Pengaruh Kepemimpinan Orang Tua Dalam Keluarga Dan Membentuk Kematangan Diri Siswa

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN


Dalam Bab ini akan diuraikan secara berturut-turut tentang : A) Latar Belakang Masalah, B) Rumusan Masalah, C) Tujuan Penelitian, D) Kegunaan Penelitian, E) Hipotesis Penelitian, F) Asumsi dan Keterbatasan Penelitian, G) Ruang Lingkup Penelitian dan H) Definisi Istilah atau Definisi Operasional Judul.


A. Latar Belakang

Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar bagi pendidikan anak selanjutnya, atau dapat pula dikatakan bahwa keluarga merupakan peletak dasar bagi pendidikan yang pertama dan utama.


Dikatakan demikian karena segala pengetahuan, kecerdasan, intelektual, maupun minat anak diperoleh pertama-tama dari orang tua (keluarga) dan anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu orang tua harus menanamkan nilai-nilai yang sangat diperlukan bagi perkembangan kepribadian anak-anaknya, sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki sifat-sifat kepribadian yang baik pula, seperti tidak cepat marah, tidak cepat emosional mampu beradaptasi dan lain sebagainya.

Berdasarkan suatu pengamatan tidak semua orang tua (keluarga) dalam membimbing anaknya mempunyai suatu pandangan yang sama, tergantung pada bentuk-bentuk kepemimpinan yang diterapkan oleh orang tua dalam keluarga itu sendiri. Secara umum bentuk kepemimpinan orang tua dalam keluarga ada tiga macam yakni demokratis, otoriter dan liberal (laissez faire).

Dalam pelaksanaannya ketiga bentuk kepemimpinan orang tua tersebut memiliki khas/kecerdasan yang dapat memadai apakah kepentingan orang tua tersebut termasuk dalam bentuk kepemimpinan yang demokratis, otoriter ataukah liberal (faissez faire). Sesuai yang dikemukakan dalam buku menuju keluarga Sakinah (Salman, 2000 : 80-81). Bahwa ciri khas/kecenderungan dari masing-masing bentuk kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Kepemimpinan yang demokratis, orang tua menunjukkan perhatian dan kasih sayang, berperan serta dalam kegiatan anak, percaya pada anak, tidak terlalu banyak mengharap dari anak serta memberi dorongan dan nasehat kebijaksanaan pada anak
  • Kepemimpinan yang otoriter, dimana orang tua (keluarga) menuntut kepatuhan mutlak anak, pengawasan ketat terhadap anak dalam segala kegiatannya, memperhatikan hal-hal yang sepele dan banyak mengeritik anak.
  • Kepemimpinan yang liberal (faissez faire), orang tua tidak dapat mengendalikan anaknya, disiplin lemah dan tidak konsisten, anak dibiarkan mengikuti aturan-aturan di rumah serta anak dibiarkan mendominir orang tua (Salam, 2000 : 80-81).

Kepemimpinan orang tua tersebut di atas, tentunya akan membawa dampak yang berbeda-beda terhadap kematangan diri anak-anaknya. Dampak pola asuhan demokratis ini adalah anak memliki kepercayaan diri yang wajar, bersikap optimis, memiliki daya kreatif yang pada akhir berpengaruh positif terhadap kematangan diri anaknya, dampak pola asuhan ototiter ini adalah anak yang tidak aman, kurang percaya diri, mudah ragu dan putus asa, pasif dan tidak bisa berkembang.

Sedangkan dampak pola asuh liberal ini anak masa bodoh, acuh ta’acuh, tidak menghargai orang lain serta tidak memperdulikan keadaan orang lain dan dampaknya tidak baik terhadap pembentukan kematangan diri anak. Oleh karena itu keluarga merupakan yang terdekat membesarkan, mendewasakan dan di dalamnya anak mendapatkan pendidikan yang pertama kali. Orang tua memiliki perananan yang sangat penting dalam perkembangan anaknya.

Lingkungan sekolah misalnya siswa sering melakukan hal-hal yang tidak di ketahui oleh orang tuanya, di rumah seperti kurang hormat kepada guru,tidak mematuhi’mentaati peraturan sekolah, anak yang nakal,dan pergaulan siswa siswi sekarang yang sangat merisaukan pihak sekolah orang tua dan sebagainya.

Karena itu tanggung jawab, perhatian orang tua sangat diperlukan agar dapat membantu anak dalam proses kematangan diri dan proses untuk bisa menemukan jati dirinya. Berdasarkan kenyataan inilah, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang :”Pengaruh Kepemimpinan Orang Tua dalam Keluarga Dengan Pembentukan kematangan Diri Siswa SMP Negeri 13 Mataram tahun pelajaran 2007/2008”



B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: ”Apakah ada pengaruh kepemimpinan orang tua dalam keluarga dengan pembentukan kematangan diri siswa SMP Negeri 13 Mataram tahun pelajaran 2007/2008



C. Tujuan Penelitian

Dari uraian masalah tersebut di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepemimpinan orang tua dalam keluarga dengan pembentukan kematangan diri siswa SMP Negeri 13 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008



D. Manfaat Penelitian

Adapun kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini, baik secara teoritis maupun secara praktis yaitu sebagai berikut :


1. Kegunaan Teoritis

  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan konsep-konsep pendidikan pada umumnya dan konsep-konsep kepemimpinan orang tua pada khususnya
  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga didalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan pada umumnya, dan di bidang bimbingan dan konseling khususnya
  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat merangsang peneliti lain untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang hal-hal yang belum terungkap dalam penelitian ini sebagai bahan pembanding
  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat berguna bagi konselor untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dan upaya membantu para siswa dalam pembentukan kematangan diri.
  • Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi ilmuan di bidang pendidikan umumnya agar dapat mengenal sifat anak-anak untuk diberi bimbingan lebih jauh dan mendalam, sehingga pelayanan yang diberikan diterima oleh siswa


2. Kegunaan Praktis

  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat berguna bagi guru pembimbing untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dalam upaya membatu meningkatkan kematangan diri siswa
  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberi masukkan bagi para orang tua/wali murid dalam upaya menerapkan kepemimpinan yang sesuai dengan keadaan anak dalam upaya membantu menumbuhkan kematangan diri anak.
  • Hasil penelitian ini, diharapkan agar informasi yang diperoleh dapat dijadikan bahan bagi penelitian yang lebih mendalam dalam lingkup yang lebih luas tentang bimbingan dan konseling dalam kaitannya dengan pembentukan kematangan diri siswa.
  • Hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukkan serta bimbingan kepada siswa dalam membantu proses kematangan diri dan memberikan manfaat, pengetahuan, dan pengalaman kerja bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah
  • Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi petugas bimbingan dan konseling guna dalam menerapkan fungsi dan peran sebagai guru konselor.


E. Hipotesis

Buku metodologi penelitian dijelaskan bahwa “Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris” (Suryabrata, 2003 : 21). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa “Hipotesis adalah dugaan sementara yang dijukan peneliti berupa pernyataan-pernyataan untuk diuji kebenarannya” (Winarsanu, 2002 : 10).

Kedua pendapat ahli tersebut, maka yang dimaksud dengan hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara dari permasalahan penelitian yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris. Sehubungan dengan penelitian ini maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut : “Ada Pengaruh Kepemimpinan Orang Tua dalam Keluarga Dengan Pembentukan kematangan Diri Siswa SMP Negeri 13 Mataram tahun pelajaran 2007/2008”



F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian 


a. Asumsi Penelitian

Buku Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik dijelaskan bahwa : ”Asumsi atau anggapan dasar adalah hal yang diyakini kebenaranya oleh peneliti yang harus dirumuskan secara jelas” (Arikunto, 1987 : 59). Sedangkan dalam Buku Pedoman Penyusunan Skripsi (2003 : 14) asumsi adalah anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dalam melaksanakan penelitian”.

Berdasarkan kedua pendapat para ahli tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan asumsi adalah anggapan dasar yang sudah diyakini kebenaranya yang dijadikan pijakan berfikir dalam melaksanakan penelitian. Sehubungan dengan penelitian ini, maka asumsi yang diajukan adalah :


1. Asumsi Teoritik 

  • Setiap orang tua memiliki tipe kepemimpinannya yang berbeda-beda
  • Setiap tipe kepemimpinan akan membawa dampak yang berbeda-beda terhadap pembentukan kematangan diri anak


2. Asumsi metodik


Metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini, diasumsikan dapat mengukung keberhasilan dalam pelaksanaan penelitian. Adapun metode-metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  • Metode penentuan subyek penelitian menggunakan metode statifed proportional random sampling
  • Metode pengumpulan data menggunakan metode angket sebagai metode pelengkap
  • Metode analisis data adalah menggunakan metode analisis koefisien korelasi product moment (rxy).


b. Keterbatasan Penelitian

Mengingat adanya keterbatasan waktu, biaya dan tenaga, maka subyek penelitian ini dibatasi pada siswa kelas I dan II SMP Negeri 13 Mataram, sedangkan obyek penelitian dibatasi pada kepemimpinan orang tua dalam keluarga dan kematangan diri siswa. Karena dari jumlah dan karakteristik yang diteliti harus betul-betul repersentatif (mewakili).



G. Ruang Lingkup Penelitian

Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

- Subyek penelitian adalah siswa kelas I dan II SMP Negeri 13 Mataram tahun pelajaran 2007/2008. sementara kelas III tidak diteliti karena akan menghadapi ujian akhir. 

- Obyek penelitian
  • Kepemimpinan orang tua dalam keluarga yang diteliti adalah kepemimpinan yang demokratis, otoriter dan liberal
  • Kematangan diri yang diteliti adalah kematangan diri dalam hal mampu menerima lingkunganya, mampu berdiri sendiri (mandiri), serius tanggung jawab, toleran, tidak egoistis, selalu gembira, optimistis, memiliki kematangan dan sanggup menerima penderitaan hidup


H. Defenisi Istilah Judul

Agar tidak terjadi kekeliruan dalam penafsiran istilah-istilah yang ada dalam penelitian yang berbunyi : Pengaruh Kepemimpinan Orang Tua dalam Keluarga Dengan Pembentukan kematangan Diri Siswa SMP Negeri 13 Mataram tahun pelajaran 2007/2008, maka perlu dijelaskan beberapa istilah yang dianggap penting yaitu sebagai berikut : 1) Hubungan, 2) Kepemimpinan, 3) Orang tua, 4) keluarga dan, 5) kematangan diri.


1. Hubungan

Buku Metodologi Penelitian dijelaskan bahwa : “Hubungan adalah kaitan/ hubungan antara dua gejala yang berbeda” (Pasaribu, 1989 : 110). Sedangkan Surachmad (1998 : 19) menjelaskan bahwa “hubungan adalah kaitan antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam angka atau garis grafis”.

Kedua pendapat di atas, maka yang dimaksud dengan hubungan adalah adanya kaitan/hubungan antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam angka atau garis grafis. Sehubungan dengan peneliti ini, maka yang dimaksud dengan hubungan adalah kaitan antara dua variabel yakni variabel kepemimpinan orang tua dalam keluarga dengan kematangan diri siswa SMP Negeri 13 Mataram tahun Pelajaran 2007/2008.


2. Kepemimpinan

Kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa :”Kepemimpinan yakni perihal pemimpin, cara memimpin” (Krisdalaksana, dkk : 1996 : 769). Sedangkan menurut Orday Tead seperti yang dikutip oleh Cahyono dalam buku psikologi kependidikan (1984 : 14) dijelaskan bahwa : “Kepemimpinan adalah merupakan kombinasi dari serangkaian perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang lain untuk menjalankan tugas-tugas tertentu”.

Kedua pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah prihal pemimpin atau cara memimpin yang merupakan kombinasi dari serangkaian perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang lain untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Sehubungan dengan penelitian ini, mak ayang dimaksud dengan kepemimpinan adalah perihal pemimpin atau cara memimpin yang dilakukan oleh orang tua dalam suatu keluarga yang berbentuk otoriter, demokratis dan liberal (laissez faire) pada siswa kelas I dan II SMP Negeri 13 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008.


3. Orang Tua

Kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan bahwa “orang tua adalah ayah, ibu kandung, dua orang yang dianggap tua” (Kridalaksana, dkk 1996 : 706). Kartono (1982 : 2) mengatakan bahwa : “orang tua adalah bapak/ibu yang memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk membesarkan anak-anaknya”

Kedua pendapat di atas, maka yang dimaksud dengan orang tua adalah ayah ibu kandung yang memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk membesarkan anak-anaknya. Sehubungan dengan penelitian ini, dimaksud dengan penelitian ini, dimaksud dengan orang tua adalah ayah dan ibu atau wali siswa kelas I dan kelas II SMP Negeri 13 Mataram.


4. Keluarga

Buku menuju keluarga sakinah dijelaskan bahwa :”keluarga adalah sekelompok orang yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak, suami-istri dan anak-anaknya” (Salam, 2000 : 7). Sedangkan Krisdalaksana (1996 : 471) mengatakan bahwa keluarga adalah “Ibu bapak dengan anak-anaknya seisi rumah”.

Kedua pendapat tersebut, maka yang dimaksud dengan keluarga adalah sekelompok orang yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya, seisi rumah. Sehubungan dalam penelitian ini, maka yang dimaksud dengan keluarga adalah sekelompok orang yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anaknya dan seisi rumahnya.


5. Kematangan diri

Buku kesehatan Mental dijelaskan bahwa : “Kematangan diri adalah kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam kepedihan, kesulitan frustasi-frustasi secara efisien (Drajat, 1997 : 25). Sementara Krisdalaksana (1991 : 637) mengatakan bahwa : “kematangan diri adalah perkembangan seseorang yang terlihat dari adanya perasaan penilaian diri dan adanya kemampuan untuk membawa diri secara wajar dalam kelompok/lingkungan sosial”.

Kedua pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan kematangan diri adalah kemampuan seseorang untuk membuat saluran rencana, membawa diri dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa dalam sesuatu atau lingkungan sehingga bisa mengatasi segala macam kepedihan, kesulitan dan frustasi-frustasi secara efisien, sehubungan dengan penelitian ini, maka yang dimaksud dengan kematangan diri adalah kemampuan siswa untuk membuat rencana, membawa diri dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa dalam suatu kelompok atau lingkungan sehingga bisa mengatasi segala macam kepedihan kesulitan dan frustasi-frustasi secara efisien.

Dengan demikian, maka judul skripsi yang berbunyi :”Pengaruh kepemimpinan orang tua dalam keluarga dengan pembentukan kematangan diri siswa SMP Negeri 13 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008, adalah kaitan antara cara-cara memimpin orang tua dalam keluarganya dalam membentuk kemampuan seorang siswa untuk membuat rencana, membawa diri dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa dalam suatu kelompok atau lingkungan sehingga bisa mengatasi segala macam kepedihan, kesulitan dan frustasi-frustasi secara efisien.


Artikel Menarik lainnya :