Model Torso

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Model  Torso - Mata pelajaran IPA Biologi di SMP mempelajari pola-pola interaksi komponen-komponen yang ada di dalam serta upaya manusia untuk mempertahankan keberadaanya di bumi. Materi IPA di SMP yang sangat kompleks, cenderung abstrak dan begitu dekat dengan kehidupan siswa, menuntut gambaran yang kongkrit serta pengalaman langsung melalui pengamatan, penguraian dan penggolongan objek dengan memaksimalkan seluruh indera yang ada, baik indera penglihatan, pendengaran, maupun peraba (Hamalik, 1994).


 Untuk memperoleh gambaran yang kongkrit serta pengalaman langsung diperlukan alat peraga yang berfungsi untuk membantu mengkonkretkan pengalaman atau pengertian dalam proses belajar mengajar. Peragaan adalah mewujudkan bahan yang diajarkan secara nyata baik dalam bentuk asli maupun tiruan sehingga siswa lebih memahami apa yang disampaikan guru (Nurbatni, 2005)

Dalam peragaan, guru menggunakan alat yang dapat membantu mempelajari bahan yang disampaikan. Alat-alat yang digunakan dalam peragaan ini disebut alat peraga. Istilah alat peraga dewasa ini disebut sebagai media pendidikan, ada pula yang menyebutnya sebagai Audio Visual Aids (AVA) atau alat bantu pandang dengar. Gagne dalam Nurbatni (2005) menyatakan bahwa media atau alat peraga adalah segala  bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. 

Di dalam penulisan ini penulis memakai istilah alat peraga, karena seperti  yang ditulis oleh Hamalik (1994) bahwa media pendidikan identik dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata raga artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar dan yang dapat diamati melalui panca indera.

Berdasarkan pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa pada prinsipnya alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan atau menyampaikan pesan, khususnya antara guru dan siswa, dapat memberikan pengalaman kongkret, serta mempertinggi prestasi belajar siswa dalam menerima pesan atau informasi pelajaran sehingga proses penyampaian dan penerimaan pesan dalam proses belajar mengajar dapat terjadi dengan baik.

Pada kegiatan belajar mengajar IPA Biologi di kenal ada berbagai macam alat peraga, misalnya spesimen, model torso, carta, dan lain-lain. Model Torso sebagai alat peraga dalam penyajian materi biologi karena karakteristik yang dimilikinya. Model Torso adalah alat peraga yang berbentuk model. Model adalah benda-beda pengganti yang menggantikan benda sebenarnya dalam bentuk sederhana, menghilangkan bagain yang kurang perlu serta menonjolkan bagai yang perlu saja. Model are scaled representations of thing. Besarnya dapat sama, lebih kecil atau lebih besar, tapi bentuknya biasanya selalu sama seperti benda yang asli (Hamalik, 1994)

Model Torso adalah alat peraga yang didesain sebagai pengganti tubuh atau jasad manusia tanpa lengan dan kaki dan lebih menonjolkan penampakkan organ-organ dalam seperti jandung, paru-paru, hati, lambung, usus halus, usus besar, ginjal dan penampakan berbagai organel lain yang mendukung gambaran lengkap dari fungsi dan proses-proses yang terjadi mendukung gambaran lengkap dari segi pandang Model Torso mempunyai tiga permukaan yaitu panjang, lebar dan tinggi. Oleh sebab itu Model Torso termasuk kategori alat peraga tiga dimensi. Alat peraga dengan bentuk tiga dimensi akan banyak mengandung pemahaman dibandingkan dengan yang lain serta memberi pengalaman yang lengkap dan mendalam (Hamalik, 1994).

Jika dikaitkan dengan pengalaman yang diperoleh siswa yang belajar dengan menggunakan alat peraga Model Torso memperoleh pengalaman yang riil. Proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian yang baik dan sempurna. Belajar dengan alat peraga tiga dimensi merupakan alat bantu yang efektif dalam mengikutsertakan berbagai indera dalam belajar mengajar (Nurbatni, 2005).

Kelebihan lain dari Model Torso  ialah memberi kesempatan siswa dalam tugas yang nyata memperlihatkan rangsangan yang relevan, memperbesar motivas dan minat belajar. Namun demikian Hamalik (1994) menyatakan bahwa sekalipun model sudah bisa dianggap mewakili benda yang asli, namun karena ia adalah benda tiruan tentu saja memiliki kekurangan dalam aspek-aspek tertentu disebabkan aspek besarnya benda, perubahan karena pengaruh luar, pada suatu saat sudah tak canggih (up to date) lagi dan sebagainya.


Artikel Menarik lainnya :