Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Penerapan Model Pembelajaran Realistic Matematika Education Pada Pokok Bahasan Soal Cerita Bentuk Pecahan Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

BAB I    
PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Upaya pemerintah untuk mewujudkan tujuan pendidikan di Indonesia dengan mengadakan pembaharuan sistem pendidikan nasional, diantaranya pembaharuan dan penghapusan desentralisasi pendidikan oleh pemerintah.

Pembaharuan sistem pendidikan nasional dilakukan untuk memperbaharui visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional.


Pendidikan nasional mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua Warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.  

Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2006 juga ditegaskan bahwa “tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Pembelajaran matematika akan menuju arah yang benar dan berhasil apabila kita mengetahui karakteristik yang dimiliki matematika itu sendiri. Seperti mata pelajaran yang lain mata pelajaran matematika memiliki karakteristik tersendiri baik ditinjau dari aspek kompetensi yang ingin dicapai, maupun dari aspek materi yang dipelajari untuk menunjang tercapainya kompetensi.

Agar tujuan pengajaran dapat tercapai, guru harus mampu mengorganisir semua komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis. 

Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar, media dan evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, seperti; perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera orang lain baik tutur katanya, motorik dan gaya hidupnya harus dimulai dari berbagai penjelajahan berbagai situasi dan persoalan “dunia riil”

Dalam RME proses belajar mempunyai peranan penting dimana siswa mampu menemukan sendiri konse dan ide matematika, begitu juga dengan soal cerita matematika berbentuk pecahan sangat ditekankan berbagai ilustrasi peserta didik dalam matematika. Untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di suatu sekolah  dapat dilihat dari adanya peningakatan mutu pembelajaran, terutama pada mata pelajaran matematika. Matematika merupakan  suatu mata pelajaran yang mendapat perioritas untuk dikembangkan, karena matematika merupakan sarana untuk  memecahkan masalah sehari-hari. Seperti yang dikatakan Tambunan dalam Karso, dkk (2006 : 1.43) mengatakan bahwa matematika adalah angka-angka perhitungan yang merupakan bagian dari hidup manusia. Matematika menolong manusia memperkirakan secara eksak berbagai ide  dan kesimpulan.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam rangka meningkatkan prestasi belajar khususnya untuk memacu penguasaan materi pelajaran dijenjang SD, SMP dan SMU, perlu adanya penyempurnaan proses belajar mengajar dan metode pembelajaran, khususnya pada pelajaran matematika agar dapat diperoleh hasil belajar yang lebih baik

Senada dengan pendapat di atas, kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita mengakibatkan siswa sekolah dasar kurang terampil dalam menjawab beberapa bentuk soal matematika. Penyebab lainnya dikarenakan adanya guru yang beranggapan bahwa soal cerita matematika merupakan soal-soal penerapan tingkat tinggi, sehingga soal cerita matematika tidak dikembangkan dalam proses pembelajaran dari awal pengembangan konsep. 

Atas dasar ini peneliti mencoba untuk menerapkan satu pendekatan baru yang lebih mengarahkan siswa ke dunia nyata yaitu satu pendekatan yang disebut dengan pendekatan matematika realistik karena pendekatan ini lebih memfokuskan pada kehidupan riil siswa yang membentuk lingkungan belajar yang kondusif karena siswa adalah salah satu faktor pendukung berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) dan peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tentang ”Penerapan Model Pembelajaran Realistik Matematic Education (RME) pada pokok bahasan soal cerita bentuk pecahan  untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V MIN Duman Tahun Pelajaran 2008/2009”



B.    Sasaran Tindakan

Sasaran penelitian merupakan suatu objek penelitian tindakan kelas yang merupakan sesuatu yang aktif dan dapat dikemas aktivitas, bukan objek yang sedang diam dan tanpa gerak
Berdasarkan pengertian di atas yang menjadi sasaran tindakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas V MIN Duman Lombok Barat tahun ajaran 2008/2009.



C.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Penerapan model pembelajaran Realistik Matematic Education (RME) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan soal cerita bentuk pecahan siswa kelas V MIN Duman, Tahun Ajaran 2008/2009”.




D.    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ”Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas V MIN Duman dalam menyelesaikan soal cerita bentuk pecahan dengan menerapkan model pembelajaran Realistik Matematic Education (RME) tahun pelajaran 2008/2009.



E.    Manfaat dan Hasil Penelitian

1.    Manfaat Secara Teoritis

  1. Dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita bentuk pecahan dengan penerapan model pembelajaran Realistic Matematic Education (RME).
  2. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, mengembangkan strategi pembelajaran dan dapat menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pembelajaran terutama pembelajaran matematika Pada Siswa Kelas V MIN Duman, Tahun Ajaran 2008/2009”.


2.    Manfaat secara praktis

Secara praktis penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :

a)    Bagi siswa

Pelaksanaan penelitian ini akan dapat membuat siswa lebih berperan aktif dan lebih terampil dalam belajar serta dapat merangsang kemampuan berfikir siswa dalam memecahkan masalah sehingga dapat memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan dalam upaya mengembangkan pengetahuan.

b)    Bagi guru

Sebagai salah satu pedoman bagi guru dalam menerapkan model pembelajaran Realistic Matematic Education (RME) pada pembelajaran Matematika dan dapat dijadikan sebagai alternatif untuk memilih atau menyiapkan strategi pembelajaran yang bisa meningkatkan pemahaman siswa sesuai dengan yang diharapkan.

c)    Bagi sekolah

Pelaksanaan penelitian ini akan dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan pembelajaran di dalam kelas berupa peningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran yang lain dan memperbaiki teknik dan metode pembelajaran yang bervariasi.

d)    Bagi Peneliti

Sebagai bahan kajian tentang penerapan pembelajaran Realistic Matematic Education (RME) dan manfaatnya secara langsung di dalam menuntaskan belajar matematika khususnya dalam menyelesaikan soal cerita matematika terutama soal cerita pecahan