Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Paradigma Pembelajaran Quantum Learning

Agar proses pembelajaran dapat dilakasanakan dengan efektif dan efisien ada beberapa paradigma yang harus dianut oleh pendidik dan peserta didik, yaitu :

  1.  “Setiap orang, adalah guru dan sekaligus murid sehingga bisa saling berfungsi sebagai fasilitator”.
  2. Umumnya orang belajar dengan efektif  jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, lingkungan dan suasana yang tidak terlalu formal, penataan duduk setengah melingkar tanpa meja, penataan sinar atau cahaya yang baik sehingga peserta merasa santai dan rileks.
  3. Setiap orang mempunyai gaya belajar, bekerja dan berpikir yang unuk dan berbeda yang merupakan pembawaan alamiah sehingga kita tidak perlu merubahnya dengan demikian perasaan nyaman dan positif akan terbentuk dalam menerima informasi atau materi yang diberikan oleh fasilitator.
  4. Modul yang digunakan tidak harus rumit tapi harus dapat di sajikan dalam bentuk sederhana dan lebih banyak ke suatu kasus nyata atau aplikasi langsung.
  5. Dalam menyerap dan mengolah informasi otak menguraikan dalam bentuk symbol atau asositif, sehingga materi akan lebih mudah dicerna bila lebih banyak disajikan dalam bentuk gambar, diagram, flow chart atau symbol.
  6. Kunci menuju kesuksesan Quantum Learning belakang (background) musik klasik atau sejenisnya atau onstrumental yang telah terbukti memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran. Musik klasik Mozart, Bach; Bethoven, atau sejenisnya dapat meningkatkan kemampuan mengingat, mengurangi stress, meredakan ketegangan, meningkatkan energi dan membesarkan dayua ingat.
  7. Penggunaan warna dalam model Quantum Learning dapat meningkatkan daya tangkap dan daya ingat sebanyak 78%.
  8. Metode peran dimana peserta berperan lebih aktif dalam membahas materi sesuai dengan pengalamannya melalui pendekatan terbalik, yaitu membuat belajar seperti bekerja (pembelajaran orang dewasa).
  9. System penilain yang disarankan untuk abad 21 dalam pembelajaran adalah 50% penilaian diri sendiri, 30% penilaian teman, 20% penilaian trainer atau atasan.
  10. Umpan balik yang positif akan mampu memotivasi anak untuk berprestasi namun umpan balik negative akan membuat anak menjadi frustasi.