Contoh Proposal Kegiatan Usaha Skripsi

Posted by Sanjaya Yasin 1 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Contoh Proposal Kegiatan - Sekarang ini sudah banyak yang orang dengan mudahnya melaksanakan/mengadakan kegiatan kegiatan besar, seperti seminar, proyek sana sini atau kegiatan kampus, kegiatan hari besar agama ataupun kegiatan yang lainnya. Dalam hal ini pantia kegiatan itu merencanakan dari awal kegiatan tersebut baik dari segi administrasi atau proposal kegiatannya, 

Selain contoh proposal kegiatan, ada juga proposal yang lain yaitu contoh proposal usaha, Nah proposal yang satu ini bisa di gnakan bagi seorang atau sekelompok orang yang ingin berwirausaha, untuk berwirausahankan seseorang memerlukan dana, nah untuk menambah dana para pewirausaha ini membuat rosal Usahanya.


Baiklah tanpa ngomong panjang lebar simak contoh Proposal kegiatan seminar ini yuk, unutk contoh proposal yang lain bisa anda tunggu ya updatannya.

Latar Belakang


Fenomena PEMILU dua tahun belakangan ini menjadi pelajaran penting untuk dicermati dengan seksama , dimana  sistem PEMILU yang dijalankan menggunakan sistem     manual ,     ternyata     banyak     menimbulkan     permasalahan     di   Contoh Proposal Kegiatan  tingkatan masyarakat maupun  di tingkatan elit politik . Terbukti dengan terjadinya kericuhan pemilih   yang   tidak   ter daftar   namanya,   jogjakarta   misalnya   akibat   rumitnya mekanisme   pemberian   suara   di   luar   daerah   asal,   puluhan   ribu   mahasiswa perantauan  tidak  bisa  memberikan  suara  karena  sulit  memperoleh  surat  mutasi (kompas, 9 April 2009). Sementara itu, di daerah Jombang jawa Timur Forum Lintas Partai (FLP) menemukan video amatir yang bersikan kecurangan pemilu, sebagian warga   dan   petugas   KPPS   mengorganisir   masa   mengarahkan   pemilih   untuk mencontreng salah satu partai tertentu (Kompas 12 April 2009).

Dari fakta di atas , sejumlah elemen masyarakat mengindikasikan bahwa   sistem PEMILU  yang dijalankan masih memiliki   banyak  kelemahan. Sementara, upaya dari pemerintah dalam memperbaiki sistem PEMILU belum mampu memunculkan formula  yang  efektif  dan  efesien,  sehingga         ketika  momentum  pemilu  banyak ditemukan     berbagai     kecurangan     yang     dilakukan     yang     pada     gilirannnya menimbulkan konflik horizontal.

Hampir  di  setiap  daerah  terjadi  hal semacam  itu , berkaca  pada  kasus-kasus PEMILU sebelumnya marak dipublikasikan, baik di media cetak maupun elektronik . Penetapan daftar pemilih tetap (DPT) misalnya sampai dengan penghitungan suara banyak   terjadi   kekeliruan ,   tentunya   ini   menjadi   peluang untuk   melakukan kecurangan.  Seperti  Pemungutan  suara  di  Kabupaten  Nias  Selatan  diputuskan untuk  diulang  karena  Komisi  Pemilihan  Umum  setempat  menemukan  adanya indikasi  kelompok penyelenggara  pemungutan suara  (KPPS)  di empat TPS tidak netral.   Sementara   di   Pematang   Siantar,   Komisi   Pemilihan   Umum   setempat menghentikan  proses penghitungan suara di panitia pemilihan kecamatan karena hingga   dua   hari   setelah   pemungutan   suara,   belum   satu   pun   partai   politik mendapatkan  formulir  C1 atau  sertifikat  rekap  hasil  penghitungan  suara  di TPS (Kompas, 11 April 2009).  Belum lagi dengan masalah distribusi logistik yang sering sekali pengirimannya kurang tepat waktu , tertukarnya surat suara antara TPS satu dengan TPS yang lain.  Selain itu beberapa kendala lainnya juga mewarnai  PEMILU seperti, kualitas logistik PEMILU yang terkadang tidak tercantumnya nama caleg dalam  surat  suara,  kualitas  tinta  sidik  jari  mudah  terhapus,  masih   adanya  surat suara yang sobek, keterbatasan jumlah bilik suara, ukuran surat suara yang melebihi dimensi  bilik  suara,  tempo  pemungutan  suara  TPS  memakan  banyak  waktu, lambanya informasi tabulasi perolehan  suara  yang dilaksanakan panitia PEMILU, dan terbatasnya  kualitas  sumber daya manusia ( SDM) petugas KPPS  merupakan potret PEMILU 2009  yang harus segera  dibenahi. Contoh proposal bisa anda download

Dengan  bantuan  kemajuan  teknologi  dan  informasi  dapat  diciptakan  sistem terpadu yang dapat membantu pengelolaan pekerjaan dalam sistem kerja b irokrasi. Teknologi  informasi  dapat membantu  menghemat  penggunaan  kertas ( paperless) dalam penyimpanan arsip karena penyimpanan arsip sudah dalam bentuk file yang dikemas dalam media digital sehingga arsip dapat bertahan lama dan terstruktur.

Bertitik tolak dari hal tersebut, muncul gagasan baru yang mengedepan kan asas demokrasi yang di dukung   dengan kemajuan tekhnologi,  berkomitmen mencetak masyarakat intelektual yang berdaya saing dan berpatisipatif dalam merefleksikan gagasan-gagasan yang konst ruktif untuk kemajuan daerah, dengan ini mengajukan sekaligus  merekomendasikan  gagasan  tentang   pemilihan  umum  (PEMILU)  dan Pemilihan  Kepala  Daerah  Berbasis  Digital  dengan  menerapkan  sistem  Tempat Pemungutan  Suara (TPS)  Mobile. TPS Mobile  menjadi pilihan karena memb erikan keakuratan data pada pemilih dengan sistem random, menggunakan sistem sidik jari  (finger  print)  untuk  membuka  data  base  pemilih  dengan  tujuan  mengurangi waktu dan kekeliruan pada pemilih dengan tidak menggunakan  kertas suara, sistem pemilihan  menggu nakan  layar  sentuh  ( touch  screen),  dan  menggunakan  tabulasicontent  (real  count)  yang  bertujuan  mengurangi  kecurangan  pada  penghitungan suara.  Sementara  hal -hal  lain  yang  bersifat  teknis  akan  ditentukan  dan  diatur kemudian.

Diyakini   dengan   menggunakan   sistem   TPS     Mobile   mampu   menciptakan masyarakat  yang  tidak  gagap  teknologi,  melainkan  masyarakat  yang  tanggap teknologi  serta  membuka  diri  dalam  menyongsong  nuansa  kekinian  yang  lebih canggih     sebagai     elemen     penting     dalam     mendukung  perwujudan     birokrasi pemerintahan yang menjunjung tinggi nilai -nilai transparansi dan keadilan.

Untuk itu,  gagasan di atas sangat perlu  di laksanakan dalam bentuk seminar sehari sebagai bentuk realisasi gerakan inovasi tehnologi untuk  kepentingan ban gsa dan negara menuju perbaikan sistem birokrasi .

Nama Kegiatan
Seminar Sehari “Menggagas Sistem Pemilu Berbasis Digital”

Maksud dan Tujuan a.   Maksud
Adapun   maksud   Seminar   Sehari   adalah     Melakukan   koreksi   terhadap PEMILU  sebelumnya  dengan  menawarkan  sistem  PEMILU  yang     berbasis digital  berlandaskan  asas  PEMILU  yang  mengedepankan  Kejujuran  dan Keadilan. Contoh proposal bisa anda dapatkan

b.  Tujuan
Seminar  Sehari  “Menggagas  Sistem  Pemilu Berbasis  Digital ” bertujuan  untuk meningkatkan wawasan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya teknologi dan informasi serta memberikan gambaran bahwa pentingnya penerapan sistem digital  pada  Pemilu.  Dengan  perkembangan  teknologi  informasi  yang  cukup pesat     diharapkan     masyarakat     dapat     memanf aatkannya     untuk     fasilitas pembelajaran   sehingga   mempermudah   akses   mendapatkan   informasi   yang diperlukan. Secara khusus, Seminar Sehari ini bertujuan sebagai berikut :
Contoh Proposal Kegiatan

1.   Memperkenalkan sistem Pemilu berbasis digital (TPS Mobile)

2.   Menciptakan akurasi dal am Pemilu

3.   Efisiensi dan efektifitas pada  sistem Pemilu

4.   Pendidikan politik b erbasis teknologi dan informasi dan
5 Memberikan kesadaran pada masyarakat tentang pentingya teknologi.

6.   Regulasi peraturan pemerintah yang mendukung pelaksanaan PEMILU Berbasis Digital


output

1.   Memetakan  potensi  pemilih  secara  sistematis  dengan  pola  pendekatan single identity karacter yang berbasis pada domisili co-terminus.

2.   Tumbuhnya  kepercayaan     publik terhadap pelaksanaan   PEMILU     yang lebih akomodatif dan realistik.

3.   Efektifnya  fungsi  serta  kinerja  dalam  pelaksanaan   PEMILU  terutama menyangkut  kegiatan  sosialisasi  PEMILU,  penggandaan  dan  distribusi logistik  serta  personil  dengan  mengedepankan  prinsip  hemat  struktur kaya   fungsi   sehingga   mampu   mengefisiensikan     anggaran   pemilu seminimum mungkin.

Pelaksana

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Inovasi Pendidikan dan Teknologi (LIPTI) Bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Baru (LEMBAR) NTB Contoh Proposal Kegiatan


Artikel Menarik lainnya :