Penggunaan Lembar Kerja Siswa (Lks) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Persamaan Dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Suyitno, 2004 : 1). Agar tujuan pengajaran dapat   tercapai, guru harus mampu mengorganisir semua komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis (Suhito, (2002 : 12) dalam http://www.mathematic.transdigid.com)


Kegiatan belajar-mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar, media dan evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti; perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya (Adrian, 2004 dalam http://re-searchengines.com).

Yatim (2006 : 11) mengatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang mendiskripsikan kemampuan apa yang dapat dilakukan siswa setelah menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran. Tujuan ini mendiskripsikan pencapaian hasil belajar. Ini tidak berarti bahwa hasil belajar-hasil belajar yang disebutkan itu merupakan satu-satunya yang diperoleh siswa dalam mempelajari sesuatu dalam proses pembelajaran.

Untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah  dapat dilihat dari adanya peningkatan mutu pembelajaran, terutama pada mata pelajaran matematika. Matematika merupakan  suatu mata pelajaran yang mendapat perioritas untuk dikembangkan, karena matematika merupakan sarana untuk  memecahkan masalah sehari-hari. Seperti yang dikatakan Tambunan dalam Karso, dkk (2006 : 1.43) mengatakan bahwa matematika adalah angka-angka perhitungan yang merupakan bagian dari hidup manusia. Matematika menolong manusia memperkirakan secara eksak berbagai ide  dan kesimpulan.

Matematika sangat berguna bagi kehidupan manusia akan tetapi banyak peserta didik yang beranggapan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit, yang hanya dapat dikuasai oleh siswa yang pintar saja (Ulfa Nurhidayati, 2002 dalam http://digilib.itb.ac.id). Hal tersebut terjadi karena kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, metode yang digunakan kurang bervariasi, dan sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit tumbuh dan pola belajar cendrung menghafal dan mekanistis (Direktorat PLP, 2002 dalam Rachmadi, 2002 : 1)

Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan ibu Sadrahwati (guru kelas VII M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat), bahwa guru masih menerapkan pembelajaran konvensional/klasikal. Pengajaran konvensional adalah pengajaran yang dilaksanakan pada sekelas murid secara langsung, dalam pembelajaran ini siswa cendrung bersikap pasif dan reseptif, sedangkan guru cendrung berperan dominan (Soenarwan : 25-27).

Hal ini berimplikasi terhadap hasil belajar matematika pada umumnya, dengan melihat data tentang prestasi belajar  matematika siswa kelas VII M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat berdasarkan nilai raport pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel tahun pelajaran 2006/2007. (Wawancara, Sadrahwati, Guru Kelas VII, tanggal 20 Desember 2007)

Tabel 1.1 :   Nilai Rata-Rata Semester Ganjil Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas VII M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat Tahun Pelajaran 2007/2008




Kelas
Nilai rata-rata pada mata
pelajaran matematika
VII.A
VII.B
VII.C
5,8
6,2
6,7

             Sumber :  Daftar Nilai Semester Ganjil Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas VII M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat Tahun Pelajaran 2007/2008 (dikutip tanggal, 05 Desember 2007).


Dengan melihat rendahnya nilai rata-rata siswa semester ganjil pada mata pelajaran matematika tersebut, maka penelitian ini perlu dilakukan di kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pelajaran 2007/2008. Selain itu berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas VII M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat pada tahun ajaran 2006/2007, bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi pada proses belajar mengajar berlangsung, yaitu kurang aktifnya siswa bertanya, siswa kurang mandiri dalam mengerjakan latihan, motivasi siswa kurang dalam mempelajari matematika, kebanyakan siswa kurang memahami konsep dasar, dan kenakalan siswa. (Wawancara, Sadrahwati, Guru Kelas VII, tanggal 03 Januari 2008)

Guru matematika kelas VII M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswanya dengan cara, meningkatkan frekuensi tugas, mengadakan remedial, dan memberikan nilai tambahan bagi siswa aktif dalam pembelajaran. Namun dari usaha tersebut belum mampu memberikan hasil yang optimal.

Guru harus lebih kreatif untuk menyampaikan pelajaran yang membuat siswa lebih cepat paham, mengerti lebih-lebih dapat menguasai pelajaran matematika. Salah satu cara adalah dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). “LKS” merupakan lembar kerja bagi siswa baik dalam kegiatan intrakulrikuler maupun ekstrakurikuler untuk mempermudah pemahaman terhadap materi pelajaran yang didapat. (Azhar, 1993 : 78).

LKS dapat membantu guru dalam pemberian tugas kepada siswa secara terorganisir. Sedangkan bagi siswa, LKS bermanfaat sebagai pemandu dalam melakukan dan mengerjakan soal-soal persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.



B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan pernyataan dalam latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah : Apakah Penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-A M.Ts Annajah sesela Lombok Barat tahun pelajaran 2007/2008 pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel ?



C.    Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : “Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pelajaran 2007/2008 dengan menggunakan Lembar kerja siswa (LKS) pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.”



D.    Kegunaan Penelitian

Berdasarkan urain di atas, penelitian ini tentunya memiliki kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaat yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :


1)    Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tentang upaya peningkatan prestasi belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dengan menggunakan media Lembar Kerja Siswa (LKS) pada siswa Kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pelajaran 2007/2008.


2)    Manfaat Praktis
 

a.    Bagi siswa

Pelaksanaan penelitian ini dapat membuat siswa lebih berperan aktif dan lebih terampil dalam belajar serta dapat merangsang kemampuan berfikir siswa dalam memecahkan masalah sehingga dapat memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan dalam upaya mengembangkan pengetahuan


b.    Bagi guru

Dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memilih/menyiapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa sesuai dengan yang diharapkan dan juga untuk menumbuh kembangkan potensi belajar siswa khususnya mata pelajaran matematika


c.    Bagi sekolah

Pelaksanaan penelitian ini dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan pembelajaran di dalam kelas berupa peningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan memperbaiki teknik dan metode pembelajaran yang bervariasi.


d.    Bagi Peneliti

Sebagai bahan kajian tentang penggunaan lembar kerja siswa (LKS) dan manfaatnya secara langsung di dalam menuntaskan belajar matematika khususnya pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.



E.    Definisi Operasional

Untuk menghindari adanya salah pemahaman terhadap makna judul dalam penelitian ini, perlu dijelaskan istilah-istilah sebagai berikut :


1.    Penggunaan

Penggunaan dapat diartikan dengan proses, cara, atau perbuatan  memanfaatkan/menggunakan (Sulchan Yasyin, 1997 :196). Jadi penggunaan dalam penelitian ini adalah suatu proses menggunakan LKS dalam pembelajaran.


2.    Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah “lembaran kertas yang intinya berisi informsi dan instruksi dari guru kepada siswa agar dapat mengerjakan sendiri suatu kegiatan belajar melalui praktek atau mengerjakan tugas dan latihan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan untuk mencapai tujuan pengajaran”. Dari Lembar Kerja Siswa (LKS) siswa akan mendapatkan uraian materi, tugas, dan latihan yang berkaitan dengan materi yang diberikan (http://pustaka.ut.ac.id).



3.    Prestasi Belajar

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994 : 19).

Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.


4.    Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan tanda sama dengan (“=”) dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat satu. Bentuk umum persamaan linear satu variabel adalah ax + b = 0 untuk a  0 (Ponco Sujatmiko, 2005 : 141).

Pertidaksamaan linear satu variabel adalah suatu kalimat dengan satu variabel berpangkat satu yang dihubungkan dengan tanda ketidaksamaan diantaranya; kurang dari ditulis  “<”, lebih dari ditulis “>”, kurang dari atau sama dengan ditulis “”, lebih dari atau sama dengan ditulis “”(Ponco Sujatmiko, 2005 : 146).



F.    Hipotesis Penelitian

Menurut Djarwanto (1984 : 13) bahwa “Hipotesis adalah sebuah kesimpulan, tetapi  kesimpulan ini belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis juga merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan. Hipotesis adalah suatu jawaban dengan yang dianggap besar kemungkinannya untuk menjadi jawaban yang benar”.

Sedangkan Suharsimi (1998 : 67) mengatakan bahwa hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti data yang terkumpul.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami bahwa hipotesis adalah suatu jawaban sementara yang harus dibuktikan kebenarannya melalui analisis data-data objektif dan valid.

Adapun hipotesis yang ingin dibuktikan adalah : penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkakan prestasi belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pelajaran 2007/2008.



G.    Lingkup Penelitian

Mengingat terbatasnya kemampuan dan fasilitas yang dimiliki, maka pada penelitian ini terbatas pada hal-hal berikut ini :


1.    Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di siswa kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pembelajaran 2007/2008.


2.    Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pembelajaran 2007/2008.


3.    Obyek Penelitian

Obyek penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar siswa dengan penggunaan media LKS oleh siswa kelas VII-A M.Ts Annajah Sesela Lombok Barat tahun pembelajaran 2007/2008.


Artikel Menarik lainnya :