Sistem Ekonomi Dan Penggunaan Pembelajaran Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Materi Pembelajaran Ekonomi

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Sistem Ekonomi Dan Penggunaan Pembelajaran Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Materi Pembelajaran Ekonomi

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar  Belakang

Menghadapi pesatnya persaingan pendidikan di era global ini, semua pihak perlu menyamakan pemikiran dan sikap untuk mengedepankan peningkatan mutu pendidikan. Pihak-pihak yang ikut meningkatkan mutu pendidikan adalah pemerintah, stakeholder, kalangan pendidik serta semua subsistem bidang pendidikan yang harus berpartisipasi mengejar ketertinggalan maupun meningkatkan prestasi yang telah diraih. Guru menjadi mata rantai terpenting yang menghubungkan antara pengajaran dengan harapan akan masa depan pendidikan di sekolah yang lebih baik.

Permasalahan guru di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan masalah mutu profesionalisme guru yang masih belum memadai dan jelas hal ini ikut menentukan mutu pendidikan nasional. Aspek yang terkait berupa kesejahteraan, kualifikasi, pembinaan, perlindungan profesi, dan administrasinya” (Purwanto, 2004). 

Berbicara tentang profesional guru sangat komprehensif. Profesi guru harus dilihat dari kemampuan menguasai kurikulum, materi pembelajaran, teknik dan metode pembelajaran, kemampuan mengelola kelas, sikap komitmen pada tugas, harus dapat menjaga kode etik profesi, di sekolah ia harus menjadi "manusia model" yang akan ditiru siswanya, di masyarakat menjadi tauladan. Guru dinyatakan profesional, yaitu : Pertama, memiliki komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Kedua, secara mendalam menguasai bahan ajar dan cara mengajarkan. Ketiga, bertanggung jawab memantau kemampuan belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Keempat, mampu berpikir sistematis dalam melakukan tugas dan kelima, seyogianya menjadi bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya”( Ruspendi, 2004).

Guru juga dituntut untuk mereformasi pendidikan, bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-sumber belajar di luar sekolah, perombakan struktural hubungan antara guru dan murid, seperti layaknya hubungan pertemanan, penggunaan teknologi modern dan penguasaan iptek, kerja sama dengan teman sejawat antar sekolah, serta kerja sama dengan komunitas lingkungannya (Ruspendi: 2004).

Guru sekarang, harus menguasai kemampuan akademik, pedagogik, sosial dan budaya, teknologi informasi, mampu berpikir kritis, mengikuti dan tanggap terhadap setiap perubahan serta mampu menyelesaikan masalah. Guru tidak hanya datang ke sekolah melulu untuk mengajar saja sebagai tugas rutinitas dan kemampuan untuk mengelola kelas saja juga tidak cukup lagi. Tetapi, guru diharapkan dapat menjadi pemimpin dan sebagai agen perubahan yang mampu mempersiapkan anak didik agar siap menghadapi tantangan perubahan global dan era informasi di luar sekolah (Naniek Satijadi: 2004).

Guru akan berhadapan dengan persoalan yang serius yaitu sekolah akan berubah dari format kelas menjadi selolah bersama dalam satu kota, sekolah bersama dalam satu negara, bahkan bersama di dunia atau sekolah global. Maka, dapat dikatakan dengan kemajuan teknologi informasi, sekolah bersama yang diikuti oleh siswa dalam jumlah besar tersebut dapat terlaksana. Indikator ini, terbukti dengan kemajuan teknologi informasi dewasa ini sudah mampu meraih semua titik yang terpencil sekalipun dan masyarakat mulai belajar serta mendapatkan informasi dan ilmu dari berbagai sumber seperti radio, televisi, komputer internet, media masa dan media yang lain. Sekolah sebagai institusi pendidikan mungkin akan tergeser perannya dan sudah tidak menjadi sumber informasi satu-satunya, bahkan bukan lagi menjadi pencetus sumber informasi yang mutakhir.
Kata kuncinya adalah harus berubah, karena apabila tanpa adanya kesadaran untuk malakukan perubahan, perkembangan kemajuan dunia akan menjadi ancaman untuk menjadikan sekolah sebagai lembaga usang (Surakhmad, 2002). 

Kondisi pembelajar yang disebutkan di atas akan berpengaruh pada rutinitas kehadiran guru secara fisik di kelas. Artinya, kehadiran guru secara fisik dalam ruangan yang di sebut kelas, mungkin tidak lagi menjadi keharusan dan yang menjadi keharusan adalah adanya perhatian dan aktivitas secara mandiri terhadap sesuatu persoalan yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi interaktif. Sejalan dengan perubahan format belajar klasikal ke belajar bersama secara global tapi mandiri tersebut, dapat dipastikan bahwa peran guru juga akan berubah.

Kemampuan-kemampuan yang selama ini harus dikuasai guru juga akan lebih dituntut aktualisasinya. Misalnya saja, kemampuannya dalam merencanakan pembelajaran dan merumuskan tujuan, mengelola kegiatan individu, menggunakan multi metoda, dan memanfaatkan media, berkomunikasi interaktif dengan baik, memotivasi dan memberikan respons, melibatkan siswa dalam aktivitas, mengadakan penyesuaian dengan kondisi siswa, melaksanakan dan mengelola pembelajaran, menguasai materi pelajaran, memperbaiki dan mengevaluasi pembelajaran, memberikan bimbingan, berinteraksi dengan sejawat dan bertanggungjawab kepada konstituen serta, mampu melaksanakan penelitian (Purwanto, 2004). 



B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan dalam penelitian ini adalah :

  • Bagaimanakah sistem ekonomi sebagai materi belajar siswa kelas VII SMPN 4 Bayan?
  • Apakah metode belajar kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pembelajaran ekonomi siswa kelas VII SMPN 4 Bayan?


C.     Ruang Lingkup Penelitian

Adapun  lingkup penelitian dalam proposal penelitian ini adalah terbatas pada siswa kelas VII SMPN 4 Bayan dalam mempelajari materi pembelajaran  ekonomi


D.    Peristilahan

Untuk menghilangkan kesalah pahaman dari istilah-istilah yang terdapat pada judul di atas, penulis akan menjelaskan istilah-istilah tersebut sebagai berikut:

1. Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan yang berdampak pada kehidupan masyarakat baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Adapun jenis-jenis sistem ekonomi adalah sebagai berikut :

 

Dalam sistem ekonomi tradisional kegiatan ekonomi masih menggunakan tradisi turun-temurun yang berlaku dalam suatu masyarakat dan telah menjadi nilai budaya setempat. (Kardiman, 2006 : 78).

b.    Sistem Ekonomi terpusat

Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah  (Kardiman, 2006 : 79)

c.    Sistem ekonomi liberal

Sistem ekonomi liberat disebut juga ekonomi pasar, yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi (Sardiman, 2006 : 80).

d.    Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar (Sardiman, 2006 : 80)
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada empat jenis sistem ekonomi yang berkembang di Indonesia yang masing-masing memiliki pengertian dan ciri khas tersendiri.


2.  Pembelajaran Kerja Kelompok

Pembelajaran kelompok adalah ”pembelajaran yang dicirikan oleh struktur tugas, tujuan dan penghargaan kooperatif, dimana siswa bekerja dalam situasi pembelajaran didorong atau dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasi usahanya untuk menyelesaikan tugasnya” (Ibrahim, 2000: 5-6).

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kerja kelompok adalah suatu jenis pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh untuk meningkatkan prestasi belajar melalui tanya jawab dan diskusi antar sesama anggota kelompok.

3. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar” (Djamarah, 1994: 23).

Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang diperoleh siswa kelas VII SMPN 4 Bayan pada materi pembelajaran ekonomi setelah digunakan metode pembelajaran kerja kelompok.

 E. Tujuan Penelitian

Bertitik tolak dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

  • Untuk mengetahuai sistem ekonomi sebagai materi belajar siswa kelas VII SMPN 4 Bayan
  • Untuk mengetahuai apakah metode belajar kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pembelajaran ekonomi siswa kelas VII SMPN 4 Bayan?


F.  Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini terdiri dari manfaat teoritis dan manfaat praktis.

1. Manfaat Teoritis

  1. Dari hasil penelitian diharapkan dapat memperoleh khasanah ilmu pengetahuan pada umumnya dan khususnya pada bidang pendidikan ekonomi.
  2. Dapat kiranya sebagai sumber informasi bagi peneliti lain yang akan mengkaji secara mendalam permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan tingkat penguasaan bidang ekonomi termasuk pelajaran ekonomi.


Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada guru-guru mata pelajaran ekonomi khususnya kelas VII untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan lebih efektif dan efisien dengan menyesuaikan bahan ajaran dengan kemampuan yang ada pada diri siswa khususnya pada pelajaran ekonomi.



Untuk lebih lengkap SKRIPSI nya silahkan anda klik di bawah ini!!! Sistem Ekonomi Dan Penggunaan Pembelajaran Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Materi Pembelajaran Ekonomi
Download disini !!!


Artikel Menarik lainnya :