Pengertian Anak Tunagrahita Definisi Klasifikasi dan Karaktristik

Posted by Sanjaya Yasin 1 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Pengertian Anak Tunagrahita Definisi Klasifikasi dan Karaktristik

Tunagrahita adalah
seseorang yang memiliki kapasitas intelektual (IQ) di bawah 70 yang disertai ketidak mampuan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan sehingga memiliki berbagai masalah sosial, untuk itu diperlukan layanan khusus dan perlakuan pendidikan khusus. Tunagrahita dapat dilihat dari berbagai disiplin ilmu sehingga terdapat beberapa istilah klasifikasi dan kararterisyiknya.


Secara umum anak tunagrahita diklasifikasikan menjadi 
  1. Tunagrahita ringan; dengan tingkat kecerdasan (IQ) mereka berkisar 50-70, dalam penyesuaian sosial maupun bergaul, mampu menyesuaikan diri pada lingkungan sosial yang lebih luas dan mampu melakukan pekerjaan setingkat semi terampil, 
  2. Tunagrahita sedang; dengan tingkat kecerdasan (IQ) mereka berkisar antara 30-50, mampu melakukan ketrampilan mengurus diri sendiri (self-helf), mampu melakukan adaptasi sosial di lingkungan terdekat, dan mampu melakukan pekerjaan rutin yang perlu pengawasan atau bekerja ditempat kerja terlindung (sheltered work-shop), dan
  3. Tunagrahita berat dan sangat berat, mereka sepanjang hidupnya selalu tergantung pada bantuan dan perawatan orang lain. Ada yang masih mampu dilatih mengurus sendiri dan berkomunikasi secara sederhana dalam batas tertentu, mereka memiliki tingkat kecerdasan (IQ) kurang dari 30.

Klasifikasi yang berpandangan medis, dalam bidang ini memandang anak tuna grahita dari keadaan tipe klinis. Kelompok tipe klinis diantaranya; 
  1. Down syndrome, raut muka seperti orang mongol dengan ciri: mata sipit dan miring, lidah tebal dan terbelah-belah serta biasanya menjulur keluar, telinga kecil, tangan kering, semakin dewasa kulitnya semakin kasar, pipi bulat, bibir tebal dan besar, tangan bulat dan lemah, kecil, tulang tengkorak dari muka hingga belakang tampak pendek.
  2. Kretin, nampak seperti orang cebol dengan ciri: badan pendek, kaki tangan pendek, kulit kering, kuku pendek, dan tebal.
  3. Hydrocephalus, gejalanya adalah semakin membesarnya Cranium yang disebabkan oleh semakin bertambahnya atau bertimbunnya cairan cerebro-spinal pada kepala. Cairan ini memberi tekanan pada otak besar yang menyebabkan kemunduran fungsi otak.
  4. Microcephalus adalah bentuk ukuran kepala yang kecil, Macrocephalus adalah bentuk ukuran kepala lebih besar dari ukuran normal, Brachicephalus adalah bentuk ukuran kepala yang melebar, Schapocephalus adalah anak yang memiliki ukuran kepala yang panjang sehingga menyerupai menara. 
  5. Cerebral palsy adalah kelumpuhan pada otak yang mengganngu fungsi kecerdasan, disamping  kemungkinan mengganggu pusat koordinasi gerak.
Pengertian Anak Tunagrahita

Adapun karaktristik anak tunagrahita dapat dirinci sebagai berikut: 
  1. Tingkat ringan, memiliki kemampuan paling tinggi setaraf dengan anak kelas 5 SD, manpu diajar membaca, menulis, dan berhitung sederhana. Dalam sosialisasi masih mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial secara terbatas. 
  2. Tingkat sedang, mempunyai kemampuan akademik maksimal setaraf dengan anak kelas 2 SD, biasanya sering disertai dengan gangguan motorik dan komunikasi sehingga sangat sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, aktifitas sosialnya hanya sebatas untuk memelihara diri sendiri. 
  3. Tingkat berat, anak ini tidak mampu dididik maupun dilatih, kemampuannya paling tinggi setaraf anak pra-sekolah, sepanjang hidupnya anak ini bergantung pada orang lain. Tunagrahita



Artikel Menarik lainnya :