihormati oleh masyarakat.( Muhammad M. Dlori, Dicinta Suami (Istri) Sampai Mati.,hal 34-35)  Firman Allah dalam Ali Imran  ayat 159:
  • Artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Ali Imran  ayat 159). (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya.,hal 103)

Istri harus menjadi pendamping suami secara bersungguh-sungguh sebagai bentuk penjagaan cinta. Ia dituntut untuk lebih mengerti dan bisa menempatkan diri dan kondisi. Perasaan cinta suami bertambah apa bila istri sanggup memotivasi, mengiburnya di kala susah, menenagkannya di kala gundah, tidak banyak mengeluh dikala kekurangan, juga sanggup tersenyum pada suami dengan tulus. Ada beberapa sikap istri yang dapat dijadikan teladan dengan merujuk pada perkataan Siti Aisyah:

”Ada beberapa sifat istri yang patut dijadikan contoh sesuai dengan yang dimiliki Siti Khadijah. Yakni: bersikap benar dan menaati allah, berkata jujur, memberi kepada yang meminta, membalas kebaikan orang, menyambung silaturrahim, sanggup tersenyum di kala suami sedang rugi,menghormati tamu, membahagiakan tamu, mempunyai sifat malu.”( Muhammad M. Dlori, Dicinta Suami (istri) Sampai Mati.,hal 79)


Keluarga Harmonis kartun


Ciri-ciri keluarga harmonis menurut islam adalah:
  1. Pembentukan keluarga yang di dasari harapan keridhaan Allah tanpa yang lain. Kedua belah fihak saling melengkapi dan menyempurnakan, memenuhi panggilan fitrah dan sunnah, menjalin persahabatan dan kasih sayang, serta meraih ketentraman dan ketenangan jasmani. Dalam menentukan standar jodoh keduanya hanya bertolak pada keimanan dan ketaqwan.
  2. Tujuan pembentukan keluarga. Keharmonisan rumah tangga akan terwujud apabila kedua pasangan saling konsisten terhadap perjanjian yang mereka tetapkan bersama. Tujuan utama mereka adalah menuju jalan yang telah digariskan Allah dan mengharap ridha-Nya. Dalam segala tindakan mereka yang tertuju hanyalah Allah semata.
  3. Lingkungan. Dalam keluarga yang harmonis upaya yang selalu dipelihara adalah suasana yang penuh kasih sayang dan masing-masing anggotanya menjalankan peran secara sempurna. Lingkungan keluarga merupakan tempat untuk berteduh dan berlindung, tempat dimana perkembangan dan susah-senang dilalui bersama.
  4. Hubungan antara kedua pasangan. Dalam hubungan rumah tangga yang harmonis dan seimbang suami istri berupaya saling melengkapi dan menyempurmakan. Mereka menyatu dan ikut merasakan apa yang dirasakan anggota keluarga yang lain. Mereka saling mengobati, saling membahagiakan dan menyatukan langkah dan tujuan, keduanya menyiapkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  5. Hubungan dengan anak. Keluarga harmonis menganggap anak sebagai bagian darinya mereka membangun hubungan atas dasar penghormatan, penjagaan hak, pendidikan, bimbingan yang layak, pemurnian kasih sayang serta pengawasan akhlak dan perilaku anak.
  6. Duduk bersama. Keluarga harmonis selalu siap duduk bersamadan berbincang dengan para anggota keluarganya, mereka berupaya saling memahami dan menciptakan hubungan mesra. Islam mengajarkan agar yang tua menyayangi dan membimbing yang muda, dan yang muda menghormati dan mematuhi nasehat yang tua.
  7. Kerjasama saling membantu. Dalam kehidupan rumah tangga yang harmonis setiap anggota rumah tangga memiliki tugas tertentu.mereka bersatu untuk memikul beban bersama. Dalam bangunan ini tampak jelas persahabatan, saling tolong-menolong, kejujuran, saling mendukung dalam kebaikan, saling menjaga sisi jasmani dan rohani masing-masing.
  8. Upaya untuk kepentinagan bersama. Dalam kehidupan keluarga yang harmonis mereka berusaha saling membahagiakan. Mereka saling berupaya untuk memenuhi keinginan dan memperhatikan selera pasangannya. Saling menjagadan memperhatikan cara berhias dan berpakaian. Untuk kepentingan bersama mereka selalu bermusyawarah dan berkomunikasi untuk meminta pendapat, pada waktu anak telah mampu memahami masalah tersebut ia di ikutkan dalam musyawarah tadi. (Ali Qaimi, Menggapai Langit Masa Depan Anak.,hal 16-21)   

Jadi sesuai dengan ciri-ciri tadi aspek yang harus tertanam dalam keluarga sakinah mawaddah wa rahmah  adalah hubungan silaturrahmi yang didasari rasa kasih sayang sesuai dengan tuntunan Allah. Firman Allah dalam surat Asy Suraa: 23 tentang pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan:
Artinya: Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya.,hal 787)

Pentingnya menjaga hubungan silaturrahmi dalam keluarga, Allah Berfirman dalam An Nisa’: 1
  • Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya  Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu(Ibid, hal 114).

Mushoffa menjelaskan indikator keluarga harmonis menurut islam adalah:
  • Kehidupan beragama dalam keluarga. Yaitu: 
    • Segi keimanan, keislaman dan keihsanannya. 
    • Dari segi pengetahuan agama mereka memiliki semangat belajar, memahami, serta memperdalam ajaran agama, dan taat melaksanakan tuntunan akhlak mulia. 
    • Saling memotivasi dan mendukung agar keluarga dapat berpendidikan.
  • Kesehatan keluarga. Meliputi kesehatan anggota keluarga, lingkungan keluarga, dan sebagainya.
  • Ekonomi keluarga. Terpenuhinya sandang pangan, papan yang cukup, dan dapat mendapatkan dan  mengelola nafkah dengan baik.
  • Hubungan antar angoota keluarga yang harmonis. Saling mencintai, menyayangi, terbuka, menghormati, adil, saling membantu, saling percaya, saling bermusyawarah, dan saling memaafkan. Hubungan dengan kerabat dan tetangga harus pula terbentuk(Aziz Mushoffa, Untaian Mutiara buat Keluarga,(yogyakarta: Pustaka pelajar, 2001), hal12-14).

Keluarga merupakan sebuah karunia dari Allah. Maka jagalah rumah tangga dengan aroma kasih sayang, kerjasama dengan baik, selalu dibacakan Al-Quran dan dilantunkan dzikir, shalat dan puasa selalu ditegakkan, do’a dan kebutuhan kepada Allah selalu dipanjatkan, dengan menerapkan kesemuanya maka Allah akan memenuhi rumah tersebut dengan keberkahan(Husain Mazhari, Membangun Surga Dalam Rumah Tangga., hal79)

Islam sangat memuliakan persaudaraan, cinta kasih dan persatuan. Kebiasaan melaknat, mamaki, bertengkat, tidak menjaga perbuatan dan lidah merupakan penghuni nerka jahanam. Maka yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri adalah: 
  1. Berusaha agar perbuatan suami atau istri menjadi cermin kenikmatan surgawi yang akan mengarahkan terhadap surga di akhirat. Caranya adalah dengan menjaga perbuatan dan perkataan, menjaga agar terhindar dari pertengkaran, saling menyayangi dan memaafkan, senyum, serta menjalin keakraban dirumah.
  2. Saling pengertian. Memiliki budi bahasa yang luhur dan senantiasa melontarkan pujian, mampu bertanggung jawab atas perbuatan dan kesalahan, tidak berlebihan, menjadi guru akhlak untuk anggota keluarga, saling memaafkan, mengalah, rajin, saling membantu dan rapi, musyawarah, serta saling menjaga keluarganya dari kebatilan dan perbuatan yang dilrang Allah(Ibid, hal 91-103)

Dalam menulis artikel Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Agama Islam Suami Istri refernsinya saya tulis dengan huruf kecil didalam tanda kurung, semoga bermanfaat untuk semuanya dan kita menjadi keluarga yang harmonis


Artikel Menarik lainnya :