Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon

BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang

Kegiatan pembelajaran dituntut untuk menggunakan strategi belajar mengajar dan pendekatan belajar yang sesuai dengan pokok bahasan yang diberikan. Dalam proses pembelajaran siswa dituntut untuk lebih menguasai materi atau konsep dari pokok bahasan yang diberikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berhasil dengan maksimal tanpa didukung adanya peningakatan kualitas pembelajaran. Tujuan umum dalam kegiatan pembelajaran yaitu materi yang diajarkan akan diserap sepenuhnya oleh siswa atau belajar tuntas.

Pendekatan yang digunakan guru saat ini masih didominasi oleh pendekatan eksplositori untuk setiap pokok bahasan yang akan diajarkan. Slameto (2003) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar dan hasil (prestasi) belajar adalah metode pembelajaran yang digunakan guru. Jika metode yang digunakan kurang baik, maka berpengaruh pada belajar yang kurang baik pula. 

Menurut Harry Firman – Liliasari (1997), karakteristik kimia yang abstrak menyebabkan banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar kimia sehingga perlu diadakan peningkatan kualitas pembelajaran khususnya pembelajaran kimia.

Berdasarkan hasil observasi di kelas X SMAN 1 BAYAN Lombok Utara, bahwa proses pembelajaran kimia masih berpusat pada guru dengan pengajaran bersifat verbal, pengajaran yang otoriter serta kurangnya variasi dalam proses belajar mengajar kimia, ditambah lagi penekanan berlebihan pada prestasi individu. Lebih lanjut, dalam pembelajaran kimia siswa tampak pasif, dan merasa bosan karena siswa hanya menerima apa yang diberikan oleh guru, bahkan siswa menjadi takut atau fobia terhadap pelajaran kimia.

Rendahnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran kimia dapat diartikan sebagai kurang efektifnya proses belajar mengajar, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.1 Nilai Rata- rata Ulangan Harian Siswa Pada Pelajaran Kimia Kelas X Semester I 

No
Kelas
Hidrokarbon
Keterangan
1
X-1
52,82
-
2
X-2
53,25
Uji validitas
3
X-3
43,56
Kelas kontrol
4
X-4
35,92
Kelas eksperimen

Berdasarkan Tabel 1.1 di atas kelas X-2 mendapatkan nilai rata-rata tertingi yaitu 53,25 pada pokok bahasan hidrokarbon, sedangkan nilai rata-rata terendah adalah pada kelas X-4.

Hasil observasi peneliti pada SMAN 1 BAYAN  yang terlihat pada nilai tugas dan ulangan blok  bahwa prestasi belajar yang dicapai siswa kelas X-4 pada mata pelajaran kimia khususnya pada pokok bahasan Hidrokarbon  tahun pelajaran 2007/2008 sangat rendah yaitu tingkat ketuntasannya hanya 35,92% yang mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan yaitu 60,00.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Rasid Ridha, S.Pd guru kimia di kelas X SMAN 1 BAYAN, menyatakan bahwa materi yang dianggap sulit  oleh siswa adalah materi hidrokarbon. Hidrokarbon merupakan materi yang memerlukan kecakapan, keterampilan, pengetahuan konsep yang tinggi serta kemampuan berpikir yang kritis dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan materi tersebut, sehingga guru dituntut untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya guna meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.

Berdasarkan uraian di atas, guru dituntut untuk memberikan variasi-variasi dalam proses belajar mengajar, dimana proses pembelajaran berpusat pada siswa, dapat melayani perbedaan individu siswa, dan mengaktifkan siswa dan guru. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw  merupakan model pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa. Dalam proses pembelajaran siswa bekerja secara berkelompok untuk menyelesaikan tugas belajarnya, bersama kelompok ahli siswa membahas topiknya kemudian akan mengajarkannya kepada teman kelompoknya dimana guru pada model ini hanya berperan sebagai fasilitator, sehingga hal ini dapat meningkatkan aktivitas siswa.

Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa akan termotivasi dan merasa bertanggung jawab atas materi yang telah dipelajari karena siswa yang bersangkutan harus menyampaikannya kepada temannya yang lain. Disamping itu nilai siswa menjadi kontribusi nilai kelompok, hal ini dapat memotivasi siswa untuk memberikan sumbangsih berupa nilai yang tinggi kepada kelompoknya, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hikmah (2004: 44) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas dan prestasi belajar siswa. Lebih lanjut untuk membantu guru dan siswa dalam memecahkan masalah ini maka dilakukan pembagian kelas yaitu dengan membagi kelas dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen dimana di kelas eksperimen kita terapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada pokok bahasan hidrokarbon, sedangkan pada kelas kontrol kita terapkan model ceramah.


B.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut “Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan hidrokarbon di kelas X semester II SMAN 1 BAYAN Lombok Utara Tahun Pelajaran 2008/2009”

C.     Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X semester II SMAN 1 BAYAN Lombok Utara tahun pelajaran 2008/2009 khususnya pada pokok bahasan hidrokarbon.

D.     Manfaat Penelitian

-    Manfaat Teoritis:
  • Membantu khasanah ilmu pengetahuan khususnya dalam pembelajaran kimia
  • Terjadinya perangkat pembelajaran yang bercirikan model pembelajaran kooperatif  tipe Jigsaw  untuk pengajar siswa SMAN 1 BAYAN kelas X pada pokok pembahasan hidrokarbon.

-    Manfaat Praktis : 
  • Bagi siswa, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsawi ini dapat melatih siswa untuk berperan lebih aktif dan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep.
  • Bagi guru, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa khususnya pada pokok bahasan hidrokarbon.
  • Bagi peneliti, mendapat pengalaman langsung menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
  •  Bagi sekolah, hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik dalam rangka perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu proses pembelajaran.

Untuk lebihlengkap SKRIPSI nya silakan anda klik di bawah ini!!!
Download disini !!!