Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA

Posted by Sanjaya Yasin 2 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

“Pendidikan adalah upaya sadar yang dilaksanakan agar peserta didik atau siswa dapat mencapai tujuan tertentu” (Soedjadi 2002 : 5). Tujuan pendidikan yang dimaksud adalah untuk memberikan rumusan kepada siswa sebgai subyek belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup. 


Karena pendidikan bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermoral, sabar, kompeten, mandiri, rasional, cerdas, kreatif, dan siap menghadapi berbagai macam tantangan zaman sehingga tujuan pemerintah dalam meningkatkann kualitas mutu pendidikan tercapai walaupun secara  signifikan belum menunjukkan hasil yang lebih berarti.

Menurut mulyasa (2002: 3) dijelaskan bahwa pendidikan merupakan wahana dalam meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia perwujudan masyarakat atau bangsa berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidik terutama dalam mempersiapkan pesert didik agar menjdi subyek yang semakin berperan untuk menampakkan keunggulan diri yang tangguh mandiri dan profesional dalam bidang masing-masing.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan oleh pemerintah secara menyeluruh, artinya bersama-sama membangun kualitas pendidikan dengan melibatkan peran serta masyarakat khususnya peran serta orang tua   yang merupakan pendidikan  awal  bagi  seorang anak,  sedangkan salah satu warga sekolah sebagai ujung tombak kegiatan belajar mengajar adalah guru, oleh karena guru sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan menggunakan tehnik mengajar yang bermakna, karena tehnik mengajar merupakan salah satu motor penggerak yang mengaktifkan siswa dalam proses balajar mengajar.

Tehnik mengajar yang bermakna memiliki peranan penting dalam proses balajar mengajar sehingga dapat memberikan semangat, rasa senang dalam belajar siswa yang berdampak pada motivasi untuk berprestasi yang lebih bagus, untuk itu guru dapat memilih dan menentukan pendekatan dan metode yang disesuaikan dengan kemampuan, keadaan siswa serta keadaan sarana dan prasarana  sebagai penunjang  proses belajar mengajar. Salah satu model pendekatan yang dapat ditempuh oleh guru dalam proses belajar mengajar adalam model pendekatan keterampilan proses.
Menurut Djamarah (2005: 88) pembelajaran dengan keterampilan proses “bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak didik memahami, menyadari dan menguasai rangkaian bentuk kegiatan yang berhubungan dengan hasil belajar yang telah dicapai anak didik”. Rangkaian kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan mengamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian dan mengkomunikasikan. 

Sehingga siswa dapat belajar memahami dan mengalami dari apa yang dipelajarinya, kemudian mengkonstruksikan pemahaman itu ke dalam lingkungan nyata sehingga dari perlakukan seperti itu dampak belajar yang selama ini tidak pernah bertahan lama, karena berorientasi pada target penguasaan materi yang sudah ditentukan waktunya dalam kurikulum sehingga terbukti ketidak mampuan siswa dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan jangka panjang belajar hanya diperuntukkan untuk mengingat jangka pendek, tidak mampu memberikan bekal kepada anak untuk dapat memecahkan persoalan dalam lingkungan sebenarnya.

Menurut Diknas dalam Muhsan (2004 : 3 ) anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alami. Belajar akan lebih baik dan bermakna jika anak akan mengalami dari apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbutki berhasil dalam kompetensi menginta jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.

Dengan demikian, hasil belajar yang bermakna adalah jika anak dapat menggunakan apa yang telah dipelajari dengan bebas dan penuh kepercayaan dalam berbagai situasi dan kondisi dalam hidupnya. Hasil belajar tersebut juga benar-benar mengandung arti bagi kehidupan siswa itu sendiri. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses bukan semata-mata untuk mentransformasikan pengetahuan kepada siswa, tetapi apakah siswa benar-benar belajar atau tidak. 

Dalam kondisi seperti ini maka guru dalam mengajar tidak dapat mengikuti satu pola mengajar tertentu yang diikuti secara rutin sehingga dapat menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar mengajar yakni keterampilan proses yang merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata.

Model pembelajaran keterampilan proses harus melibatkan beberapa komponen pokok pembelajaran yang efektif yaitu mengamati, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan, mengukur, memprediksi, dan menyimpulkan”. (Dimiyati, 1999 : 145). Kaitannya dengan hal ini, berdasarkan studi awal peneliti (25 April 2007) bahwa metode ceramah masih menjadi metode yang utama digunakan oleh guru-guru di MTs Negeri 2 Mataram dalam proses belajar mengajar. Khususnya mata pelajaran IPA sehingga siswa tidak dilibatkan secara penuh dalam proses belajar mengajar. Hal ini dibenarkan oleh guru Faizin, S.PdI selaku guru biologi kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram.

Dengan alasan inilah peneliti ingin menerapkan pendekatan keterampilann proses untuk dapat meningkatkan hasil belajara IPA pada siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram dengan judul “Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Meningkatkan Hasil  Belajar IPA Siswa Kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram Tahun Pelajaran 2007/2008”.


B.    Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah dengan menerapkan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar IPA Siswa kelas VIII  MTS Negeri 2 Mataram ?.


C.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah “Untuk mengetahui penerapan ketrampilan proses dalam meningkatkan hasil belajar IPA Siswa kelas VIII MTS Negeri 2 Mataram.


D.    Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian dapat dilihat dari dua segi yaitu secara praktis dan kegunaan secara teoritis.

a.    Kegunaan Secara  Teoritis

Kegunaan secara teoritis, yaitu : 
  1. Membangun minat belajar siswa untuk mengikuti pelajaran sehingga mengubah kedudukannya sebagai subyek dalam proses belajar mengajar.
  2. Untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan keterampilan proses dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram

b.    Kegunaan Secara Praktis

Kegunaan secara praktis yaitu informasi data yang akan diperoleh dalam penelitian ini diharapkan :

  1. Melatih siswa berfikir kritis, mandiri, dan profesional dalam bidangnya sesuai dengan kreatifitas yang dimiliki melalui penerapan pendekatann keterampilan proses sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran IPA khususnya dapat tercapai.
  2. Sebagai bahan acuan tambahan bagi lembaga pendidikan dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram.


E.    Hipotesis

“Hipotesis adalah suatu jawaban sementara terhadap permasalahan pada penelitian” (Arikunto, 2002 : 64), hal yang sama dijelaskan oleh sudjana (2001: 12) bahwa hipotesis adalah jawaban sementara/dugaan sementara terhadap pertanyaan peneliti. secara teoritis dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya, secara praktis hipotesis adalah pernyataan mengenai keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya melalui data yang diperoleh dilapngan.

Jadi hipotesis adalah dugaan sementara yang secara teortis dan praktis diuji kebenarannya di lapangan. Dalam penelitianada duamacam hipotesis yang dapat diajukanoleh peneliti yaitu hipotesis alternatif (Ha) yang mengatakan bahwa ada pengaruh atau hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. sedangkan hipotesis nihil (Ho) adalah kebalikan dari hipotesis alternatif, hipotesis nihil (Ho) mengatakan bahwa tidak adanya pengaruh atau hubungan antara variabel  yang satu dengan variabel yang lainnya.

Adapun hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah hipotesis alternatif (Ha) yaitu pendekatan ketrampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada Siswa kelas VIII MTS Negeri 2 Mataram.


F.    Penegasan Istilah

Untuk menghindari kesalapahaman penafsiran istilah dalam judul ini maka perlu dijelaskan istilah-istilah sebagai berikut:

1.    Penerapan

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia kata penerapan berasal dari kata terap dengan mendapatkan konfiks pe-an menjadi penerapan yang “berarti pemasangan”, pengenaan, perihal “mempraktekkan (kamus umum bahasa Indonesia”, 1984 : 1059). Dari defenisi ini dapat ditarik pengertian bahwa kata penerapan dalam penegasan istilah bermakna menggunakan dan mempraktekkan pendekatan keterampilan proses dalam belajar mengajar IPApada pokok pembahasan pertumbhan dan perkembanga pada siswa kelas VIII MTs Negeri 2  Mataram

Dengan demikian kata penerapan menunjukkan pada seorang guru melakukan praktek pembelajaran dengan metode pendekatan keterampilan proses sehingga nantinya mendapatkan suatu perubahan melalui usaha penerapannya. Perubahan itu dapat berupa hasil belajar dan aktivitas (tingkah laku siswa) dalam hal ini siswa-siswi Kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram.

2.    Pendekatan Keterampilan Proses

“Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan pembelajaran yang menakankan pada proses belajar mengajar yang menuntut aktivitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta dapat menerapkannya dalam  kehidupan sehari-hari” (Mulyasa, 2005 : 99). Pendekatan keterampilan proses terjadi apabila siswa dapat menerapkan dan mengalami apa yang sedang terjadi atau yang dialaminya atau pengalaman sesungguhnya.

Berdasarkan pengertian di atas maka yang dimaksud dengan pendekatan keterampilan proses dalam penegasan istilah ini adalah suatu pendekatan pembelajaran yang semata-mata menekankan pada siswa dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar IPA agar kreatifitas yang adadalam diri siswa dapat dikembangkan seperti keterampilan mengamati, mengkomunikasikan dan menyimpulkan apa yang dilakukannya serta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3.    Hasil Belajar

“Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar” (Sudjana, 2004 : 22). Hasil belajar pada hakekatnya tersirat dalam tujuan pembelajaran oleh karena itu hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuan siswa.

Berdasarkan pengertian di atas maka yang dimaksud dengan hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai dan diperoleh dalam pembelajaran IPA siswa Kelas VIII MTs Negeri 2 Mataram atas dasar  usaha yang diterima melalui pendekatan keterampilan proses yang diterapkan oleh guru sehingga nampak pada diri siswa berupa hasil belajar yang dapat diukur oleh guru melalui pemberian tes kepada siswa berupa tes tulis, perubahan tingkah laku secara kuantitatif dan diharapkan dapat menggunakan apa yang telah dipelajari dapat diterapkan berbagai situasi dan kondisi dalam kehidupan sehari-hari.


Untuk lebih lengkap SKRIPSI nya silahkan anda klik di bawah ini!!!
Download disini !!!

Artikel Menarik lainnya :