Pengertian Pendekatan Siklus Belajar Definisi

Posted by Sanjaya Yasin 2 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Pendekatan Siklus Belajar (Learning Cycle)

1.    Pengertian Pendekatan Siklus Belajar

Salah satu strategi pembelajaran yang menerapkan model konstruktivisme adalah pendekatan siklus belajar (Learning Cycle). Siklus belajar merupakan suatu pengorganisasian yang memberikan kemudahan untuk penguasaan konsep-konsep baru dan untuk menata ulang pengetahuan siswa (Santoso, 2005: 34). Sedangkan menurut Ali (1993) siklus belajar adalah proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan yang dilakukan secara tepat dan teratur.

Aksela (2005) menyatakan dalam siklus belajar suatu pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seorang guru ke otak siswanya. Setiap siswa harus dapat membangun pengetahuan itu di dalam otaknya sendiri karena tugas seorang guru hanyalah memfasilitasi.


2.    Proses Siklus Belajar

Pada perkembangannya tahapan siklus belajar dari yang paling sederhana dikenal dengan tiga fase, selanjutnya dikenal siklus belajar lima fase, dan yang terakhir dikenal siklus belajar enam fase. Siklus belajar tiga fase terdiri dari fase eksplorasi, pengenalan konsep dan aplikasi konsep. Siklus belajar lima fase terdiri dari fase engagement (melibatkan), explotation (menyelidiki), explanation (menjelaskan), elaboration/ extention (merinci), dan evaluation (evaluasi) (Bybee dalam Hanuscin dan Lee, 2007: 46).

Sedangkan model pembelajaran siklus belajar enam fase  yang dikembangkan oleh Johnston (2001) dalam bukunya Principle of Constructivist Learning terdiri dari fase: identifikasi, mengakses (invite), menyelidiki (ekplorasi), menjelaskan (explain), merinci (elaborate), dan menilai (evaluasi) (Santoso, 2005:43 ).

Urutan dari keenam fase di atas dapat dilihat pada Gambar 2.1 berikut:
                                
    Gambar 2.1 Urutan Fase-Fase dalam Learning Cycle (Sumber: Santoso, 2005)

Uraian dari keenam fase di atas di jelaskan oleh Santoso (2005) adalah:

a)    Fase Identifikasi
Fase ini guru mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
b)    Fase mengakses (Invite)
Fase ini guru mengakses pengetahuan terdahulu yang dimiliki siswa dengan tujuan untuk mengetahui apa saja yang sudah diketahui oleh siswa yang berkaitan dengan topik bahasan.
c)    Fase menyelidiki (Eksplorasi)
Fase ini guru menyelidiki tentang pengetahuan terdahulu yang telah diketahui siswa. Selanjutnya mengoreksi apakah pengetahuan tersebut sudah benar, setengah benar, atau salah. Siswa diberi kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok kecil tanpa pengajaran langsung dari guru. Pada tahap ini guru berperan sebagai fasilitator (Dasna, 2004: 37).
d)    Fase menjelaskan (Explain)
Fase ini guru memperkenalkan konsep baru yang berkaitan dengan konsep pada fase eksplorasi dan memberikan kesempatan pada siswa untuk menghubungkan pemahaman baru dengan pengetahuan terdahulu. Guru harus mendorong siswa untuk menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri dengan saling menghargai dan mendengarkan (Dasna, 2004: 38).
e)    Fase merinci (Elaborate)
Fase ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pemahaman baru pada konteks yang berbeda. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memberikan tantangan atau latihan soal tentang pemahaman baru tersebut (Aksela, 2005: 52).
f)    Fase menilai (Evaluasi)
Fase ini digunakan untuk menilai perubahan-perubahan dalam situasi baru. Guru dapat mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam hal penerapan konsep baru (Dasna, 2004: 39).

Jadi proses siklus belajar merupakan suatu siklus belajar yang diawali dengan perecanaan yang matang oleh guru kemudian diikuti dengan, pengaksesan, penyelidikan, penjelasan, perincian tentang pengetahuan siswa dan diakhiri dengan pengevaluasian. Setiap fase mempunyai fungsi khusus yang dimaksudkan untuk menyumbang proses belajar dikaitkan dengan asumsi tentang aktivitas mental dan fisik siswa serta strategi yang digunakan guru (Santoso, 2005: 47).

Model siklus belajar sangat sesuai dengan isi dan tujuan Permen Diknas RI No 22 Tahun 2006, memberikan kesempatan yang luas kepada pebelajar untuk mengembangkan kemampuan berfikir, berinterakasi dengan materi, melaksanakan praktikum, menemukan konsep-konsep, menggunakan konsep-konsep dan gagasan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan keterampilan dan bersikap ilmiah serta mengadakan evaluasi pada setiap tahap-tahapnya. Belajar Fisika tidak sekedar menghafal konsep-konsep, teori-teori atau menghafal gejala-gejala. Belajar Fisika harus melibatkan unsur proses aktivitas dan fisik agar siswa memperoleh pengalaman-pengalaman yang nyata.


3.    Manfaat Pendekatan Siklus Belajar
Adapun manfaat pendekatan siklus belajar adalah:

  • Pendekatan siklus belajar memberikan suatu format untuk perencanaan pembelajaran yang dimulai dengan pengalaman langsung yang diakhiri dengan penguasaan konsep ilmiah dan diakhiri dengan pengayaan konsep.
  • Pendekatan siklus belajar menggunakan tipe empirik-induktif dalam pengajaran yang menggambarkan sebuah strategi yang dapat memberi siswa kesinambungan terhadap konsep-konsep yang menjembatani disiplin IPA dan teknologi.
  • Pendekatan siklus belajar memberikan pengalaman konkrit pada siswa yang diperlukan untuk mengembangkan penguasaan konsep.
  • Pendekatan siklus belajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan teman-temannya.
  • Pendekatan siklus belajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan konsep atau gagasan yang telah mereka miliki dan menguji serta mendiskusikan gagasan tersebut secara terbuka.
  • Pendekatan siklus belajar memudahkan siswa memahami konsep yang diajarkan. Mereka memperoleh pengalaman nyata yang diperlukan untuk mengembangkan konsep tersebut lebih lanjut.

Dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dengan penerapan pendekatan daur belajar, siswa terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar, yang dapat diwujudkan dalam bentuk aktivitas yang beragam seperti mendengar, melihat, mencium, meraba, merasakan dan mengolah ide serta kegiatan lainnya. Semua aktivitas tersebut dapat dikembangkan melalui penggunaan lembar kerja siswa (LKS). Penggunaan LKS sebagai alat bantu pengajaran akan dapat mengaktifkan siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Tim Instruktur Pemantapan Guru Matematika (Tim Instruktur PKG Matematika dalam Nugrahawati, 2006: 17).


Update tulisan PengertianPendekatan Siklus Belajar Definisi ini pada tanggl 21 April 2013

Pengertian Siklus Belajar
Salah satu pembelajaran yang menerapkan model konstruktivisme adalah penggunaan siklus belajar. Menurut Heron (1994) Siklus Belajar merupakan suatu pengorganisasian yang memberikan kemudahan untuk penguasaan konsep-konsep baru dan untuk menata ulang pengetahuan siswa. Sedangkan menurut Ali (1993) siklus belajar adalah proses pembelajaran yang di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan yang dilakukan secara tepat dan teratur.
   
Menurut Lawson dalam Dahar (1989) siklus belajar terdiri dari tiga tipe Deskriptif, Empirik-Induktif dan Hipotesis-Deduktif. Pada siklus belajar tipe deskriptif para siswa menemukan dan menguraikan suatu pola empiris dalam suatu konteks khusus (Ekspolarasi), guru memberi nama pada pola ini (pengenalan konsep), kemudian pola-pola itu ditentukan dalam konteks-konteks lain (Aplikasi konsep). Bentuk siklus belajar disebut deskriptif karena siswa dan guru hanya menguraikan apa yang mereka amati tanpa mencoba untuk menghasilkan hipotesis-hipotesis untuk penjelasan pengamatan mereka. Siklus belajar deskriptif menjawab pertanyaan “apa” tetapi tidak menjawab pertanyaan “mengapa”.
   
Siklus belajar empirik-induktif mencoba untuk menguraikan pola berdasarkan pengalaman empiris yang khusus (terjadi pada fase eksplorasi). Tetapi lebih jauh membahas sebab-sebab tentang terjadinya pola tersebut, ini membutuhkan kesesuaian alasan untuk menjelaskan konsep yang dipelajari ke dalam konsep baru (terjadi pada fase pengenalan konsep). Pada fase pengenalan konsep, konsep dapat diperkenalkan oleh siswa, guru ataupun keduanya. Kemudian melakukan analisis melalui kumpulan data yang telah didapat pada fase eksplorasi dan apakah hipotesis yang diambil sesuai dengan hasil analasis dan dapat diterapkan dalam konsep yang lain (terjadi pada fase aplikasi konsep). Siklus belajar ini memerlukan pemahaman dan inisiatif yang lebih jauh.
   
Tipe ketiga dari siklus belajar adalah hipotesis-deduktif. Diawali dari statemen atau pertanyaan yang diberikan oleh guru, siswa diperintahkan untuk melakukan hipotesis. Selanjutnya siswa menyimpulkan akibat logis dari hipotesis dan dapat dijelaskan melalui tuntutan eksperimen untuk mengevaluasi mereka (terjadi pada fase ekplorasi). Analisis dari hasil eksperimen mengakibatkan beberapa diterima (terjadi pada fase pengenalan konsep). Akhirnya konsep yang relevan dengan pola pikir dipakai dalam situasi baru.
   
Berdasarkan karakteristik dan ciri-ciri siklus belajar di atas, maka pada penelitian ini peneliti menerapkan siklus belajar empirik-induktif. Karena tipe siklus belajar empirik-induktif cenderung akan menimbulkan pertanyaan “mengapa” di dalam pikiran siswa dan cenderung memancing siswa untuk berpikir lebih aktif. Suatu pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seorang guru ke otak siswanya. Setiap siswa harus dapat membangun pengetahuan itu di dalam otaknya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, tugas seorang guru adalah memfasilitasi siswanya sehingga konsep fisika ditemukan kembali oleh siswa dengan bimbingan guru.
   
Pada pembelajaran dengan pendekatan siklus belajar siswa harus mampu mengaitkan pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan pengetahuan baru, kemudian diakhiri dengan mengaplikasikan pengetahuan baru tersebut untuk memperoleh konsep baru.
     

Manfaat Pendekatan Siklus Belajar
    Adapun manfaat pendekatan siklus belajar adalah:
  1. Pendekatan siklus belajar memberikan suatu format untuk perencanaan pembelajaran yang dimulai dengan pengalaman langsung yang diakhiri dengan penguasaan konsep ilmiah dan diakhiri dengan pengayaan konsep.
  2. Pendekatan siklus belajar menggunakan tipe empirik-induktif dalam pengajaran yang menggambarkan sebuah strategi yang dapat memberi siswa kesinambungan terhadap konsep-konsep yang menjembatani disiplin IPA dan teknologi.
  3. Pendekatan siklus belajar memberikan pengalaman konkrit pada siswa yang diperlukan untuk mengembangkan penguasaan konsep.
  4. Pendekatan siklus belajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan teman-temannya.
  5. Pendekatan siklus belajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan konsep atau gagasan yang telah mereka miliki dan menguji serta mendiskusikan gagasan tersebut secara terbuka.
  6. Pendekatan siklus belajar memudahkan siswa memahami konsep yang diajarkan. Mereka memperoleh pengalaman nyata yang diperlukan untuk mengembangkan konsep tersebut lebih lanjut.
      
Proses Pendekatan Siklus Belajar
   
Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan siklus belajar terdiri dari tiga fase antara lain:

1. Fase Eksplorasi
Pada fase ini guru mengidentifikasi pengetahuan awal siswa yang bertujuan untuk menggali fakta-fakta dan konsep yang telah dimiliki siswa. Siswa belajar melalui kenyataan-kenyataan yang ada di sekitar mereka. Pada fase ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan  pengalaman atau hal-hal nyata yang sering mereka temukan dalam kehidupan mereka sehari-hari, kemudian menarik suatu kesimpulan dari hal-hal yang mereka alami. Ide-ide itu didapat berdasarkan kenyataan-kenyataan yang terjadi di sekitar mereka.

2. Fase Pengenalan Konsep
Pada tahap ini guru memperkenalkan suatu konsep yang berkaitan dengan fenomena yang diselidiki dan didiskusikan selama fase eksplorasi. Guru mengumpulkan informasi dari siswa yang berkaitan dengan pengalaman mereka pada fase ekplorasi. Gagasan-gagasan atau istilah-istilah baru disampaikan dalam fase ini. Siswa mempunyai kesempatan untuk berinteraksi dengan gagasan atau istilah baru dengan guru serta dengan teman-teman mereka. Interaksi itu cukup membantu siswa mengasimilasi gagasan yang dipelajari siswa.


3. Fase Aplikasi Konsep
Pada konsep ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan konsep-konsep yang telah diperoleh pada fase pengenalan konsep untuk menyelidiki konsep tersebut lebih lanjut. Guru menciptakan suatu masalah yang dapat dipecahkan berdasarkan fase eksplorasi dan pengenalan konsep, kemudian siswa berusaha untuk memecahkan masalah tersebut sesuai dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Sehingga dengan begitu siswa dapat memahami sendiri konsep yang disampaikan.
   
Jadi proses siklus belajar merupakan suatu siklus belajar yang diawali dengan menggali konsep awal yang dimiliki siswa (Fase Eksplorasi) kemudian mengenalkan konsep yang berhubungan dengan hal yang didiskusikan pada fase eksplorasi, dan menggunakan konsep yang diperoleh pada fase pengenalan konsep untuk mengembangkan konsep tersebut lebih lanjut (Rudi, 2004)

Daftar Pustaka Pengertian Pendekatan Siklus Belajar Definisi
Ali. 1993. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern. Jakarta: Pustaka Amani.

Dahar, R. W. 1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.


Artikel Menarik lainnya :