7 Cara Agar Rezeki Semakin Bertambah dan Berkah

Posted by Sanjaya Yasin 3 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

7 Cara Agar Rezeki Semakin Bertambah dan Berkah - Satu yang hal yang sangat penting ketika kita mendapat rizki yaitu nilai barakah, di samping bertambahnya rizki tersebut. Keberkahan rizki sangat penting karena ia akan membawa kepada ketenteraman dalam menjalani kehidupan bukan membuat kita semakin jauh dengan Allah tetapi semakin mendekattkan kita kepada Allah SWT.  Di samping itu, agar rizki yang kita peroleh membuat kelapangan jiwa untuk saling mengasihi, bukan menjadikan kita semakin sombong atau rakus, tapi semakin menjadikan kita tunduk kepada sang pemberi rizki. 


Dalam buku yang pembaca peroleh dari dosen pengampu ini, penulis memberikan tujuh resep mendapat rizki yang bertambah dan senantiasa memperoleh barakah. Tujuh cara tersebut adalah

1.    Membangun Keyakinan Yang Kuat
Hal yang urgen dan fundamen dalam meraih keberhasilan, keberuntungan atau kesuksesan adalah keyakinan. Tanpa adanya keyakinan, usaha yang dilakukan seseorang seakan tanpa pijakan, rapuh, mudah goyah, terutama ketika mengalami rintangan.  Dengan kata lain, tanpa keyakinan seseorang akan mudah mengalami kegagalan. Keyakinan merupakan sendi kehidupan manusia yang paling mendasar. Termasuk dalam kebutuhan yang paling asasi dari seluruh umat manusia, yaitu kebutuhan beragama. Kekuatan keyakinan inilah yang membuat seseorang tangguh dan ikhlas dalam membangun ibadah kepada Allah maupun bermuamalah secara baik dengan sesama.

Keyakinan adalah mutiara bagi orang yang telah beriman. Sebab, keimanan tidak mungkin ada, bila di dalam hati seseorang masih ada keraguan yang menyelinap. Keimanan tanpa ada keyakinan diilustrasikan bagaikan orang yang ngomong dengan kata indah, tetapi sebenarnya itu adalah kebohongan, tidak berasal dari kebenaran di dalam hati. Dengan kata lain, tidak mungkin keimanan tertancap dalam sanubari seseorang tanpa ada keyakinan. Keyakinan adalah modal dasar yang tidak boleh diabaikan. Tanpa keyakinan alamat keagagalan sudah ada di depan kita.

2.    Bertaubat Kepada Allah Swt
Agar rezeki semakin bertambah dan barakah, hendaknya seorang menempuh jalan taubat kepada Allah SWT. Taubat adalah solusi yang sering dianggap aneh oleh sebagian orang. Karena dianggap taubat sama sekali tidak ada kaitannya antara bertambahnya rezeki dengan bertaubat.

Dalam hadits disebutkan bahwa “ Tiada sesuatu yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan tiada yang dapat menambah umur kecuali amal kebajikan. Sesungguhnya seseorang diharamkan rizki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya. (HR. Tirmidzi dan Hakim).  Hadits ini bila dipahamai apa adanya, maka akan menimbulkan pertanyaan, bukankah di dunia banyak sekali orang yang berbuat dosa  tetapi rizkinya melimpah, bahkan semakin hari semakin bertambah kaya?. Rizki yang  dimaksud dalam hadits tersebut adalah rizki yang diridhai oleh Allah SWT  atau rizki yang mengandung barakah. Sebab, bisa saja orang mendapat rizki dengan cara menipu, korupsi sehingga dia menjadi kaya raya. Tetapi apakah rizki yang diperoleh itu diridhai oleh Allah..?

Orang yang memohon ampun dan bertaubat akan mendapat rahmat, secara psikologis dapat dipahami. Diakui atau tidak, orang yang berbuat salah, di dalam hati nuraninya akan terasa ada beban batin atau perasaan. Dengan memohon ampun kepada Allah maka ia akan terlepas dari beban itu. Hari demi hari ia dapat menjalani hidup dengan ringan tanpa beban batin di hati. Inilah awal dari sebuah keidupan yang membahagiakan.

Hendaklah seorang hamba itu mendekat dan merapar kepada tuhannya dengan selalu bertaubat dan memohon kepada-Nya. Karena ketika seorang hamba mendekat dengan Allah maka Allah pun akan merapat lebih dekat kepadanya. Oleh sebab itulah, sebagai hamba, sudah sepantasnya kita harus yakin bahwa ketika kita bertaubat dengan benar-benar maka Allah pasti menerima taubat kita.

Allah SWT senang menerma tubat hamba-Nya. Akan tetapi kadang kala seseorang merasa bahwa Allah tidak akan menerima taubatnya. Sebenarnya, di saat-saat tertentu hati nuraninya memberontak ingin mengakhiri perbuatan maksiat. Namun, karena dia merasa sudah terlanjur masuk ke dalam lumpur dosa, yang akhirnya dia memutuskan untuk tidak  perlu bertaubat.  Padahal jika kita benar-benar mau bertaubat, maka sesungguhnya Allah sangat senang dan pasti mau menerima taubat kita. Oleh karena itu, hendaklah kita menanmkan keyakinan dan memang sepantasnya kita yakin bahwa Allah pasti mengampuni dosa hamba-Nya yang mau bertaubat.

Pengaruh yang terjadi ketika orang itu sudah diampuni dosanya oleh Allah adalah kebebasan dari beban batin akhirnya kebahagiaan akan selalu mengiringnya.  Bila menghadapi kesultan hidup, misalnya, dia akan mampu menghadapinya dengan baik dan akan semakin menignkatkan ketakwaannya sehingga ia mampu menyongsong masa depan yang lebih cerah dan membahagiakan. 
3.    Belajar menjadi hamba Allah yang bertaqwa 
bertaqwa kepada Allah adalah modal yang utama apabila orang ingin meraih kesuksesan dan bisa merakasan kebahagiaan yang sesungguhnya. Hal sebagimana yang tersirat dalam salah satu firman Allah dalam surat At-thalaq ayat 2-3 yang berbunyi

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ( الطلاق : 2-3 )
Artinya : Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia ( Allah) akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (at-Thalaq; 2-3)
Dalam buku tersebut, penulis memaparkan keitimewaan orang yang bertaqwa serta langkah praktis menjadi hamba yang bertaqwa.  Di antara keistimewaan orang yang bertaqwa adalah ;
  • Dianugrahi jalan keluar ( solusi ) dan rizki yang tiada disangka
  • Dianugrahi kemudahan dalam segala urusan
  • Disukai dan disenangi oleh Allah serta Allah akan selalu bersamanya.
  • Tidak ada kekhawatiran dan tiada rasa bersedih 
  • Dianugrahi limpahan barakah dari langit dan bumi 
  • Diberi petunjuk, dihapus kesalahan, dan dilipatgandakan pahalanya. 
  • Dimasukkan ke dalam surga
Adapun langkah praktis yang penulis tawarkan adalah ;
  • Mendirikan shalat fardu dengan berjama’ah
  • Berpuasa 
  • Shalat tahajjud

4.    Mengawali aktifitas dengan shalat Dhuha
shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dilakukan pada waktu pagi hari ketika matahari sedang naik sampai menjelang tengah siang. Shalat dhuha merupakan rutinitas Rasulullah yang selalu dikerjakannya dan selalu dianjurkan kepada umat-Nya. Banyak sekali hikmah dan fadilah melaksanakan shalat dhuha. Karena shalat dhuha dan doa yang terkandung dalam shalat sunnat tersebut memilki makna yang sangat mendalam. Menurut penulis ada 3 hal yang berkaitan dengan doa shalat dhuha, yaitu 
  • Kandungan doa shalat dhuha adalah agar Allah meliphakan rizki kepada kita. Bukan berarti kita “mendikte Allah” berbuat begini atau berbuat begitu sesuai dengan keinginan kita.
  • Menuntut manusia untuk senantiasa berusaha dan berihtiyar
  • Menyucikan barang yang haram yang sama sekali tidak diketahui keharamannya.
Bagi orang yang mencari pekerjaan, luangkanlah waktu anda untuk mengawali aktivitas anda dengan shalat dhuha sebelum berangkat mencari pekerjaan, dan agendakan diri anda untuk senantiasa melakukan shalat dhuha setipa pagi, karena itu merupakan aplikasi rasa syukur kita kepada Allah. Dan bagi orang yang sudah bekerja dan menuntut anda untuk berada di tempat kerja sebelum waktu dhuha, hendaklah anda anda meluangkan sedikit waktu untuk melakukan shalat dhuha.  Karena Allah sudah menjanjikan anda dengan rizki yang selalu cukup dan berkah untuk anda.
5.    MERINGANKAN DIRI DALAM BERSILATURRAHMI
Menjalin hubungan silaturrahmi memiliki banyak sekali manfaat. Bisa dikatakan, tidak ada ruginya kalau kita melakukan silaturahmni. Bahkan dengan silaturrahmi rizki dan umur semakin luas dan panjang. Sebagaimana yang disenyalir oleh Rasulullah. Orang yang hidupnya bahagia adalah orang yang mempunyai hubungan baik dengan banyak orang. Bila ia mengalami kesusahan, kesulitan, pasti ada cara atau jalannya sehingga ia menemukan kembali kegembiraan karena ia mempunyai banyak saudara dan kerabat yang membantu dia ketika mengalami kesusahan dan kesulitan tersebut.

Sebaliknya orang yang tidak senang bersilaturrahmi maka ketika ia dalam keadaaan susah, sedih, merasa kesulitan, dan ada masalah. Maka sedikit sekali orang yang akan memberikan bantuan dan tidak banyak jalan keluar yang dapat ia temukan karena tidak mempunyai banyak saudara dan kerabat. Orang yang demikian, rizkinya akan terbatas dan akan sering mengalami kegelisahan dan kesulita.

Kelebihan bersilaturrahmai sudah banyak dijelaskan oleh Rasulullah dalam beberapa hadits-Nya.
Di antara fadilah bersilaturrahmi adalah Rezeki bertambah dan umur panjang. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya “Barang siapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Rizki yang dilapangkan dan umur yang panjang adalah anugrah Allah. Manusia diberikan kebebasan untuk meraihnya. Salah satu cara dan strategi untuk meraih kedua item tersebut adalah dengan cara menyambung silaturrahmi baik sesama muslim ataupun non-muslim.  Hidupnya orang gemar bersilaturrahmi akan senang, karena ia merasa hidup di dunia ini tidak sendirian, ke mana ia pergi akan mendapatkan rasa nyaman karena ia tidak mempunyai musuh. Dengan demikian dia mempunyai kesehatan jiwa yang sangat baik, dan hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisiknya. Inilah kaitan antara umur yang panjang dengan menyambung hubungan persaudaraan atau silaturrahmi.
6.    GEMAR MELAKUKAN SHADAQAH
Yakinlah sesungguhnya harta yang diberikan kepada orang lain dengan niat karena Allah, maka sebenarnya tidak membuat harta kita berkurang. Bahkan bertambah dan semakin barakah.

Sebagai orang Islam, sudah barang tentu kita tidak boleh asing dengan konsep dan nilai ajaran Islam sendiri. Jauh, sebelum orang-orang modern di barat mengenal konsep “memberi” Islam telah mengajarkan zakat, infaq dan shadaqah. Harta yang dikeluarkan shadaqahnya akan semakin subur atau kian bertambah, atau dilipatgandakan berkahnya oleh Allah SWT. Jadi, memberi tidak membuat seorang menjadi kehilangan. Ibarat pupuk, shadaqah itu justru menyuburkan tanaman atau harta yang kita miliki.sebagaimana air, jangan sampai berhenti dalam sebuah genangan. Air yang mengendap akan menjadi sarang banyak penyakit. Maka, air yang sehat adalah air yang terus mengalir. Demikian pula dengan harta yang kita miliki. Harta itu akan menjadi masalah bila kita tidak mengalirkannya dengan zakat, infaq dan shadaqah.

7.    MENYEMPURNAKAN NIKMAT DENGAN BERSYUKUR
Bersyukur kepada Allah SWT atas segala limpahan karunia-Nya adalah kunci hidup bahagia. Dengan bersyukur, seseorang lebih bisa merasakan nikmat dari karunia yang telah diterimanya. Bahkan, tidak hanya bisa merasakan nikmat, tetapi nikmat itu bisa bertambah. Hal suda disenyalir oleh Allah dalam firman-Nya surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi;

لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikamt tersebut, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim; 7 )

Orang yang selalu bersyukur maka hatinya akan sering merasakan kebahagiaan. Oleh karena itu, secara psikologis orang yang bersyukur akan senantiasa terdorong berpikir dan bersikap secara positif, bila sudah demikian maka Insya Allah ia akan sehat jiwa dan raga. Sebaliknya orang yang tidak bersyukur, maka hidupnya akan terasa kurang dan kurang, hari-harinya akan dijalani dengan banyak mengeluh. Dapat rezeki sekian merasa kurang, ditambah lagi sekian juga tetap merasa kurang. Jiwanya sering gelisah, yang berakibat pada kesehatan jiwa dan raga.
Setidaknya ada tiga hal yang dapat membuat kita menjadi hamba yang bersyukur, yaitu;
  • Menerima dengan senang hati atas segala karunia Allah
  • Memanfaatkan segala karunia yang telah diterima dengan sebaik-baiknya dalam rangka beribadah kepada Allah
  • Mengelola karunia yang telah diterima dengan sebaik-baiknya.

Setelah kita bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan kepada kita, maka hal yang perlu kita lakukan adalah melestarikan dan mengelola nikmat dan karunia tersebut. Agar senantiasa bermanfaat bagi kita, karena syukur yang dilakukan oleh manusia itu bukan untuk kepentingan siapa-siapa, melainkan untuk kepentningan manusia itu sediri. 

Tulisan diambil dari sebuah buku 7 Cara Agar Rezeki Semakin Bertambah dan Berkah karya Akhmad Muhaimin Azzet, bukunya sangat bagus untuk dibaca silahkan beli ditoko buku terdekat



Artikel Menarik lainnya :