Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Antara Yang Menerapkan Dengan Yang Tidak Menerapkanpembelajaran Model Kooperatif Tipe STAD Pada Mata Pelajaran Matematika

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB  I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Matematika adalah salah satu dari sekian banyak cabang ilmu pengetahuan yang berperan dalam perubahan zaman. Matematika telah banyak memberi sumbangsih terhadap perkembangan IPA dan terciptanya tekhnologi modern. Karena penemuan yang sangat menakjubkan dengan menggunakan matematika sebagai alatnya, maka dari itu matematika telah menjadi landasan yang sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran yang mendapat prioritas untuk dikembangkan, karena matematika merupakan sarana umtuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak yang beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit dan cukup berat untuk dikuasai. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika serta metode yang digunakan oleh guru dalam proses belajar dan mengajar matematika kurang tepat, sehingga siswa sulit dalam proses belajar matematika. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar.

Dalam mengajarkan suatu mata pelajaran, khusus mata pelajaran matematika dibutuhkan strategi, pendekatan, dan model belajar mengajar yang sesuai. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat memilih metode yang tepat guna mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.

Metode mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar terutama pada pelajaran matematika. Kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh kerelevansian penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan suatu metode yang tepat                (Djamarah, 2006: 3).

Dalam menghadapi keadaan tersebut, guru memiliki peranan dan tanggung jawab yang sangat besar dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Namun pencapaian tujuan pembelajaran juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah model pembelajaran yang digunakan. Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam rangka meningkatkan prestasi belajar khususnya untuk memacu penguasaan materi pelajaran dijenjang SMU/MA, perlu adanya penyempurnaan proses belajar mengajar dan metode pembelajaran, khususnya pada pelajaran matematika agar dapat diperoleh hasil belajar yang lebih baik.

Sebagai ilmu dasar matematika seharusnya yang menjadi salah satu pelajaran yag diminati dan disenangi siswa. Namun kenyataan seperti terdapat pada tabel hasil nilai rata-rata UAS pokok bahasan turunan semester II siswa kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2006/2007 menunjukkkan bahwa rata-rata siswa kurang memiliki minat dan motivasi terhadap pelajaran matematika. Kenyataan ini terlihat dari nilai rata-rata UAS pokok bahasan turunan semester II siswa kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2006/2007 sebagaimana hasil observasi awal sebagai berikut :

Tabel 01. Data hasil nilai rata-rata UAS pokok bahasan turunan semester II siswa kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2006/2007.

No    Kelas    Materi    Tahun ajaran
2005/ 2006
            Rata-rata    Ketuntasan
1    XI IPA 1    Turunan    6,5    55%
2    XI IPA 2    Turunan    6,0    51%
Sumber : (Arsip Guru Matematika kelas XI IPA MAN I Kota Bima  tahun ajaran 2006/2007)

Dari data diatas, menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada pokok bahasan turunan, memiliki persentase ketuntasan yang rendah, artinya menunjukkan prestasi belajar pada pelajaran matematika masih sangat rendah dan jauh dari ketuntasan, dimana syarat ketuntasan klasikal dalam belajar  untuk setiap pokok bahasan adalah   85% (Depdikbud, 1999).

Berdasarkan hasil wawancara dari guru matematika yang mengajar dikelas XI IPA MAN I Kota Bima, bahwa minat dan perhatian siswa mengikuti kegiatan pembelajaran matematika masih kurang. Oleh sebab itu, melalui penelitian ini peneliti mencoba menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD agar siswa betul-betul memperhatikan dan mendalami pelajaran yang diajarkan, terutama pelajaran matematika.

Berdasarkan paparan diatas, maka penulis tertarik untuk mencoba menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD dan ingin melakukan penelitian tentang “ Perbedaan prestasi belajar siswa antara yang menerapkan dengan tidak menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran matematika semester II siswa kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2007/2008 .”

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “ Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa antara yang  menerapkan dengan yang tidak menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran matematika siswa semester II kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2007/ 2008”.

C.    Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa antara yang menerapkan dengan yang tidak menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran matematika siswa semester II kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2007/ 2008.
D.    Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini adalah :

 
1.    Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai pengaruh penerapan pembelajaran model kooperatif tipe STAD terhadap prestasi belajar siswa.

2.    Kegunaan Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dan masukan bagi guru dalam memberikan atau menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika.
 
E.    Hipotesis Penelitian

Hipotesis yang dibuat peneliti untuk mengarahkan penelitian ini adalah sebagai berikut: “ Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara yang menerapkan dengan yang tidak menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada pelajaran matematika siswa semester II kelas XI IPA MAN I Kota Bima tahun ajaran 2007/ 2008”.

F.    Penegasan Istilah

Untuk menghindari terjadi kesalah pahaman terhadap makna judul dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan istilah-istilah sebagai berikut :
1.    Perbedaan

Menurut pengertian dalam kamus bahasa indonesia kata “perbedaan” berasal dari kata “beda” yang berarti “selisih” atau tidak sama. Sedangkan menurut Adi (2001: 79) perbedaan adalah sesuatu yang membuat berlainan (tidak sama) antara dua hal. Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan adalah sesuatu hal atau cara yang berlainan (tidak sama).

Berdasarkan uraian diatas, bahwa perbedaan dalam penelitian ini adalah membandingkan prestasi belajar siswa antara yang menerapkan dengan tidak menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada pelajaran matematika.
2.    Pembelajaran Model Kooperatif  Tipe STAD

Pembelajaran model kooperatif tipe STAD berasal dari dua kata yaitu: pembelajaran kooperatif dan STAD. Pembelajaran kooperatif    adalah ”pembelajaran yang dicirikan oleh struktur tugas, tujuan dan penghargaan kooperatif, dimana siswa bekerja dalam situasi pembelajaran didorong atau dikehendaki untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasi usahanya untuk menyelesaikan tugasnya” (Ibrahim, 2000: 5-6). Sedangkan STAD menurut Arindawati (2004: 83) pembelajaran kooperatif  adalah ”salah satu model pembelajaran kooperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen.”

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model kooperatif tipe STAD adalah suatu model pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh untuk meningkatkan prestasi belajar melalui tanya jawab dan diskusi antar sesama anggota tim.

Dalam penelitian ini, pembelajaran model kooperatif tipe STAD yang dimaksud adalah pembelajaran yang membandingkan antara prestasi belajar siswa yang menerapkan dengan tidak menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada pelajaran matematika serta bagaimanakah memotivasi siswa dalam kelompoknya agar mereka dapat saling mendorong dan membantu satu sama lain dalam menguasai materi yang disampaikan oleh guru. 
3.    Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yakni “ prestasi dan belajar ”. Prestasi adalah” hasil dari suatu kegiatan yang dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok” (Djamarah, 1994 : 10). Sedangkan belajar adalah “ suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan”  (Slameto, 2003: 2).

Berdasarkan pengertian diatas, yang dimaksud prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa dalam proses belajar. sedangkan prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang diperoleh siswa semester II kelas XI IPA setelah melalui usaha pemberian pembelajaran model kooperatif tipe STAD pada proses belajar matematika dan dapat juga dilihat dari hasil pos- tes siswa semester II kelas XI  IPA MAN I Kota Bima yang diadakan diakhir atau setelah proses belajar mengajar matematika pada satu sub pokok bahasan yaitu : fungsi komposisi dan fungsi invers. 


Artikel Menarik lainnya :