PTK SMK Penelitian Tindakan Kelas

Posted by Sanjaya Yasin 13 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

 PTK SMK Penelitian Tindakan Kelas - nah ini kali pertamanya saya posting tentang ptk smk yang pada sebelumnya saya sudah posting beberapa contoh ptk seperti ptk bahasa indonesia sd, fiqih ma, pai smp, penjasorkes smp, serta yang lagi populer di baca kan orang ptk ipa sd. ptk bahasa arab mts, pai sma, ptk b. indo kelas 1, ptk bahasa jerman, matematika sd kelelas 6 dan kali ini saya posting  PTK SMK Penelitian Tindakan Kelas

Judul : 
Disiplin Praktikum Siswa dan Penguasaan Kompetensi Dalam Job Sheet Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis Poros Penggerak Pada Siswa Kelas XI Semester IV Teknik Otomotif SMK Islamiyah Adiwerna Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.

BAB I
PENDAHULUAN   


A.    Alasan Pemilihan Judul.

Servis poros penggerak merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Otomotif. Poros penggerak adalah bagian yang sangat penting pada kendaraan (mobil), karena komponen ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran dari transmisi  ke roda-roda  sehingga roda dapat berputar yang selanjutnya mobil dapat berjalan. Untuk menguasai kompetensi ini diperlukan pemahaman yang mendalam. Dalam penyampaian materi baik secara teoritis ataupun praktikum seorang guru harus benar-benar dapat menarik simpati siswa yang akhirnya siswa merasa nyaman dan termotifasi dalam belajar.

Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya dan biasanya interaksi yang terjadi antara guru-siswa berlangsung secara unik. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya. Guru pun mempunyai hak otonomi untuk menilai sendiri kinerjanya. Metode paling utama adalah merefleksikan diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian yang sudah baku. Dalam menyampaikan materi servis poros penggerak tidak cukup dilakukan dengan teori saja namun penguasaan  kompetensi ini dapat dicapai dengan kegiatan praktikum. Oleh karena itu siswa wajib diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan nyata yang melibatkan indra dan fikirannya. 

Sesuatu yang diperoleh siswa melalui kegiatan bekerja, mencari dan menemukan sendiri tidak akan mudah dilupakan. Hal ini akan tertanam dalam hati sanubari dan fikiran siswa (Conny Semiawan, 1990 : 11), dari alasan tersebut maka proses belajar mengajar perlu melalui kegiatan praktikum. Siswa yang melakukan kegiatan praktikum perlu menggunakan pedoman kerja yang dapat berupa job sheet agar dapat bekerja secara sistematis. Sedangkan kedisiplinan penulis anggap sebagai unsur yang berperan penting dalam usaha meningkatkan hasil belajar karena disiplin adalah mencerminkan siswa yang rajin,  pepatah cendikia mengatakan bahwa rajin adalah pangkal pandai. Sehingga antara kedisiplinan dan penguasaan kompetensi penulis angkat dalam penelitian tindakan kelas ini.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis  merasa perlu melaksanakan kegiatan penelitian tindakan kelas dengan mengambil judul Disiplin Praktikum Siswa dan Penguasaan Kompetensi Dalam Job Sheet Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis Poros Penggerak Pada Siswa Kelas XI Semester IV Teknik Otomotif SMK Islamiyah Adiwerna Tegal Tahun Pelajaran 2010/2011.

Adapun alasan yang mendasari pengambilan judul di atas adalah :  PTK SMK
  1. Peneliti sangat tertarik  dengan permasalahan ini karena peneliti berasumsi disiplin sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu praktikum dan keberhasilan praktikum dipengaruhi faktor yang lain, salah satunya adalah penguasaan kompetensi dalam job sheet.
  2. Pentingnya masalah ini diteliti karena peneliti berharap hasilnya dapat memberikan peningkatan hasil belajar siswa dan sebagai masukan pada guru yang lain akan pentingnya penelitian pada kompetensi-kompetensi yang lain.

B.    Penegasan Permasalahan.
Di dalam kegiatan pembelajaran baik di kelas ketika pelaksanaan pembelajaran teori maupun di bengkel ketika dilaksanakan kegiatan praktikum tentunya akan ditemukan berbagai permasalahan. Permasalahan ini yang selanjutnya merupakan penghambat dalam kegiatan pembelajaran.

Menyikapi permasalahan dengan mencari jalan keluar adalah keputusan yang bijaksana yang harus dilakukan oleh guru. Dalam pengamatan keseharian, permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun di bengkel praktikum adalah berkaitan dengan kedisiplinan dan penguasaan kompetensi yang terdapat dalam job sheet sehingga untuk mewujudkan tingkat kedisiplinan yang tinggi dan kemampuan yang baik  siswa  dalam menguasai kompetensi dalam job sheet harus diupayakan jalan keluar untuk mengatasinya.

Kemampuan siswa dalam menelaah suatu materi atau kompetensi yang diajarkan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari pengawasan kedisiplinan perlu diutamakan untuk melakukan   pembinaan  terhadap siswa.  Untuk dapat menguasai kompetensi  dalam job sheet sebaiknya siswa mengikuti kegiatan pembelajaran secara berkelanjutan dan bukan hanya mengandalkan ilmu yang di peroleh dari membaca modul, akan tetapi penjelasan guru dalam kegiatan pembelajaran justru sangatlah penting.

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian   PTK SMK

    Penelitian Tindakan Kelas ini dibuat dengan tujuan dan manfaat sebagai berikut :
1.    Untuk memperbaiki kualitas. 
  • Menciptakan suasana belajar dengan kedisiplinan yang tinggi.
  • Siswa mampu menguasai kompetensi dengan lebih mendalam
  • Meningkatkan kualitas belajar dengan ditandai dengan hasil belajar yang baik.
  • Dengan Penelitian Tindakan Kelas, guru akan menemukan metode baru dalam mengajar dan mendidik siswanya untuk meningkatkan hasil belajar.

2.    Meningkatkan rasa percaya diri guru.
Dengan telah melakukan PTK guru merasa telah memecahkan suatu permasalahan yang mengganjal dalam kegiatan mengajar sehingga membuat guru lebih mantab dalam melangkah untuk menularkan ilmu pada siswanya.
3.    Meningkatkan profesionalitas guru.
Dengan melakukan PTK berarti guru tidak monoton dan terbatas mengajar pasif.
4.    Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran
5.    Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan, dan keterampilannya. Dengan melakukan PTK, guru menjadi terbiasa menulis, dan sangat baik akibatnya bila guru sekolah negeri atau PNS akan naik pangkat, khususnya dari gol. IVA ke IVB yang mengharuskan guru untuk menuliskan karya tulis. Begitu pun untuk guru sekolah swasta, PTK sangat penting untuk meningkatkan apresiasi, dan profesionalisme guru dalam mengajar.


BAB  II
KAJIAN PUSTAKA
 PTK SMK

A.    Penegasan Istilah
  1. Disiplin berasal dari kata discipline yang artinya upaya yang dilakukan atas prakarsa sendiri dalam melaksanakan tugas tertentu. (James D, 1980 : 110). Menurut W.J.S. Poerwadarminta (1985 : 127) adalah ketaatan kepada peraturan dan tata tertib.
  2. Praktikum berarti bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata  dari apa yang diperoleh dalam teori. (Tim Penyusun KBI, 1991 : 785)
  3. Penguasaan berasal dari kata kuasa. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kuasa artinya kemampuan untuk berbuat sesuatu (KBI,2006 : 200)
  4. Kompetensi dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan suatu hal. Kompeten berarti cakap (Kamus Bahasa Indonesia Modern, 2006 : 194)
  5. Job Sheet berarti pedoman kerja atau lembaran yang berisi pedoman kegiatan secara sistematis (Kamus Bahasa Indonesia, 2006 :151).
  6. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah siswa melakukan proses belajar. (Nana Sujana ; 1991 : 147).

B.    Landasan Teoritis

Pemeliharaan / servis poros penggerak  membahas beberapa hal penting yang perlu diketahui agar siswa berkompeten untuk memelihara / menservis, melepas / membongkar, merakit / memasang unit poros penggerak  beserta komponen-komponennya secara efektif, efisien dan aman.

Ada dua cakupan materi yang akan dikaji yaitu :  (1) Membahas tentang jenis-jenis konstruksi, cara kerja, pemeliharaan dan identifikasi kerusakan unit poros propeller serta standar prosedur keselamatan kerja. (2) Membahas tentang jenis-jenis konstruksi, cara kerja, pemeliharaan dan identifikasi kerusakan unit poros penggerak roda serta standar prosedur keselamatan kerja. Siswa diharapkan dapat memahami konstruksi dan cara kerja, cara memelihara, membongkar, merakit/ memasang unit poros propeller dan poros penggerak roda beserta komponen-komponennya dengan tidak terjadi kerusakan pada komponen yang dibongkar.

C.    Argumen Teoritik

Pada kenyataannya, tidak semua siswa memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Ada siswa yang cenderung membutuhkan bimbingan dan perhatian khusus sehingga guru perlu mencari metode dalam penerapan kedisiplinan  yang dapat membantu siswa dalam upaya menguasai kompetensi yang diajarkan oleh guru dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi tersebut..

 Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Didalam ilmu pendidikan disiplin dikenal dengan istilah lain yaitu ketertiban. Menurut N.A.Ametembun disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana para pengikut tunduk dengan senang hati (N.A.Ametembun,1982 ; 9). Bekerja dalam laboratorium / bengkel kerja harus dibawah control guru, tata tertib bengkel sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan kerja. Disiplin harus ditanamkan pada diri siswa. Jika disiplin telah tertanam pada diri siswa,  maka setiap kegiatan pembelajaran baik dalam teori ataupun praktikum siswa  akan mengikuti sesuai jadwal kegiatan, sehingga siswa tidak ketinggalan pembahasan dalam kompetensi tersebut, akhirnya siswa  menguasai kompetensi yang diberikan.

Dalam penelitian tindakan kelas ini, kedisiplinan dan penguasaan kompetensi  merupakan variabel bebas yang diangkat sebagai upaya peneliti untuk mewujudkan tercapainya hasil belajar yang lebih baik pada kompetensi system poros penggerak. Menurut peneliti, kedisiplinan merupakan faktor penentu yang mampu mewarnai hasil belajar siswa. Dengan kedisiplinan yang tinggi maka akan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik, sedangkan siswa yang tingkat kedisiplinannya rendah maka hasil belajarnyapun rendah. Peneliti menginginkan kedisiplinan bukanlah sebagai upaya pemaksaan dan momok yang harus ditakuti oleh siswa namun kedisiplinan harus bisa menjadi nafas dan kebiasaan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran khususnya pada kompetensi poros penggerak.

Penelitian Tindakan atau Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general). Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi.

(Tim PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek PGSM, Dikti).

Kompetensi dalam suatu pembelajaran bukan sekedar materi yang harus disampaikan akan tetapi merupakan materi yang harus diberikan kepada siswa lengkap dengan tuntutan skill yang dipersyaratkan. Untuk menguasai kompetensi ini (berkompeten) siswa dituntut secara utuh mengikuti kegiatan pembelajaran pada kompetensi ini dengan disiplin yang tinggi. Dari sinilah peneliti memiliki keyakinan bahwa dengan disiplin dan penguasaan kompetensi dalam job sheet maka akan tercapai hasil belajar yang lebih baik, sehingga peneliti mengambil judul penelitian : Disiplin Praktikum Siswa Dan Penguasaan Kompetensi Dalam Job Sheet Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Servis Poros Penggerak Pada Siswa Kelas XI Semester IV teknik otomotif SMK Islamiyah Adiwerna Tegal tahun Pelajaran 2010 / 2011”.   PTK SMK

RPP Berkarakter SMP



Artikel Menarik lainnya :