Menulis Puisi > Cara yang Baik dan Benar

Posted by Sanjaya Yasin 2 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Menulis puisi merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Banyak orang menganggap bahwa menulis puisi merupakan suatu bakat, sehingga orang yang tidak mempunyai bakat tidak akan bisa menulis puisi. Anggapan seperti ini tidak sepenuhnya benar. Seseorang bisa saja terampil menulis puisi karena giat belajar dan berlatih karena sesungguhnya menulis puisi merupakan sebuah keterampilan (Wiyanto, 2005:48).Menulis puisi

Dalam penulisan puisi, Pradopo (19970 membedakan penulisan  puisi menjadi tiga bentuk yaitu puisi anak-anak, puisi remaja, dan puisi dewasa. Jenis puisi tersebut dikategorikan berdasarkan pada tingkat usia penulis puisi yang berkaitan erat dengan isi dan gaya ekspresinya. Jika kita lihat dan jenis-jenis puisi di atas, maka penulisan yang  yang harus dilakukan oleh seorang penulis untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. (Wiyanto, 2005:48) menjelaskan ada beberapa langkah di dalam menulis puisi. Yang pertama yaitu menentukan tema puisi yang akan ditulis. Tema adalah pokok persoalan yang akan dikemukakan oleh seorang penulis di dalam puisinya. (Wiyanto, 2005:48). Tema puisi dapat diambil dari mana saja, ia tersebar luas di sekitar kita. 


Setelah menentukan tema, hal yang harus dilakukan selanjutnya mengembangkan tema  tersebut menjadi bait-bait atau larik-larik dengan menggunakan kata-kata yang indah dan tepat. Dalam proses pengembangan tema,ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang pengarang, di antaranya.
  1. Memilih kata-kata yang tepat atau yang sesuai, yang dapat mewakili perasaan pengarang.
  2. Menggunakan atau memilih gaya bahasa yang akan digunakan sehingga puisi tersebut akan menjadi indah dan enak untuk dinikmat;
  3. Menentukan pengimajian puisi.
  4. Menentukan bentuk tipografi dan lain-lain. Menulis puisi

Seorang sastrawan senior, Ahmadun Herfanda dalam Aminuddin dkk (2004:77) memberikan tips cara-cara menulis puisi. Seorang penulis harus memperhatikan beberapa hal di dalam proses penulisan puisi. Pertama, menulis dengan perasaan, biarkanlah perasaan kita bekerja saat menulis puisi, rasakanlah sesuatu yang indah dan menggetarkan. Kedua, manfaatkanlah imajinasi untuk membantu ekspresi. Ketiga, sedapat mungkin hindarilah pernyataan-pernyataan yang verbalistik (ide yang kosong, kering serta miskin imajinasi. Keempat memberikan sentuhan intelektualitas-kecerdasan, wawasan pengetahuan yang luas, pengetahuan setetik yang cukup dan sikap kritis. Terakhir, menulislah dengan cinta. Mulailah menulis dengan rasa cinta, kesukacitaan, dan gairah.


Syarat menulis puisi yang baik. | Menulis puisi

Secara umum, suatu karya puisi disebut sebagai karya yang baik apabila unsur-unsur yang menjadi ciri sebuah puisi itu ada pada puisi yang dibuat oleh seorang penulis. Ciri-ciri tersebut seperti menggunakan pilihan kata yang tepat, adanya unsur pencitraan, adanya pemadatan bahasa, adanya kata konkret, mengandung tema serta amanat. Herfanda dalam Aminuddin dkk., (2004:77) menjelaskan bahwa puisi yang bagus adalah puisi yang imajinatif yang dibangun dengan citraan yang indah, utuh dan konkret.

Teknik Rekonstruksi  Parcial Cerpen | Menulis puisi

Teknik rekonstruksi parcial cerpen merupakan teknik yang digunakan dalam menulis puisi dengan cara merekonstruksi atau menyusun kembali cerpen yang telah dibaca secara parsial menjadi puisi (Purpasari, 2010). Sedangkan untuk teknik rekonstruksi parcial cerpen siswa diminta untuk merekonstruksi cerpen yang jelas dibacakan menggunakan bahasa sendiri menurut pemahamannya, namun yang perlu diingat adalah pada tahap penulisan siswa diminta untuk tidak menghilangkan unsur – unsur dalam cerpen, seperti tema, amanat, latar, tokoh, penokohan serta unsur intrinstik yang lainnya. Menulis puisi


Artikel Menarik lainnya :