Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Aliran Jabariyah

Aliran Jabariyah - Tuhan adalah pencipta alam semesta, termasuuk didalamnya manusia itu sendiri, selanjutnya Tuhan bersipat Mahakuasa dan mempunyai kehendak yang bersifat mutlak. Disini timbulah pertanyaan sampai dimanakah manusia sebagai ciptan Tuhan, bergantung pada kehendak dan kekuasan mutlak Tuhan dalam menentukan perjalanaan hidupnya ?. Diberikah manusia kemerdekaan dalam menentukan perjalaan hidupnya ?. Ataukah manusia trikat seluruhnya pada kehendak dan kekuasaan mutlak Tuhan ?. pertanyaan seperti inilah yang menibulkan paham Jabariah.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai asal usul kemunculan dan perkembangan jabariah, perlu dijelaskan siapa sebenarnya yang melahirkan dan menyebarluaskan faham al-Jabar serta dalam situasi apa paham ini muncul.

Paham al-jabar pertama kali dperkenalkan oleh Ja’d bin Dirham kemudian  disebarkan oleh Jahm bin Shafwan khurasan. Dalam sejarah teologi Islam, Jahm tercatat sebagai tokoh yang mendirikan aliran Jahmiyah dala kalangan Murji’ah. Ia duduk sebagai sekertaris Suraih bin Al-Haris dan menemninya dalam gerakan melawan kekuasan Bani Umayah. Namun , dalam perkembangannya, paham al-jabar tiidak hanya dibawa oleh kedua tokoh diatas saja . masih banyak tokoh lain yang berjasa dalam mengembangkan paham ini, diantaanya Al-Husaini bin Muhammad Al-Najir dan Ja’d bin Dinar.

Kemunculan paham Al-Jabariyah ini, para ahli sejarah pemikiran mengkaji mengenainya melalui pendekatan geokultural bangsa Arab. Diantara ahli yang dimaksud adalah Ahmad Amin. Ia menggambarkan bahwa kehidupan bangsa Arab yang dukungkung oleh digurun pasir sahara memberikan pengaruh besar terhadap cara hidup mreka. Ketergantungan mereka kepad alam sahara yang ganas teleh memunculkan sikap penyerahan diri terhadap alam.

Lebih lanjut Harun Nasution memjelaskan bahwa dalam situasi demikian , masyarakat Arab tidak melihat jalan untuk mengubah keadaan sekeliling mereka sesuai dengan keiniginan mereka sendiri. Mereka msrasa  lemah dalam menghadapi kesukaran-kesukaran hidup. Akhirnya, mereka banyak bergantung pada kehendah alam. Hal ini membawa mereka kepada sikap fatalisme.


Sebenarnya benih-benih Al-Jabar sudah muncul jauh.terlihat dalam sejarah;
  • suatu ketika Nabi menjumpai para sahabatnya yang sedang bertengkar dalam masalah takdir tuhan. Nabi melarang mereka untuk memperdebatkan persoalan tersebut , agar terhindar kekeliruan penafsuran tentang ayat-ayat tuhan mengenai takdir.
  • Khalifah Umar bin Khatab pernah menagkap seorang yang ketahuan mencuri. Ketika diintrogasi pencuri berkata “ tuhan telah menentukan aku mencuri.” Mendengar ucapan itu, umar marah sekali dan menggap orang itu  telah berdusta kepada allah oleh karena itu , um ar memberikan 2 jenis hukuman kepada pencuri itu, pertama hukum potong tangan karena mencuri. Kedua, hukuman dera karena menggunakan dalil takdir.
  • Khalifah ali bin abi thalib sesuai dengan perang siffin ditanya oleh seorang yang tua tentang qadar tuhan dalam kaitannya dengan pahala dan siksa. Oarang tua itu bertanya.”; dalam perjalanan (menuju perang siffin) itu terjadi dengan qadha qadar tuhan , tidak ada pahala bagi balasannya/” ali menjelaskan bahwa qadar tuhan bukablah paksaan tuhan, ada pahalpa dan siksa sebagai balasan amal perbuatan manusia. Sekiranya qadha dan qadar itu merupakan paksaan, batallah pahala dan siksa, gugr pulalah makna janji tuhan dan anacaman tuhan , serta tidak ada celaan allah atas pelaku dosa dan pujian-Nya bagi orang-orang baik
  • Pada pemerintahan daulat bani Umayyah , pandangan tentang al-jabar semakin mencuat kepermukaan. Abbullah bin Abbas melalui suratnya, memberikan reaksi keras kepada penduduk Syiria yang diduga berpaham  Jabariyah.

Paparan diatas menjelaskan bibit paham Al-Jabar muncul sejak awal periode islam. Berkaitan dengan munculnya paham ini ada yang mengatakan bahwa kemunculannya diakibatkan oleh pengaruh besar  pemikiran asing, yaitu pengaruh agama yahudi bermahzab Qurra dan agama kristen bermahzab Yacobit . Namun tanpa pengaruh asing itu, faham Al-Jabar  akan muncul juga dikalangan umat islam. Didalam Al-Quran sendiri terdapat  ayat-ayat yang dapat menimbulkan faham ini, misalnya:



Untuk lebih lengkap makalah Aliran Jabariyah silakan klik dibawah ini!!!