Metode Klos :: Pengertian, Manfaat, Kriteria, Keunggulan dan Kelemahan

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Metode Klos - Dalam Postingan ini membahas tentang pengertian , kriteria dan Manfaat dari metode klos tak lupa juga membahas kelemahan dan keunggulan metode klos, Silahkan sahabat sahabat semua membaca dan memahami apa sih metode klos itu sendiri, 


Pengertian Metode Klos

Klos berasal dari kata “CLOZURE” yaitu suatu istilah dari ilmu jiwa Gestalt. Hal ini seperti yang dikemukakan Wilson Taylor yang dikutip oleh Kamidjan,  bahwa: Konsep teknik klos ini menjelaskan tentang kecenderungan orang untuk menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap menjadi suatu kesatuan yang utuh. ( Kamidjan, 1996:66 ).


Berdasarkan pendapat di atas, dalam teknik klos pembaca diminta untuk memahami wacana yang tidak lengkap, karena bagian tertentu telah dihilangkan akan tetapi pemahaman pembaca tetap sempurna.

Bagian - bagian kata yang dihilangkan itu biasanya disebut kata ke – an. Kata     ke – an itu diganti dengan tanda garis mendatar atau tanda titik-titik, karena kata ke – an bisa berupa kata benda, kata kerja, kata penghubung, dan kata lain yang dianggap penting. Tugas pembaca ialah mengisi bagian-bagian yang kosong itu sama dengan wacana aslinya.

Manfaat Metode Klos
Metode Klos menurut Heilman, Hittleman, dan Bartmuth (dalam Sujana,1987:144) menyatakan bahwa, teknik klos ini bukan sekedar bermanfaat untuk mengukur tingkat keterbacaan wacana, melainkan juga mengukur tingkat keterpahaman pembacanya. Melalui teknik ini kita akan mengetahui perkembangan konsep, pemahaman, pemahaman, dan pengetahuan linguistik siswa. Hal ini sangat berguna untuk menentukan tingkat instruksional yang tepat murid-muridnya. 

Berdasarkan pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan beberapa manfaat dari metode klos ini yaitu dapat  mengetahui  tingkat keterbacaan sebuah wacana, tingkat keterbacaan siswa, dan latar belakang pengalaman yang berupa minat, dan kemampuan bahasa siswa.

Kriteria Pembuatan Klos
Sujana (1997:147) menjelaskan kriteria pembuatan klos seperti dalam tabel berikut :
Tabel  Kriteria Pembuatan Klos 

Karakteristik
Sebagai Alat Ukur
Sebagai Alat Ajar
1.Panjang Wacana



2. Delisi (lesapan)



3. Evaluasi





4. Tindak lanjut
Antara 250-350 perkataan dari wacana terpilih

Setiap kata ke-an hingga berjumlah lebih kurang 50 buah

Jawaban berupa kata, persis sesuai dengan kunci/teks aslinya: metode “exactwords”


Wacana yang terdiri atas maksimal 150 perkataan


Delisi secara selektif bergantung pada kebutuhan siswa dan pertimbangan guru

Jawaban boleh berupa sinonim atau kata yang secara struktur dan makna dapat menggantikan kedudukan kata yang dihilangkan “contextual method”

Lakukanlah diskusi untuk membahas jawaban-jawaban siswa.



Berbagai penelitian telah memperlihatkan bukti bahwa teknik isian rumpang/teknik klos merupakan alat ukur keterbacaan yang mapan. Validitas dan reabilitas sebagai alat ukur bahasa Inggris terbukti cukup baik. Hal senada seperti Bachman (dalam Sujana 1987:148) mengatakan telah membuktikan keterhandalan teknik ini yang diperbandingkan dengan  beberapa skor dari tes baku/standar bahasa Inggris. Bahkan Stump dalam Oller dan Perksm (dalam Sujana 1987:148) lewat penelitiannya membuktikan bahwa tes isian rumpang dan dikte merupakan dua bentuk pengetesan yang mampu memprediksi skor intelegensi dan prestasi belajar. Kedua bentuk pengetesan tersebut (prosedur isian rumpang dan dikte) telah dikorelasikan dengan sebuah tes standar yakni The Large Thorndike Intelligence Test And The Low a Test Of Basic Skill (ITBS).

Menurut Kamidjan (1996:69) kriteria penilaian tes klos di Indonesia lebih banyak menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan), oleh karena itu lebih sesuai jika menggunakan kriteria Earl F. Rankin da Yoseph Cullhene sebagai berikut :

Pembaca berada dalam tingkat independen, jika persentase skor tes uji rumpang yang diperolehnya di atas 60 %, pembaca berada dalam tingkat instruksional, jika prosentase skor tes uji rumpang yang diperolehnya berkisar antara 41 % - 60 %, dan pembaca berada dalam tingkat frustasi atau gagal, jika prosentase skor tes uji rumpang yang diperolehnya sama dengan atau kurang dari 40 .

Keunggulan dan Kelemahan Metode Klos
Menurut Kamidjan (1996:72) suatu alat ukur tentu memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya sebagai berikut : adanya pola interaksi antara pembaca dan penulis, menilai keterbacaan sekaligus keterampilan membaca, teknik klos merupakan alat tes yang bersifat fleksibel dan singkat, tes klos dapat menjangkau jumlah pembaca yang banyak, teknik klos dapat juga dipakai sebagai alat untuk mengajar di kelas, tes ini juga bisa dipakai untuk latihan membaca pemahaman, dan melatih siswa (pembaca) bersikap kritis terhadap wacana. Sedangkan kelemahannya yaitu : validitas keunggulan pemahaman kurang, pembaca belum tentu mengatasi pemahaman wacana tersebut, dan adanya kelipatan pengisian yang konsistensi.

Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut peneliti memberikan bacaan yang sesuai dengan kemampuan siswa. Peneliti tidak memberikan bacaan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dengan kemampuan siswa.


Daftar Pustaka Postingan Metode Klos

Harjosujono, Akhmad Slamet, 1996. Membaca 2. Jakarta : Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Menengah Umum. Bagian Proyek Penataran Baru SLTP Setara D.III

Kasmidjan, Drs. 1996. Teori Membaca. Surabaya : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.

Poerwodarminto, WJS., 1994, Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang. Yogya : UP. Indonesia

Soedarso, 2000, Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.



Artikel Menarik lainnya :