Pengaruh Pembelajaran Biologi Dengan Menggunakan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) Terhadap Daya Serap Belajar Siswa

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pembuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.


Peristiwa belajar mengajar banyak berakar pada berbagai pandangan sebagaimana telah diungkapkan di atas perkembangan pandangan tentang belajar mengajar tersebut banyak mengalami perubahan sejalan dengan perkembagan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini terbukti dengan adanya pembaruan-pembaruan dalam bidang pendidikan semua ini menimbulkan tantangan bagi guru untuk senantiasa meningkatkan tugas, peranan, dan kompetensinya (Usman, 2002 : 4-6).

Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri, siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadaan alami, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia atau hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang suatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar.

Belajar merupakan suatu proses yang menimbulkan terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau kecakapan. Berhasil atau tidaknya proses pendidikan atau kegiatan belajar mengajar banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya :
  1. Kemampuan guru dalam memberikan pelajaran termasuk di dalamnya penggunaan alat bantu dan pemilihan metode yang tepat serta pendekatan yang dipergunakan di dalam mengajar,
  2. Kemampuan guru dalam disiplin pribadi anak secara langsung akan memberikan pengalaman yang kongkrit serta motivasi belajar, untuk mempertinggi daya serap dan keinginan siswa untuk menjadi biasa di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Bambang (2008) yang menyatakan bahwa pembelajaran IPA masih didominasi oleh penggunaan metode ceramah dan kegiatannya lebih berpusat pada guru. Aktivitas siswa dapat dikatakan hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Guru menjelaskan IPA lainnya sebatas produk dan sedikit proses. Salah satu penyebabnya adalah padatnya materi yang harus dibahas dan diselesaikan berdasarkan kurikulum yang berlaku. 

Padahal dalam pembahasan IPA tidak cukup hanya menekankan pada produk, tetapi yang lebih penting adalah proses untuk membuktikan atau mendapatkan suatu teori atau hukum. Oleh karena itu, alat peraga/praktikum sebagai alat media pendidikan untuk menjelaskan IPA sangat diperlukan. Pembelajaran IPA dengan menggunakan alat peraga sangat efektif untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan YME. 

Tujuan IPA secara umum adalah agar sisiwa memahami konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Memiliki keterampilan tentang alam sekitar untuk mengembangkan pengetahuan tentang proses alam sekitar, mampu menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan gejala alam dan mampu menggunakan teknologi sederhana untuk memecahkan masalah  yang dikemukakan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, guru dalam mengajar dapat menggunakan beberapa metode dan pendekatan. Dalam hal ini, pendekatan yang paling sesuai dengan perkembangan Iptek adalah pendekatan Sains Teknologi Masyarkat (STM), karena pendekatan ini memungkinkan siswa berperan aktif dalam pembelajaran dan dapat menampilkan peranan sains dan teknologi di dalam kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA, guru dapat memulai dengan isu yang dikemukakan oleh siswa yang ada di masyarakat.

Dengan menggunakan pendekatan STM dalam pembelajaran IPA siswa tidak hanya sekedar menerima informasi dari guru saja, karna dalam hal ini guru sebagai motivator dan fasilitator yang mengarahkan siswa agar dapat memberikan saran, berdasarkan hasil pengamatannya di masyarakat.

Pendidikan sains dengan menggunakan pendekatan STM adalah suatu bentuk pengajaran yang tidak hanya menekankan pada penguasaan konsep-konsep sains saja tetapi juga menekankan pada peran sains dan teknologi di dalam berbagai kehidupan masyarakat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap dampak sains dan tekonologi yang terjadi di masyarakat.

Dan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti terlihat bahwa metode dan pendekatan yang digunakan oleh guru mata pelajaran biologi di MTs NW Pengadang masih bersifat konvensional sehingga rata-rata siswa merasa bosan dan kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang mengakibatkan rendahnya daya serap dan prestai belajar siswa.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Efektifitas pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap daya serap belajar pada siswa kelas VIII MTs NW Pengadang Lombok Tengah.

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas,  maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
  1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan sains tekonologi masyarkaat (STM) di kelas VIII MTs NW Pengadang?
  2. Apakah ada pengaruh Pembelajaran Biologi dengan menggunakan pendekatan Sains Tekonologi Masyarakat (STM) terhadap daya serap belajar pada siswa kelas VIII MTs NW Pengadang Lombok Tengah?.


C.    Tujuan Penelitian

Setiap orang yang melakukan penelitian sudah pasti mempunyai tujuan tertentu. Sebab kalau tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka penelitian akan menjadi tidak terarah, juga sulit memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yakni ingin mengetahui: 

  1. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap daya serap belajar
  2. Untuk mengetahui adanya pengaruh pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap daya serap belajar pada siswa kelas VIII MTs NW Pengadang Lombok Tengah.

D.    Kegunaan Penelitian

Kegunaan atau manfaat yang diharapkan dari peneliti ini yaitu kegunaan secara teoritis dan secara praktis.

1.    Secara teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah khazanah dan wawasan keilmuan dalam pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran Biologi dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM)

2.    Secara Praktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru biologi untuk lebih meningkatkan mutu belajar para peserta didiknya di kelas dan dapat pula dijadikan bahan acuan bagi para peneliti selanjutnya untuk meneliti pelaksanaan pembelajaran Biologi dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) yang lebih detail.


E.    Hipotesis

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi Arikunto, 2002 : 64). Ahli lain mengatakan bahwa hipotesis adalah Dugaan sementara yang masih dibuktikan kebenaranya melalui suatu penelitian (Narbuko dan Ahmadi, 2002 : 141). 

Hipotesis merupakan suatu pernyataan yang kedudukannya sangat penting dalam penelitian. Oleh karena itu, peneliti dituntut kemampuannya untuk dapat merumuskan suatu hipotesis dengan jenis Borg dan Gall dalam Suharsimi Arikunto (2002 : 66) mengajukan persyaratan untuk hipotesis sebab : 

  1. Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas
  2. Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan hubungan antara dua variabel atau lebih 
  3. Hipotesis harus didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan.

Suharsimi Arikunto (2002 : 66-67) mengemukakan dua jenis hipotesis yaitu : 
  1. Hipotesis kerja (Alternatif) disingkat Ha. Jadi hipotesis kerja menyatakan adanya perbedaan hubungan antara dua variabel
  2. Hipotesis nol (statistik) disingkat Ho. Hipotesis statistik biasanya dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya hubungan antara dua variabel.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah suatu dugaan atau jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian yang masih dibuktikan kebenarannya melalui suatu penelitian. Dan biasanya oleh karena itu berdasarkan pengertian hipotesis di atas, peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut.
  1. Hipotesis alternatif Ha yang berbunyi : Adanya pengaruh pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan sains teknologi masyarkat (STM) terhadap daya serap belajar pada siswa kelas VIII MTs NW Pengadang Tahun Pelajaran 2007/2008.
  2. Hipotesis Nol (Ho) yang berbunyi : Tidak ada pengaruh pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap daya serap belajar pada siswa kelas VIII MTs NW Pengadang Tahun Pelajaran 2007/2008

F.    Penegasan Istilah

Penegasan istilah diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurang jelasan arti istilah yang digunakan dalam skripsi, khususnya yang berkenaan dengan judul skripsi. Penegasan istilah dimaksudkan untuk memberi kejelasan dan persepsi yang sama terhadap istilah-istilah tertentu yang terdapat atau digunakan dalam judul.

Adapun istilah-istilah yang terdapat dalam judul skripsi ini sebagai berikut.

  1. Pengaruh dalam kamus besar bahasa Indonesia diterangkan bahwa pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak. Kepercayaan atau perbuatan seseorang. (Trisno Yuwono, Pius Abdullah, 1994 : 321). Jadi dari kamus ini, dapat dimengerti bahwa ia dimaksud dengan pengaruh adalah daya kekuatan yang datang dari keadaan sekelilingnya. Berdasarkan pendapat di atas maka yang dimaksud dengan pengaruh dalam penelitian ini adalah ingin melihat daya atau kekuatan yang timbul dari penggunaan pembelajaran biologi dengan menggunakan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap serap belajar pada siswa kelas VIII MTs NW Pengadang Tahun Pelajaran 2007/2008.
  2. Pendidikan sains dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Masyarkat (STM) adalah suatu bentuk pengajaran yang tidak hanya menekankan pada penguasaan konsep-konsep sains saja tetapi juga menekankan pada peran sains dan teknologi di dalam berbagai skill kehidupan masyarakat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap dampak sains dan teknologi yang terjadi di masyarakat. Hidayat (dalam http//deceng.word press.com).
  3. Daya serap adalah kemapuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diterima (Anonim, 1999 : 42).
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan daya serap belajar siswa adalah kemapuan siswa untuk menyerap atau memahami materi pelajaran dengan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM).


Artikel Menarik lainnya :