Filum-filum Hewan Invertebrate

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

  • Filum Protozoa
Protozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksual/ generatif konjugasi.

Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas:

  1. Kelas hewan berambut getar (cikata)
  2. Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
  3. Kelas hewan berspora (sporozoa)
  4. Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)

  • Filum Porifera (hewan berfori)

Porifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut, jadi forifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuh forifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam) forifera dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif.


Porifera terdiri dari tiga kelas:

  1. Kelas corcorea, Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh; seghpha SP, charsarina SP
  2. Kelas hexactinelida, Terdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya pnerorepa SP

  • Kelas demospangia
Tubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka, contoh spongia SP

Filum coelentrata (hewan berongga)

Coelentrata berasal dari kata coilos (berongga) dan entron (usus) coelentrata mempunyai dua macam bentuk yakni bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah.
Coelentrata terdiri dari 3 kelas;

  1. Kelas anthozoa
  2. Kelas hydrozoa
  3. Kelas scyphozoan
 
  • Filum platyhelminthes (cacing pipih)

Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata plays (pipih) dan hemlines (cacing). Platyhelminthes adalah yang mempunyai pipih. Hewan golongan ini mempunyai tubuh simetris bilateral, (kedua sisi sama), tubuh lunak dan tidak bersegmen (ruas) tetapi tidak mempunyai peredaran darah.


Platyhelminthes terbagi ke dalam tiga kelas yaitu:

  1. Kelas turbellaria (cacing berambut getar)
  2. Kelas trematoda (cacing isap)
  3. Kelas cestroda (cacing pita)


 Filum Mollusca (hewan lunak)

Sesuai dengan namanya, hewan lunak mempunyai tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, mempunyai sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran

Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas;

  1. Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram)
  2. Kelas gastropoda (golongan siput)
  3. Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi)
  4. Kelas amphineura


Filum enchinodermata (hewan berkulit duri)

Kata di atas berasal dari bahasa Yunani echimos (landak) dan derma (kulit) semua hewan yang termasuk filum echinodermata biasanya hidup di laut, bentuk tubuhnya simetris radial (sisi tubuh melingkar sama). Mempunyai sistem ameudakral (sistem pompa air). Rangka dalam berkapur dan memiliki banyak duri yang menonjol. Daya generasinya amat besar.

Filum enchinodermata terdiri dari 5 kelas yaitu:

  1. Kelas bintang laut (asteroidal)
  2. Kelas landak laut (echinoidal)
  3. Kelas bintang laut (opiuroidal)
  4. Kelas lilin laut (crinoidal)
  5. Kelas teripong (holothuroidae)

Filum Antropoda

Filum ini mempunyai Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain. Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia. Antropoda mempunyai peredaran darah, tetapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannya lama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk).

Filum antropoda terdiri atas:

  1. Kelas serangga (insecta)
  2. Kelas laba-laba (arachoidae)
  3. Kelas udang-udangan (erustacea)
  4. Kelas lipan (mynapoda)




Artikel Menarik lainnya :