Keuntungan Dan Kerugian Mengkonsumsi Kedelai

Posted by Sanjaya Yasin 2 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Manfaat Susu Kedelai memang banyak sekali, susu kedelai juga sangat digemari oleh masyarakat. Meski sudah dikemas dengan tingginya kualitas protein, serat, dan phytochemical lain yang baik untuk tubuh, ternyata kedelai tidak bisa dijadikan pilihan yang sehat untuk setiap kondisi. Berikut Keuntungan dan kerugiannya mengkonsumsi kedelai


Keuntungan

Jantung.

Mengonsumsi 25 gram protein dari kedelai setiap hari, atau bisa didapat dalam 93 gram kacang kedelai, 147,5 gram edamame, atau 3.5 cangkir susu kedelai, mampu menurunkan kolesterol ‘jahat’ LDL secara signifikan. Protein dalam kedelai bisa secara langsung menurunkan kadar kolesterol dengan membantu hati membersihkan lebih banyak LDL dari tubuh kita, ujar Mark Messina, Ph.D., profesor di Loma Linda University dan direktur eksekutif dari Soy Nutrition Institute.

Kita bahkan bisa meraup manfaat yang lebih besar jika bisa mengganti daging-dagingan dan makanan asupan dari olahan susu berlemak dengan kedelai. Trik ini akan membuat kita mengonsumsi lemak jenuh lebih sedikit. Penelitian menunjukkan lemak jenuh akan meningkatkan kadar LDL .


Menopause.

Analisis terbaru terhadap 17 studi yang disampaikan dalam International Soy Symposium bulan Oktober 2010 menemukan, mengonsumsi isoflavon yang ada dalam kedelai akan memangkas frekuensi dan tingkat keparahan dari hot flashes hingga 50%.


Prostat.

Sebuah studi yang dilakukan di Asia menunjukkan pria yang mengonsumsi 2 porsi kedelai setiap hari, memiliki risiko terkena kanker prostat lebih kecil 30% dibanding pria yang tidak mengonsumsi kedelai. Dan bagi pria yang sudah terkena kanker prostat, kedelai bisa menjadi asupan tepat untuk menghambat perkembangan penyebaran kanker.

 

Kerugian

Tiroid.

Dikarenakan kedelai mengandung isoflavon yang tinggi, zat ini akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid, yang berfungsi mengontrol sistem metabolisme hingga suhu tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan mengonsumsi kedelai dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan masalah tiroid, seperti hypothyroidism (sebuah kondisi yang ditandai oleh kenaikan berat badan dan keletihan).

Bisa untung dan rugi.


Tulang.

Beberapa penelitian menyatakan isoflavon dalam kedelai bisa ‘menirukan’ estrogen, yang bertugas menjaga masa tulang. Mengonsumsi kedelai akan melindungi tubuh dari pengeroposan tulang, terutama pada wanita post menopause yang mengalami penurunan jumlah estrogen.

Namun, penelitian terbaru tidak menemukan hasil perlindungan yang sama. Studi yang dilakukan sepanjang setahun menemukan, 110 ml isoflavon (118 gram edamame ) setiap hari, tidak mampu melindungi pengeroposan tulang pada wanita yang mengalami post menopause. Tidak hanya itu, para peneliti juga mengadakan analisa 17 studi terhadap wanita pra dan post menopause juga mencapai kesimpulan yang sama.

Layaknya kacang-kacangan lain, kedelai mengandung asas fitat, yaitu senyawa alami tumbuh-tumbuhan yang bisa menganggu penyerapan kalsium, magnesium dan zat besi pembentuk tulang,


Payudara.

Wanita yang menyantap sedikit porsi makanan berbahan dasar kedelai, seperti edamame atau tofu, sepanjang masa kanak-kanak dan remaja bisa menurunkan risiko mereka terhadap kanker payudara hingga 50% dikemudian harinya. Sayangnya, manfaat yang sama tidak ditemukan jika orang dewasa yang mengonsumsinya. “Fakta menunjukkan konsumsi kedelai pada orang dewasa tidak akan menurunkan risiko,” jelas Messina.

Intinya, sedikit mengonsumsi kedelai setiap hari bisa menjadi sebuah kebaikan untuk kesehatan kita. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi hanya 1-2 porsi setiap hari. Satu porsi yaitu 59 gram edamame atau 1 cangkir susu kedelai. Butuh variasi? Kita bisa memasukan makan dari hasil fermentasi kedelai, seperti tempe atau sup miso.

Source: preventionindonesia


Artikel Menarik lainnya :