Pembentukan Mental Belajar Siswa

Posted by Sanjaya Yasin 2 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Pengertian mental atau sikap belajar siswa

Sikap telah didefenisikan oleh para ahli dalam banyak versi bahkan hampir mencapai puluhan devenisi tersebut pada umumnya dapat dimasukkan ke dalam tiga kerangka pemikiran tentang sikap mental berikut ini:
  • Kerangka pemikiran yang pertama mengatakan bahwa sikap adalah : “suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan atau sikap seseorang terhadap suatu obyek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan yang tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada obyek tersebut” (Azwar, 2007:5).Dapat dikatakan bahwa sikap menurut kerangka pemikiran ini adalah terbatas pada aspek penilaian semata (AFEK) terhadap suatu obyek.
  • Kelompok pemikiran kedua mengatakan bahwa sikap adalah semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara  tertentu “ (Azwar, 2007 : 5). Dapat pula dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksud adalah kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya respon.
  • Adapun kelompok pemikiran yang ketiga adalah kelompok yang berorientasi pada skema triadik (triadic sceheme). Menurut pemikiran ini sikap merupakan konstalasi komponen-komponen kognitif, afetif, dan kognitif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan dan berperilaku terhadap suatu objek (Azwar, 2007 : 5).

Dalam pendapat lain dikatakan bahwa sikap merupakan “faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa dan merupakan sesuatu yang dipelajari, dan juga sikap menentukan bagaimana individu bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan” (Slameto, 200 : 188).

Rumusan di atas menyatakan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenan dengan suatu objek, dan sikap terhadap objek ini disertai dengan perasaan, positif atau negatif, orang mempunyai sikap positif terhadap suatu objek yang bernilai dalam pandanganya, dan ia akan bersikap negatif terhadap objek yang dianggapnya tidak bernilai dan atau juga merugikan. Sikap ini kemudian mendasari dan mendorong kearah sejumlah perbuatan yang satu sama lainnya berhubungan. Hal yang menjadi ojek sikap terhadap bermacam,  sekalipun demikian, orang hanya dapat mempunyai sikap terhadap hal-hal yang diketahuinya jadi harus ada sekedar informasi pada seseorang untuk dapat bersikap terhadap suatu objek. Informasi merupakan kondisi pertama untuk suatu sikap. Bila berdasarkan informasi itu timbul perasaan positif atau negatif terhadap objek dan menimbulkan kecenderungan untuk bertingkahlaku tertentu, terjadilah sikap.


2.    Struktur dan Komponen-komponen sikap belajar siswa

Struktur dan komponen-komponen sikap yang saling menunjang adalah :

  • Komponen kognitif yang merupakan representasi dari apa yang dipercaya oleh orang individu pemilik sikap.
  • Komponen afektif yang merupakan prasaan yang menyangkut aspek emosional
  • Komponen konatif yang merupakan aspek kecenderungan  berprilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang (Azwar, 2007 : 45)

Untuk itu dalam menentukan keberhasilan belajar seorang siswa, pengukuran kognitif masih diutamakan sedangkan aspek afektif dan aspek konatif lebih bersifat pelengkap dalam menentukan derajat keberhasilan belajar anak di sekolah. Selama sistem pendidikan masih berlaku seperti sekarang ini, kiranya jelas bahwa kemampuan-kemampuan kognitif tetap merupakan faktor terpenting di antara ketiga aspek tersebut di atas.  Karena itu, kemampuan-kemampuan kognitif tetap merupakan faktor penting dalam belajar para siswa atau anak didik.


3.    Metode-metode dalam mempengaruhi sikap belajar siswa

Sikap belajar memegang peran penting dalam menentukan bagaimana siswa belajar serta bagaimana interaksi siswa dan guru berlangsung. Baik siswa maupun guru menunjukkan cara-cara dan pendekatan yang berbeda dalam menerima dan menentukan pengajaran sesuai gaya kognitif yang dimiliki. Maka diantara metode-metode tersebut adalah sebagai berikut :

  • Menempatkan siswa di dalam kelas yang berbeda-beda berdasarkan gaya kognitif mereka
  • Menyajikan materi atau konsep-konsep yang saling bertentangan, untuk membangkitkan perhatian dan motivasi siswa untuk belajar
  • Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa.
  • Memberikan kebebasan bertanya kepada siswa 
  • Mengamati tingkahlaku siswa pada waktu siswa mengajukan pertanyaan
  • Mengajar siswa percakapan-percakapan yang diperlukan untuk memperoleh keterangan 
  • Menyajikan lingkungan yang responsif bagi usaha siswa dalam memperoleh keterangan 
  • Memperluas pemikiran siswa melalui analisis yang lebih mendalam melalui pertanyaan-pertanyaan.
Pembentukan Mental Belajar Siswa

Oleh karena itu sikap merupakan kesiapan dan kesedian seseorang untuk menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek itu, apakah berarti atau tidak bagi dirinya. Itulah sebabnya sikap berhubungan dengan pengetahuan dan perasaan seseorang terhadap objek. Sikap juga dapat dipandang sebagai kecenderungan seseorang untuk berperilaku. Sementara hasil belajar sikap nampak dalam bentuk kemauan, minat, perhatian, perubahan perasaan. Dan sikap dapat dipelajari dan diubah melalui proses belajar.

Sedangkan indikator yang dimiliki oleh guru bahasa Arab di MTs Negeri 1  terlihat dari penguasaan materi pelajaran ketika berlangsungnya proses pembelajaran, penggunaan metode ekliktik, untuk mengajarkan beberapa aspek kemahiran dasar bahasa Arab dan juga membimbing siswa secara langsung untuk mengajarkan sistematika penulisan dan cara baca yang benar, sehingga siswa dapat cepat memahami materi pelajaran bahasa Arab yang diajarkan.


Artikel Menarik lainnya :