Kurikulum Model Pembelajaran Paud Melalui Bermain Kreatif Berbasis Budaya Lokal (Nilai-nilai Kearifan Lokal)

Posted by Sanjaya Yasin 2 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

I.    Pendahuluan


A.    Rasional (diambil dari buku kurikulum hasil belajar)
Pentingnya pendidikan bagi usia dini sudah tidak dapat diragukan lagi, karena awal kehidupan anak merupakan masa yang paling tepat dalam memberikan dorongan ataupun upaya pengembangan agar anak dapat berkembang secara optimal.


Pendidikan usia dini merupakan upaya-upaya pendidikan yang dilakukan dengan sadar untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. Potensi-potensi tersebut meliputi aspek fisik, kognitif, bahasa, motorik, moral, disiplin, sosial-emosional, konsep diri, seni, dan nilai-nilai agama.

Anak usia dini adalah individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Oleh karenanya upaya-upaya pengembangan pendidikan yang dilakukan hendaknya disesuaikan dengan karakteristik masa kanak-kanak tersebut, yaitu bermain.

Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan juga merupakan salah satu cara belajar bagi anak usia dini, karena melalui bermain anak memperoleh kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaannya dan berkreasi. Selain itu, kegiatan bermain berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. 

Bagi anak-anak, bermain adalah belajar, sehingga belajar itu menjadi menyenangkan. Semiawan (2008: 18) juga mengatakan bahwa bermain merupakan salah satu alat utama yang menjadi latihan untuk pertumbuhannya. Bermain adalah medium, dimana anak mencobakan diri, bukan saja dalam fantasinya, melainkan benar nyata secara aktif.

Selain sebagai media untuk eksplorasi dan belajar, bermain juga   membantu anak mengenal dirinya, mengenal dengan siapa ia hidup serta mengenal lingkungan tempat di mana ia hidup. Karena itu, lingkungan bermain anak, baik fisik maupun psikologis (nilai-nilai dan norma), sangat mempengaruhi proses pembelajaran yang akan diterima oleh anak. Demikian pula lingkungan budaya, khususnya budaya lokal dimana anak tinggal juga akan sangat berperan dalam membentuk karakter anak dalam menerima pembelajaran tentang diri dan dunianya. 

Sebagaimana yang dikatakan Vigotsky (2007:343) bahwa kontribusi budaya, interaksi sosial dan sejarah dalam pengembangan mental/perilaku anak sangat berpengaruh. Pembelajaran yang berbasis pada budaya dan interaksi sosial mengacu pada aspek perkembangan sosio-historis-kultural, akan sangat berdampak pada persepsi, memori dan cara berpikir anak.

Atas dasar hal tersebut di atas, maka kurikulum Model Pembelajaran Melalui Bermain Kreatif Berbasis Budaya Lokal ini dikembangkan berdasarkan karakteristik anak, yakni bermain kreatif dan juga mengejawantahkan nilai-nilai budaya lokal dalam program pembelajaran anak usia dini dalam rangka mengembangkan seluruh potensi anak. 

B.    Pengertian (diambil dari desain PNFI bab 2 )

1.    Anak Usia Dini merupakan kelompok anak yang berada pada rentang usia 0 – 8 tahun, dan sesuai dengan tingkat keunikannya, anak usia dini dikelompokkan dalam tahapan usia (a) usia 0-12 bulan disebut masa bayi; (b) usia 1-3 tahun disebut masa batita; (c) usia 4-6 tahun disebut masa prasekolah; dan (d) usia 6-8 tahun disebut masa awal kelas SD. Kurikulum Model Pembelajaran Melalui Bermain Kreatif Berbasis Budaya Lokal ini disusun sebagai panduan program pembelajaran bagi anak usia 3-6 tahun.

2.    Bermain Kreatif adalah segala bentuk permainan yang dapat merangsang segala aspek tumbuh kembang anak, baik fisik-motorik, kognitif, sosial-emosional, bahasa dan juga kreatifitas. Kegiatan bermain kreatif yang diterapkan dalam kurikulum Model Pembelajaran




Untuk lebih lengkap artikelnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!

Artikel Menarik lainnya :