Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Anatomi Fisiologi Ginjal

Anatomi Fisiologi Ginjal - Makalah ini dikirim oleh Erna Purwanti salah satu mahasiswa Universitas NW Mataram yang sekarang sedang duduk di semester IV jurusan kebidanan, senang sekali rasanya ketika ada mahasiswa yang mau berbagi dengan makalah yang sudah dia susun (makalah dari tugasnya Anatomi Fisiologi Ginjal), daripada dihapus atau dirusak oleh Virus mending dikirim ke sarjanakuweb@gmali.com untuk di share di sarjanaku.com agar bisa membantu sahabat yang lain untuk dijadikan sebagai referensi.

Baiklah tanpa memperpanjang kalam silahkan sahabat baca makalah  Anatomi Fisiologi Ginjal dibawah ini


BAB I
PENDAHULUAN
Anatomi Fisiologi Ginjal

A. Latar Belakang 

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang vital fungsinya bagi keseluruhan sistem tubuh manusia. Ginjal adalah organ utama sistemekskresi manusia, yang mengatur pembuangan zat-zat sisa yang sudah tidak  berguna lagi bagi tubuh. Selain itu, ginjal juga berperan dalam menjagahomeostasis cairan dalam tubuh.Seperti organ tubuh lainnya, ginjal juga bisa mengalami kanker. Jeniskanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adenokarsinoma renalis, hipernefroma, renal cell carcinoma), yang berasal darisel-sel yang melapisi tubulus renalis ginjal. 

Bahayanya, kanker ginjal ini biasanyaditemukan pada saat kanker ini telah mengalami metastasis dan sudah menyebar ke organ tubuh lainnya, karena pada stadium dini kanker ini jarang sekalimenunjukkan gejalanya. Gejalanya baru mulai terasa pada stadium lanjut, yaituterjadi hematuria (terdapat darah pada air seni). Penyakit kanker ginjal merupakansalah satu penyakit yang ditakuti oleh beberapa orang karena tidak menunjukkangejalanya. Sehingga ketika terdeteksi ternyata sudah menyebar ke organ yang laindan sulit untuk disembuhkan. Angka kejadian kanker ginjal cenderung meningkat belakangan ini.Gambar 1.1 Kanker (tumor) pada ginjal.
   

EpidemiologiSetiap tahunnya, sekitar 208.500 kasus kanker ginjal didiagnosa di seluruhdunia, yang meliputi jumlah 2% dari seluruh kasus kanker. Angka tertinggi kasuskanker ginjal ini tercatat di Amerika Utara, sedang wilayah Asia dan Afrika,angkanya tergolong kecil. Di Amerika Serikat sendiri pada tahun 2008 tercatatterdapat 54.390 kasus kanker ginjal dan 13.010 kematian. Sedangkan di BenuaEropa, kasus kanker ginjal mencapai 3% dari total kasus kanker. Di Inggris, kasuskanker ginjal yang dialami pria mengalami peningkatan hingga 85% dalam kuruntahun 1975-2005. Sedangkan untuk kasus kanker ginjal yang dialami wanitamencapai peningkatan hingga 50%




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Fisiologi Ginjal

Anatomi Fisiologi Ginjal

Makroskopis.Ginjal terletak di bagian belakang abdomen atas, di belakang peritonium, didepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis,kuadratus lumborum, dan iliopsoas mayor). Ginjal pada orang dewasa penjangnya sampai 13 cm, lebarnya 6 cm dan berat kedua ginjal kurang dari1% berat seluruh tubuh atau sekitar 120-150 gram. Bentuknya seperti bijikacang, jumlahnya ada 2 buah di kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dariginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjalwanita. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yangtebal. Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua daerah yang berbedayaitu korteks dan medulla. Medulla terbagi menjadi baji segitiga yang disebut piramid. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusundari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau apeksdari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk darikesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul.

Mikroskopis.Tiap tubulus ginjal dan glomerulusnya membentuk satu kesatuan (nefron). Nefron adalah unit fungsional ginjal. Dalam setiap ginjal terdapat sekitar satu juta nefron. Setiap nefron terdiri dari kapsula bowman, tumbai kapiler glomerulus, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubuluskontortus distal, yang mengosongkan diri ke duktus pengumpul.

Fisiologi ginjal. Fungsi ginjal yaitu mengeluarkan zat-zat toksik atau racun;mempertahankan keseimbangan cairan; mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh; mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh; mengeluarkan sisa metabolisme hasilakhir sari protein ureum, kreatinin dan amoniak. Tiga tahap pembentukan urine :

  1. Filtrasi glomerular.Pembentukan kemih dimulai dengan filtrasi plasma padaglomerulus, seperti kapiler tubuh lainnya, kapiler glomerulus secararelatif bersifat impermiabel terhadap protein plasma yang besar dancukup permeabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil sepertielektrolit, asam amino, glukosa, dan sisa nitrogen. Aliran darah ginjal(RBF = Renal Blood Flow) adalah sekitar 25% dari curah jantung atausekitar 1200 ml/menit. Sekitar seperlima dari plasma atau sekitar 125ml/menit dialirkan melalui glomerulus ke kapsula bowman. Ini dikenaldengan laju filtrasi glomerulus (GFR = Glomerular Filtration Rate). Gerakan masuk ke kapsula bowmans disebut filtrat. Tekanan filtrasi berasal dari perbedaan tekanan yang terdapat antara kapiler glomerulusdan kapsula bowmans, tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus mempermudah filtrasi dan kekuatan ini dilawan olehtekanan hidrostatik filtrat dalam kapsula bowmans serta tekananosmotik koloid darah. Filtrasi glomerulus tidak hanya dipengaruhi olehtekanan-tekanan koloid diatas namun juga oleh permeabilitas dindingkapiler.
  2. Reabsorpsi. Zat-zat yang difiltrasi ginjal dibagi dalam 3 bagian yaitu : nonelektrolit, elektrolit, dan air. Setelah filtrasi langkah kedua adalahreabsorpsi selektif zat-zat tersebut kembali lagi zat-zat yang sudahdifiltrasi.
  3. Sekresi.Sekresi tubular melibatkan transpor aktif molekul-molekul darialiran darah melalui tubulus ke dalam filtrat. Banyak substansi yangdisekresi tidak terjadi secara alamiah dalam tubuh (misalnya penisilin).Substansi yang secara alamiah terjadi dalam tubuh termasuk asam uratdan kalium serta ion-ion hidrogen. Pada tubulus distalis, transpor aktif natrium sistem carier yang juga telibat dalam sekresi hidrogen dan ion-ion kalium tubular. Dalam hubungan ini, tiap kali carier membawa natrium keluar dari cairan tubular, cariernya bisa hidrogen atau ionkalium kedalam cairan tubular ³perjalanannya kembali´ jadi, untuk setiap ion natrium yang diabsorpsi, hidrogen atau kalium harusdisekresi dan sebaliknya. 


Fungsi lain ginjal :
  1. Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  2. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.
  3. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darahmerah.
  4. Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.


Mengenal Kanker Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh memerlukan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menua, merekamati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka. Adakalanya proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka,dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Sel-sel ekstra ini dapatmembentuk suatu massa dari jaringan yang disebut suatu pertumbuhan atautumor. Tumor-tumor dapat bersifat jinak atau ganas.

  • Tumor-tumor jinak adalah bukan kanker:

Tumor-tumor jinak jarang mengancam nyawa.
Biasanya, tumor-tumor jinak dapat diangkat atau dikeluarkan dan mereka jarang tumbuh kembali. Sel-sel dari tumor-tumor jinak tidak menyerang jaringan-jaringandi sekitar mereka atau menyebar ke bagian-bagian lain tubuh.

  • Tumor-tumor ganas adalah kanker:

Tumor-tumor ganas umumnya lebih serius daripada tumor-tumor  jinak dan mungkin mengancam nyawa Tumor-tumor ganas seringkali dapat diangkat atau dikeluarkan,namun mereka dapat tumbuh kembali. Sel-sel dari tumor-tumor ganas dapat menyerang dan merusak  jaringan-jaringan dan organ-organ yang berdekatan, sel-sel kanker  juga dapat menyebar dari suatu tumor ganas dan memasuki alirandarah atau sistem lymphatic (getah bening). Sehingga, sel-selkanker menyebar dari kanker asal (tumor primer) untuk membentuk tumor-tumor baru pada organ-organ lain. Penyebarandari kanker disebut metastasis.Ketika kanker menyebar (metastasis) dari tempat asalnya ke bagian laindari tubuh, tumor baru mempunyai jenis yang sama dari sel-sel abnormal dannama yang sama seperti tumor primer. Contohnya, jika kanker ginjal menyebar ke paru-paru, sel-sel kanker di paru-paru sebenarnya adalah sel-sel kanker ginjal.Penyakitnya adalah kanker ginjal yang metastatis, bukan kanker paru. Ia dirawatsebagai kanker ginjal, bukan kanker paru. Dokter-dokter adakalanya menyebuttumor baru sebagai penyakit metastatis atau penyakit "jauh".


2.3. Kanker Ginjal (Kidney Cancer)

2.3.1. Penyebab Kanker GinjalKanker ginjal berkembang paling sering pada orang-orang yang berumur 40 tahun keatas, namun tidak seorang pun mengetahui penyebab- penyebab yang pasti dari penyakit ini. Dokter-dokter jarang dapatmenerangkan mengapa kanker ginjal dapat berkembang pada seseorangdan yang lainnya tidak. Penelitian telah menunjukan bahwa terdapatorang-orang dengan faktor-faktor risiko tertentu yang lebih mungkinmenderita kanker ginjal. Faktor risiko adalah apa saja yang meningkatkankesempatan seseorang menderita suatu penyakit.


Beberapa studi telah menemukan faktor-faktor risiko untuk kanker ginjal, antara lain :
  • Merokok: Merokok adalah suatu faktor risiko utama. Perokok memiliki dua kali lebih kemungkinan untuk menderita kanker ginjaldaripada bukan perokok.
  • Kegemukan: Orang-orang yang kegemukan juga mempunyai faktor risiko terhadap kanker ginjal.
  • Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi meningkatkan risikokanker ginjal.
  • Dialisis jangka panjang: Dialisis merupakan suatu perawatan untuk orang-orang yang ginjalnya tidak mampu bekerja dengan baik untuk mengeluarkan pembuangan dari darah.
  • Transplantasi ginjal: Ginjal yang ditransplantasikan memiliki risikokanker.


Von Hippel-Lindau (VHL) syndrome:
VHL adalah suatu penyakityang jarang yang terjadi dan disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam genVHL. Suatu gen VHL yang abnormal meningkatkan risikokanker ginjal.
  • Pekerjaan: Beberapa orang memiliki risiko yang tinggi terhadapkanker ginjal karena terus-menerus terpapar bahan-bahan kimia, asbes,dan kadmium.
  • Jenis kelamin: Rasio pria menderita kanker ginjal dibanding perempuan adalah sebesar 2,04 : 1.

Konsumsi analgesik yang mengandung phenacetin dalam jumlah yang besar.

2.3.2. Gejala Kanker GinjalPada stadium dini, kanker ginjal jarang menunjukkan gejalanya.Pada stadium lanjut, kanker ginjal baru mulai menampakkan gejala sepertihematuria (terdapat darah pada air seni)
 Gejala yang umumnya terjadi:
  • Hematuria (40%), 
  • Sakit pinggang (40%), 
  • Sakit pada punggung (25%)

Tanda atau gejala yang lain,
  • Berkurangnya berat badan (33%)
  • Demam (20%)
  • Hipertensi (20%)
  • Hiperkalsemia (5%)
  • Mudah berkeringat
  • Malaise


2.3.3. Diagnosis Kanker GinjalDiagnosis dapat dilakukan dengan satu atau lebih dari prosedur- prosedur berikut:
  • Pemeriksaan fisik: Dokter memeriksa tanda-tanda kesehatan umumdan menguji untuk demam dan tekanan darah tinggi. Dokter jugamerasakan (meraba) perut dan pinggang untuk memeriksa tumor.
  • Tes urin: Urin diperiksa untuk tanda-tanda lain dari penyakit.
  • Tes darah: Darah diperiksa di Laboraturium untuk memeriksa kerjaginjal, contohnya pemeriksaan senyawa kreatinin. Kadar kreatininyang tinggi dapat menandakan ginjal tidak berfungsi dengan baik.
  • Intravenous pyelogram  (IVP): Dokter menyuntikan zat warna (dye) kevena di lengan. Zat warna akan berjalan dan mengumpul di ginjal. Zatwarna membuat ginjal terlihat pada X-rays dan dapat menunjukkanadanya suatu tumor pada ginjal ataupun gangguan lainnya.
  • CT scan (CAT scan): Pasien juga disuntikkan zat warna sehinggaginjal dapat terlihat pada gambar-gambar CT scan sehingga dapatmenunjukkan adanya suatu tumor ginjal.
  • Tes Ultrasound: Alat ultrasound menggunakan gelombang-gelombangsuara ultrasonik. Gelombang memantul balik dari ginjal dan sebuahkomputer menggunakan gema-gema untuk menciptakan suatu gambar yang disebut sonogram. Suatu tumor atau kista akan nampak padasonogram.
  • Biopsi: Biopsi adalah pengangkatan sebagian jaringan untuk mencarisel-sel kanker. Dokter memasukkan jarum yang tipis melalui kulit kedalam ginjal untuk mengangkat sejumlah kecil jaringan, denganmenggunakan ultrasound atau X-rays sebagai pemandu jarum.Kemudian, seorang ahli patologi akan mencari sel-sel kanker dalam jaringan menggunakan sebuah mikroskop.
  • Operasi: Pada kebanyakan kasus, berdasarkan pada hasil dari CT scan,ultrasound, dan X-rays, dokter akan mempunyai cukup informasiuntuk merekomendasikan operasi untuk mengangkat sebagian atauseluruh dari ginjal. Seorang ahli patologi akan membuat diagnosisakhir dengan memeriksa jaringan tersebut dengan mikroskop.


2.3.4. Penggolongan Stadium Kanker GinjalStadium didasarkan pada ukuran tumor, apakah kanker telahmenyebar dan, jika ya, ke bagian-bagian mana dari tubuh. Penggolonganstadium mungkin melibatkan tes-tes pencitraan (imaging) sepertiultrasound scan, CT scan, atau MRI.Kanker ginjal digolongkan dalam stadium-stadium berikut:

a. Stadium I : Stadium awal dari kanker ginjal. Tumor berukuransampai 2,75 inchi (7cm), tidak lebih besar dari sebuah bola tenis.Sel-sel kanker ditemukan hanya di ginjal.

b. Stadium II : Juga merupakan stadium awal dari kanker ginjal,namun tumor berukuran lebih dari 2,75 inchi dan sel-sel kankernyamasih ditemukan hanya di ginjal.

c. Stadium III : Tumor tidak meluas di luar ginjal, namun sel-selkanker telah menyebar melalui sistem getah bening ke simpul getah bening yang berdekatan, atau tumor telah menyerangkelenjar adrenal atau lapisan-lapisan dari lemak dan jaringan yang berserabut yang mengelilingi ginjal, namun sel-sel kanker masih belum menyebar di luar jaringan berserabut. Sel-sel kanker mungkin ditemukan pada satu simpul getah bening yang berdekatan atau sel-sel kanker telah menyebar dari ginjal ke suatu pembuluh darah besar yang berdekatan.

d. Stadium IV
Tumor meluas di luar jaringan berserabut yangmengelilingi ginjal, atau sel-sel kanker ditemukan pada lebih darisatu simpul getah bening yang berdekatan, atau kanker telahmenyebar ke tempat-tempat lain di dalam tubuh seperti paru-paru.

Kanker yang kambuh : Kanker yang kembali (kambuh) setelah perawatan. Sel-sel kanker mungkin kembali di ginjal atau di bagiantubuh yang lain.Gambar 2.1 Perkembangan kanker ginjal pada tiap stadium.


2.3.5. Treatment bagi Pasien Kanker GinjalTreatment atau perawatan bagi pasien kanker ginjal, antara lainmeliputi operasi, arterial embolization, terapi radiasi, terapi biologi, ataukemoterapi. Pasien juga mungkin memerlukan kombinasi dari treatment-treatment di atas.
  • Operasi: Operasi adalah perawatan yang paling umum untuk kanker ginjaldan merupakan terapi lokal. Suatu operasi untuk mengangkat ginjaldisebut nephrectomy. Ada beberapa tipe dari nephrectomy, tergantung pada stadium kanker :
  • Radical nephrectomy: Ahli bedah mengangkat seluruh ginjal bersama dengan kelenjar adrenal dan beberapa jaringan sekitar ginjal. Beberapa simpul-simpul getah bening di area itu jugamungkin diangkat.
  • Simple nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat ginjal.Operasi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan kanker ginjal stadium I.
  • Partial nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat bagian dariginjal yang mengandung tumor. Operasi ini mungkin dilakukan pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal atau bila kanker menyerang kedua ginjal. Atau, pada pasien dengan tumor ginjalyang kecil (kurang dari 4cm).
  • Arterial embolizationArterial embolization adalah suatu tipe terapi lokal yang dapatmenyusutkan tumor. Adakalanya dilakukan sebelum operasi agar lebihmudah. Ketika pada kondisi tertentu operasi tidak mungkin dilakukan,arterial embolization mungkin dilakukan untuk membantu menghilangkangejala-gejala dari kanker ginjal


Dokter memasukkan suatu tabung yang sempit (kateter) ke dalam pembuluh darah di kaki. Tabung dilewatkan ke atas sampai pada pembuluh besar utama (arteri ginjal) yang menyediakan darah pada ginjal.Dokter menyuntikan suatu senyawa ke dalam pembuluh darah untuk menghalangi aliran darah ke dalam ginjal. Halangan ini mencegah tumor mendapatkan oksigen atau senyawa-senyawa lain yang diperlukan untuk tumbuh.Efek samping yang sering dialami antara lain, nyeri punggung,demam, mual, dan muntah-muntah.

  • Terapi RadiasiTerapi radiasi (juga disebut radioterapi) adalah tipe yang lain untuk terapi lokal. Terapi ini menggunakan sinar-sinar bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini akan menyerang sel-sel kanker hanya pada area yang diradiasi. Pada beberapa kasus, pasien juga harus diterapiradiasi sebelum operasi untuk menyusutkan tumornya. Pada beberapakasus lainnya, terapi radiasi juga diberikan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tertinggal di area itu. Pasien- pasien yang tidak dapat dioperasi mungkin akan diberikan terapi radiasiuntuk menghilangkan nyeri atau masalah lain yang disebabkan olehkanker.Efek samping yang mungkin muncul antara lain, mual, muntah,diare, kulit pada area yang diradiasi menjadi merah, kering, dan peka.Selain itu dapat menimbulkan pengurangan jumlah sel darah putih sehat,sehingga tubuh lebih rentan infeksi.
  • Terapi BiologiTerapi biologi adalah suatu tipe dari terapi sistemik. Terapi inimenggunakan senyawa-senyawa yang melalui aliran darah, mencapai, danmenyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh. Terapi biologi menggunakan kemampuan alamiah tubuh (sistem imun) untuk melawan kanker. Untuk  pasien-pasien dengan kanker ginjal yang metastatis, dokter mungkinmenyarankan interferon alpha atau interleukin-2 (juga disebut IL-2 ataualdesleukin). Tubuh manusia secara normal menghasilkan senyawa-senyawa ini dalam jumlah yang kecil untuk merespon infeksi atau penyakit lain. Untuk perawatan kanker, senyawa-senyawa tersebut dibuatdi laboratorium dalam jumlah yang besar.Efek samping yang mungkin muncul antara lain, gejala-gejalaseperti flu, kedinginan, demam, nyeri-nyeri otot, kelelahan, kehilangannafsu makan, mual, muntah, dan diare. Mungkin juga timbul ruam kulit(skin rash).
  • KemoterapiKemoterapi juga merupakan salah satu terapi sistemik. Obat-obatantikanker memasuki aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh. Ada penemuan terbaru dalam teknik kemoterapi. Teknik ini menunjukkanharapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadiumlanjut. Namun, terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racunyang ditimbulkannya. Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahliUniversity of California Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasisuatu cara untuk menghambat mekanisme pemulihan sendiri oleh gen padasel-sel kanker. Hal ini diharapkan memperbesar keberhasilan kemoterapikanker ginjal dan menjadikannya lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi.Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secaracepat menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir  berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderungmenyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping. Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yangmengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yangmengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkanDNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat pengobatan kanker berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat protein rekombinan p21. 


Uji coba tambahan menemukan tiga bahan yangmampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan selkanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang merusak DNA. Untuk kajian masa depan, tim peneliti akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat tersebut untuk memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetapefektif dan untuk lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya.Efek samping dari kemoterapi bergantung terutama pada obat-obatspesifik dan jumlah yang diterima oleh pasien. Pada umumnya, obat-obatantikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama:
  1. Sel-sel darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah untuk membeku, dan membawa oksigen ke seluruh bagian-bagian tubuh.Ketika obat-obat mempengaruhi sel-sel darah, pasien lebih rentanterhadap infeksi, mudah memar atau berdarah, dan akan merasa sangatlemah dan lelah.
  2. Sel-sel di akar rambut: Kemoterapi dapat menyebabkan kerontokanrambut. Rambut dapat tumbuh kembali, namun rambut yang barusedikit banyak akan berbeda dalam warna dan tekstur.
  3. Sel-sel yang melapisi saluran pencernaan: Kemoterapi dapatmenyebabkan nafsu makan yang buruk, mual, muntah, diare, timbulluka-luka di mulut dan bibir.




BAB III 
PEMBAHASAN
Anatomi Fisiologi Ginjal

Ginjal merupakan organ tubuh manusia yang cukup vital peranannyadalam sistem tubuh manusia. Dilihat dari fungsinya, fungsi utama ginjal adalahsebagai organ utama sistem ekskresi yang membuang sisa-sisa metabolisme dan bahan-bahan lain yang tidak diperlukan oleh tubuh melalui mekanisme pembentukan urine. Selain fungsi utama ini, ginjal juga berfungsi dalam menjagahomeostasis cairan tubuh dan produksi hormon yang berguna bagi tubuh.Ginjal, seperti organ tubuh lainnya, juga dapat mengalami gangguan.Salah satunya, ginjal juga dapat terserang tumor yang dapat pula berujung padakanker ginjal. Dilihat dari epidemiologi-nya, kasus kanker ginjal ini ternyatacukup sering terjadi. Dalam setahun, angkanya bisa mencapai 210.000 di seluruhdunia, yang mencakup 2% dari jumlah seluruh kasus kanker yang terjadi di dunia.Berdasarkan data-data, seorang pria ternyata memiliki peluang yang lebih besar terhadap kanker ginjal. Rasio rata-rata kasus kanker ginjal pada pria dibanding pada wanita mencapai 2,04 : 1.Kanker ginjal termasuk kanker yang cukup berbahaya, karena kebanyakan pasien didiagnosa menderita kanker ginjal pada saat kanker telah memasukistadium lanjut dan sel-sel kanker kebanyakan telah ber-metastasis ke bagian tubuhyang lain. Pada stadium dini, kanker ginjal tidak menampakkan gejalanya,sehingga kanker ginjal seringkali tidak terdeteksi pada stadium ini. Barulah saatmenginjak stadium lanjut, kanker ginjal biasanya baru menampakkan gejala yangkhas seperti hematuria (terdapat darah pada urine) dan sakit pinggang atau sakit punggung. Beberapa gejala lainnya seperti, berkurangnya berat badan, hipertensi,hiperkalsemia, demam, dan mudah berkeringat.Berkembangnya suatu sel kanker memang tidak diketahui dengan pasti penyebabnya, sama halnya seperti pada kanker ginjal. Tidak ada sebab pastimengapa kanker ginjal memiliki potensi lebih tinggi untuk berkembang pada seseorang dibandingkan dengan orang lainnya. Namun, pada beberapa penelitianyang telah dilakukan menunjukan bahwa terdapat orang-orang dengan faktor-faktor risiko tertentu yang lebih mungkin menderita kanker ginjal. Faktor risikoadalah apa saja yang meningkatkan kesempatan seseorang menderita suatu penyakit. Faktor-faktor risiko tersebut antara lain:
  • Perokok 
  • Orang yang mengalami obesitas
  • Orang yang memiliki tekanan darah tinggi
  • Orang yang menjalani dialisis dalam jangka waktu yang panjang
  • Orang yang pernah menjalani transplantasi ginjal
  • Orang dengan pekerjaan yang sering terpapar bahan kimia sepertiasbes atau cadmium
  • Jenis kelamin (seorang pria memiliki rasio lebih besar terhadap kaker ginjal dibanding seorang wanita, rasionya mencapai 2,04:1)Untuk melakukan diagnosa pada seorang pasien yang dicurigai mengidapkanker ginjal, metode pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain dengan pemeriksaan fisik (meraba daerah perut dan pinggang), tes urin, tes darah, CTScan, MRI, Intravenous Pyelogram (IVP), tes ultrasound. CT Scan, MRI, IVP,dan tes ultrasound akan memberikan gambaran ( imaging)apakah terdapat tumor atau kista pada daerah ginjal. Setelah diketahui terdapat tumor, metode pemeriksaan yang mungkin dilakukan selanjutnya adalah biopsi yang bertujuanuntuk mengetahui apakah tumor tersebut merupakan kanker atau bukan. Biopsiadalah pengangkatan sebagian jaringan untuk mencari sel-sel kanker. Dokter memasukkan jarum yang tipis melalui kulit ke dalam ginjal untuk mengangkatsejumlah kecil jaringan, dengan menggunakan ultrasound atau X-rays sebagai pemandu jarum. Kemudian, seorang ahli patologi akan mencari sel-sel kanker dalam jaringan menggunakan sebuah mikroskop.Kanker ginjal digolongkan pada beberapa stadium sesuai dengan tingkat perkembangan sel-sel kankernya. Penggolongan stadiumnya adalah seperti berikut:


a. Stadium I : Sel-sel kanker ditemukan hanya di ginjal, denganukuran tidak lebih dari 7cm.

b. Stadium II : Sel-sel kankernya masih ditemukan hanya di ginjal,namun ukurannya sudah lebih dari 7cm.

c. Stadium III : Tumor tidak meluas di luar ginjal, namun sel-selkanker telah menyebar melalui sistem getah bening ke simpulgetah bening yang berdekatan, atau tumor telah menyerangkelenjar adrenal, atau menyerang lapisan-lapisan dari lemak dan jaringan yang berserabut yang mengelilingi ginjal, atau sel-selkanker telah menyebar ke suatu pembuluh darah besar yang berdekatan dengan ginjal.

d. Stadium IV: Tumor meluas di luar jaringan berserabut yangmengelilingi ginjal, atau sel-sel kanker ditemukan pada lebih darisatu simpul getah bening yang berdekatan, atau kanker telahmenyebar ke tempat-tempat lain di dalam tubuh seperti paru-paru.

e. Kanker yang kambuh : Kanker yang kembali (kambuh) setelah perawatan. Sel-sel kanker mungkin kembali di ginjal atau di bagiantubuh yang lain.Gambar 3.1 Gambaran perkembangan kanker ginjal pada berbagai stadium.

Pasien kanker ginjal harus mendapatkan treatment atau perawatan yang baik, benar, dan tepat agar sel-sel kankernya tidak ber-metastasis pada organtubuh yang lain dan sel-sel kankernya bisa dimusnahkan, agar pasien dapat benar- benar sembuh. Treatment yang diberikan pada seorang pasien yang menderitakanker ginjal disesuaikan dengan berbagai kondisi dari pasien, meliputi stadiumkankernya, riwayat penyakit lain yang pernah diderita atau yang berpotensi untuk diderita pasien, kondisi fisik dan mental pasien, dan lain sebagainya. Tidak mudahuntuk menentukan jenis treatment yang diperlukan pasien dan menentukan apakahtreatment tersebut dapat diterima oleh pasien tersebut. Oleh karena itu, dokter memiliki banyak pertimbangan untuk menentukan jenis treatment yang tepat bagiseorang pasien. Berbagai jenis treatment yang mungkin dilakukan pada seorang pasien penderita kanker ginjal antara lain:

f. OperasiSuatu operasi untuk mengangkat ginjal disebut nephrectomy. Ada beberapa tipe dari nephrectomy, tergantung pada stadium kanker :
  • Radical nephrectomy: Ahli bedah mengangkat seluruh ginjal bersama dengan kelenjar adrenal dan beberapa jaringan sekitar ginjal, juga beberapa simpul-simpul getah bening di area itu juga mungkin diangkat.
  • Simple nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat ginjal, biasanya dilakukan pada pasien dengan kanker ginjal stadium I.
  • Partial nephrectomy: Ahli bedah hanya mengangkat bagian dariginjal yang mengandung tumor, biasanya dilakukan pada pasien dengan tumor ginjal yang kecil (kurang dari 4cm).
  • Arterial embolization: Arterial embolization dilakukan untuk menyusutkan tumor, biasanya dilakukan juga sebelum operasi dilakukan. Suatu tabung yangsempit (kateter) dimasukkan ke dalam pembuluh darah di kaki. Tabungdilewatkan ke atas sampai pada pembuluh besar utama (arteri ginjal) yang menyediakan darah pada ginjal. Suatu senyawa disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk menghalangi aliran darah ke dalam ginjal.Halangan ini mencegah tumor mendapatkan oksigen atau senyawa-senyawa lain yang diperlukan untuk tumbuh. Efek samping yang seringdialami antara lain, nyeri punggung, demam, mual, dan muntah-muntah.
  • Terapi Radiasi: Terapi radiasi (juga disebut radioterapi) menggunakan sinar-sinar  bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi ini akanmenyerang sel-sel kanker hanya pada area yang  diradiasi. Pada beberapakasus, pasien juga harus diterapi radiasi sebelum operasi untuk menyusutkan tumornya. Pada beberapa kasus lainnya, terapi radiasi jugadiberikan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkintertinggal di area itu. Efek samping yang mungkin muncul antara lain,mual, muntah, diare, kulit pada area yang diradiasi menjadi merah, kering,dan peka. Selain itu dapat menimbulkan pengurangan jumlah sel darah putih sehat, sehingga tubuh lebih rentan infeksi.
  • Terapi Biologi : Terapi biologi adalah suatu terapi sistemik. Terapi inimenggunakan senyawa-senyawa yang melalui aliran darah untuk mencapai dan menyerang sel-sel kanker di seluruh tubuh. Terapi biologimenggunakan kemampuan alamiah tubuh (sistem imun) untuk melawankanker. Senyawa yang biasa dipakai adalah interferon alpha atauinterleukin-2 (juga disebut IL-2 atau aldesleukin). Tubuh manusia secaranormal menghasilkan senyawa-senyawa ini dalam jumlah yang kecil untuk merespon infeksi atau penyakit lain. Untuk perawatan kanker, senyawa-senyawa tersebut dibuat di laboratorium dalam jumlah yang besar. Efek samping yang mungkin muncul antara lain, gejala-gejala seperti flu,kedinginan, demam, nyeri-nyeri otot, kelelahan, kehilangan nafsu makan,mual, muntah, dan diare. Mungkin juga timbul ruam kulit (skin rash)

KemoterapiKemoterapi juga merupakan salah satu terapi sistemik. Obat-obatantikanker memasuki aliran darah dan berjalan ke seluruh tubuh. Ada penemuan terbaru dalam teknik kemoterapi. Dalam temuan terbarumengenai kanker ginjal, ahli University of California Davis, AmerikaSerikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara untuk menghambatmekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakansalinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderungmenyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping. Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yangmengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yangmengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkanDNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat pengobatan kanker, berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menemukan tiga bahan yangmampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan selkanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang merusak DNA. Untuk kajian masa depan, tim peneliti akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat tersebut untuk memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetapefektif dan untuk lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya.Efek samping dari kemoterapi bergantung terutama pada obat-obatspesifik dan jumlah yang diterima oleh pasien. Pada umumnya, obat-obatantikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama:

g. Sel-sel darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah untuk membeku, dan membawa oksigen ke seluruh bagian-bagian tubuh.Ketika obat-obat mempengaruhi sel-sel darah, pasien lebih rentan terhadap infeksi, mudah memar atau berdarah, dan akan merasa sangatlemah dan lelah.

h. Sel-sel di akar rambut: Kemoterapi dapat menyebabkan kerontokanrambut. Rambut dapat tumbuh kembali, namun rambut yang barusedikit banyak akan berbeda dalam warna dan tekstur.

i. Sel-sel yang melapisi saluran pencernaan: Kemoterapi dapatmenyebabkan nafsu makan yang buruk, mual, muntah, diare, timbulluka-luka di mulut dan bibir. Perawatan follow-up (lanjutan) setelah perawatan untuk kanker ginjal juga penting untuk dilakukan. Bahkan ketika kanker tampaknya telah diangkat ataudihancurkan secara penuh, penyakit adakalanya kembali karena sel-sel kanker dapat tinggal di dalam tubuh setelah perawatan. Dokter akan memonitor kesembuhan pasien yang dirawat untuk kanker ginjal dan menguji kekambuhankankernya.

Check-up
(kontrol rutin) akan membantu memastikan bahwa segala perubahan-perubahan dalam kesehatan tercatat, seperti tes laboraturium, x-rays,CT scan atau tes-tes lainnya.Hidup dengan suatu penyakit serius seperti kanker ginjal adalah tidak mudah. Orang-orang dengan kanker ginjal mungkin khawatir tentang bagaimanaia harus tetap melayani keluarga mereka, atau mempertahankan pekerjaan mereka,atau meneruskan aktivitas-aktivitas hariannya. Kekhawatiran tentang perawatan- perawatan yang harus dilakukan, mengendalikan efek-efek samping yangmungkin ditimbulkan, opname di rumah sakit, atau tagihan-tagihan obat dan biayayang harus dikeluarkan juga seringkali menjadi beban pikiran seseorang dengankanker ginjal. Karena itu, dukungan dari keluarga, teman dan sahabat, juga paradokter dan perawat sangat dibutuhkan untuk membangun kondisi mental yangkuat bagi seorang pasien. Kondisi mental yang sehat dan kuat turut membantukeberhasilan perawatan yang dijalankan oleh seorang pasien dengan kanker ginjal.Upaya preventif yang dapat dilakukan seseorang untuk menurunkan risikokanker ginjal antara lain.

Lakukan diet dengan variasi sayur-sayuran dan buah-buahan, terutamayang banyak mengandung antioksidan.

j. Seringlah berlatih fisik dan berolahraga.
k. Menjaga berat badan yang ideal.
l. Pilihlah makanan yang tidak banyak mengandung garam-garaman danrendah lemak.
m. Hindari minuman-minuman beralkohol
n. Hindari merokok.
o. Orang-orang dengan faktor risiko yang tinggi, seperti yang telahdisebutkan di atas, disarankan melakukan check-up atau pemeriksaan CTscan secara rutin dan berkala.



BAB IV
PENUTUP
Anatomi Fisiologi Ginjal

Simpulan

1. Pada stadium dini, kanker ginjal seringkali tidak menampakkan gejalanya,sehingga kanker ginjal seringkali tidak terdeteksi. Barulah saat menginjak stadium lanjut, kanker ginjal biasanya baru menampakkan gejala yang khasseperti hematuria (terdapat darah pada urine) dan sakit pinggang atau sakit punggung. Beberapa gejala lainnya seperti, berkurangnya berat badan,hipertensi, hiperkalsemia, demam, dan mudah berkeringat.

2. Faktor risiko adalah apa saja yang meningkatkan kesempatan seseorangmenderita suatu penyakit. Faktor-faktor risiko kanker ginjal antara lain, perokok, orang yang mengalami obesitas, orang yang memiliki tekanan darahtinggi, orang yang menjalani dialisis dalam jangka waktu yang panjang, orangyang pernah menjalani transplantasi ginjal, orang dengan pekerjaan yangsering terpapar bahan kimia seperti asbes atau kadmium, selain itu jeniskelamin juga merupakan salah satu faktor risiko, seorang pria memiliki rasiolebih besar terhadap kaker ginjal dibanding seorang wanita, rasionya mencapai2,04:1.

3. Metode diagnosa untuk pasien kanker ginjal, antara lain:
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes urin atau tes darah
  • CT Scan atau MRI
  • Tes ultrasound
  • Intravenous Pyelogram (IVP)
  • Biopsi


4. Metode treatment atau perawatan untuk pasien kanker ginjal, antara lain:
  • Operasi pengangkatan ginjal (bisa seluruhnya atau hanya sebagiankecil ginjal yang terdapat tumor)
  • Arterial embolization
  • Terapi radiasi (radioterapi)
  • Terapi biologi (menstimulus sistem imun)
  • Kemoterapi

5. Upaya preventif yang dapat dilakukan seseorang untuk menurunkan risikokanker ginjal antara lain:
  • Lakukan diet dengan variasi sayur-sayuran dan buah-buahan, terutamayang banyak mengandung antioksidan.
  • Seringlah berlatih fisik dan berolahraga.
  • Menjaga berat badan yang ideal.
  • Pilihlah makanan yang tidak banyak mengandung garam-garaman danrendah lemak.
  • Hindari minuman-minuman beralkohol.
  • Hindari merokok.
  • Orang-orang dengan faktor risiko yang tinggi, seperti yang telahdisebutkan sebelumnya, disarankan melakukan check-up atau pemeriksaan CT scan secara rutin dan berkala.



Daftar Pustaka

Sumber Jurnal 

Kush Sachdeva, MD, Renal Cell Carcinoma, Journal from Southern Oncologyand Hematology Associates, South Jersey Healthcare, Fox Chase Cancer Center Partner.

Cleveland Clinic, Kidney Cancer,Journal from Taussig Cancer Institute, TheCleveland Clinic, Cleveland, Ohio.

Mayo Clinic, Kidney Cancer Prevention,Journal from Mayo Foundation for Medical Education and Research, Mayo Clinic, California


Mudah mudahan dengan adanya contoh makalah Anatomi Fisiologi Ginjal dapat membantu sahabat semua dalam menyelesaikan tugasnya atau makalah Anatomi Fisiologi Ginjal dijadikan referensi sebagai bacaan tentang ginjal.