Doktrin Aliran Jabariah

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Doktrin Aliran Jabariah - Menurut asy-syahratsani, jabariyah dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :

a.    Jabariyah Ekstrim

Doktrin Jabariyah ekstrim adalah segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri, tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya sendiri . Misalnya , kalau seorang pencuri , perbuatan mencuri bukanllah  terjadi atas kehendaknya sendiri akan tetapi timbul karena qadha dan qadar tuhan yang menghendaki demikian. Diantara pemuka jabariyah ekstrim adalah:


1.    Paham Jahm yang ada kaitannya dengan persoalan teologi adalah:
  • Manusia tidak mampu untuk berbuat apa-apa.ia tidak mempumyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan.
  • Surga dan neraka tidak kekal. Tidak ada yang kekal selain tuhan.
  • Iman dan ma’rifat atau membenarkan dengan hati. Dalam hal ini, pendapatnya sama dengan konsep iman yang dimajukan kaum mur’jiah.
  • Kalam tuhan adalah makhluk. Allah mah asuci dari segala sifat dan keserupaan dengan manusia seperti berbicara, mendengar dan melihat. Begitu pula tuhan tidak dapat dilihat dengan indra diakhirat kelak. 


2.    Paham Ja‘ad adalah:
  • Al-Quran adalah mahluk. Oleh karena, dia baru. Sesuatu yang baru itu tidak dapat disifatkan kepada allah
  • Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan mahluk, seperti berbigara, melihat dan mendengar.
  • Manusia terpaksa oleh allah dalam segala-galanya.


b.    Jabariyah Moderat

Jabariyah moderat  mengatakan bahwa tuhan memang menciptakan perbuatan manusia, baik perbuatan jahat maupun perbuatan baik, tetapi manusia mempunyai bagian-bagian di dalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya . inilah yang dimakud dengan kasab . Menurut faham kasab, manusia tidaklah majbur (dipaksa oleh tuhan), tidak seperi wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan tuhan.

1.    Pendapat An-Najjar (wafat : 230 H) diantara pendapatnya dari Jabariah Moderat dari golongan Jabariah Moderat adalah :
  • Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia menganbil bagian atau peranan dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu. Dengan demikian manusia dalam pandangan an-Najjar tidak lagi seperti wayang yang gerakannya  bergantung kepada dalang, sebagai tenaga yang diciptakan tuhan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujdkan perbuatan-perbutannya.
  • Tuhan tidak dapat dilihat diakhirat. Akan tetapi , an-Najjar menyatakan bahwa tuhan dapat saja memindahkan potensi hai (ma’rifat) pada mata sehingga manusia dapat melihat.

2.    Pendapat Adh-Dhirar tentang perbuatan manusia sama dengan husain An-Najjar, yakni :
  •  Perbuatan manusia dapat ditimbulkan oleh dua pelaku secara bersamaan, artinya perbuatan manusia tidak hanya ditimbulkan oleh tuhan, tetapi juga oleh manusia.itu sendiri. Manusia turut berperan dalam mewujudkan perbutan-perbuatannya.
  • Mengenai ru’yat tuhan diakhirat, bahwa Tuhan dapat dilihat diakhirat melalui indra keenam . 
  • Hujjah yang dapat diterima setelah nabi adalah ijtihad. Hadist ahad tidak dapat dijadikan sumber dalam menetapkan hukum .
    
Telaah pemikiran tentang perbuatan Tuhan dan Manusia menurut paham Jabariah, dari gambaran diatas penulis memberikan analisis bahwa siapakah yang melakukan, Manusia atau Tuhan ? pernyataan inilah yang menjadi perdebatan di dalam teologi islam perdebatan itulah yang nelahirkan paham ini. Menurut paham Jabariah, perbuatan Jabariah pada dasarnya bukan manusia melakukannya, tetapi Tuhan.
   
Manusia tidak berdaya atas perbuatannya. Kalaupun ada di dalam diri manusia untuk berbuat, maka daya tersebut tidak efektif. Yang efektif adalah daya Tuhan yang menentukan perbuatan manusia. Jadi menurut paham ini bisa dikatakan posisi manusia jabariah dengan perbuatannya, digambarkan bagaikan kapas yang melayang menurut arah mata angin saja atau bagai wayang yang berlakon, tetapi lakon itu sepenuhnya oleh dalang. Doktrin Aliran Jabariah


Artikel Menarik lainnya :