Penerapan Metode Drill Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Segitiga

Posted by Sanjaya Yasin 7 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Tujuan pembelajaran Matematika adalah “terbentuknya kemampuan berfikir, kritis, logis, sistematis dan memiliki sifat objektif, disiplin dalam memecahkan suatu permasalah baik dalam bidang matematika, bidang lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari”(Depdiknas, 2004: 1).

Namun keadaan di lapangan belumlah sesuai dengan yang diharapkan. Hasil study oleh direktorat (2000) menyebutkan bahwa meski adanya peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun pembelajaran dan pemahaman siswa SMP (pada beberapa mata pelajaran termasuk matematika) menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pembelajaran di SMP cenderung text book, oriented dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajaran cenderung abstrak dan dengan metode ceramah, sehingga konsep-konsep pembelajaran kurang bisa atau sulit dipahami. Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, Metode yang digunakan kurang bervariasi dan sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit untuk ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal.

Mencermati hal tersebut di atas, sudah saatnya untuk diadakan pembaharuan, inovasi ataupun gerakan perubahan mind set kearah pencapaian tujuan pendidikan di atas. Pembelajaran matematika hendaknya menggunakan metode yang bervariasi guna mengoptimalkan potensi siswa. Upaya-upaya guru dalam mengatur dan memberdayakan berbagai variabel pembelajaran merupakan bagian penting dalam keberhasilan siswa mencapai tujuan yang direncanakan. Karena itu pemilihan metode dalam pembelajaran guna tercapainya iklim pembelajaran aktif yang bermakna adalah tuntutan yang mesti dipenuhi oleh para guru. 

Keanekaragaman metode pembelajaran merupakan upaya alternatif dalam penerapan metode pembelajaran matematika yang hendak diterapkan yang selaras dengan tingkat perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik jenjang SMP. Ini artinya bahwa tidak ada metode pembelajaran yang paling baik atau metode pembelajaran yang satu lebih baik dari metode pembelajaran yang lain. 

“Baik tidaknya suatu model pembelajaran atau pemilihan suatu metode pembelajaran akan bergantung pada tujuan pembelajaran, kesesuaian dengan materi yang hendak disampaikan, perkembangan peserta didik, dan juga kemampuan guru dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya belajar yang ada” (Rahmadi Widdiharto, 2004: 2).

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mataram sebagai sekolah yang telah banyak didukung oleh berbagai sarana dan prasarana seperti laboratorium, buku paket, dan lain-lain untuk menunjang proses belajar mengajar yang baik masih memerlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.

Berdasarkan observasi pada tahap awal di SMPN 1 Mataram, penerapan metode dalam setiap pembelajaran belum mampu bervariasi dan masih mengacu pada paradigma lama seperti mengajar dengan metode ceramah. Selain itu metode-metode yang disajikan kepada siswa masih didominasi oleh berbagai kegiatan yang hanya berpatok pada kegiatan guru dalam mengajar dan para siswa hanya menerima materi pelajaran tanpa banyak membuat alternatif-alternatif lain dalam belajar. Adanya hal-hal tersebut membuat siswa merasa bosan dan jenuh dalam setiap kegiatan belajar khususnya pada mata pelajaran Matematika. Berdasarkan arsip guru mata pelajaran Matematika SMPN 1 Mataram, nilai rata-rata siswa pada ujian semester I Tahun Pelajaran 2006/2007 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :


Table 1

Nilai Ujian Semester I Siswa Kelas VII SMPN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2006/2007

Kelas
Nilai Rata-rata
VII A
VII B
VII C
VII D
VII E
7. 26
6. 40
6. 82
6. 25
6. 66

(Sumber : Arsip Guru Mata Pelajaran Matematika SMPN 1 Mataram ).


Pada Tabel 1 tampak bahwa hampir 70 % siswa mendapat nilai lebih kecil dari 65. Salah satu penyebabnya adalah metode pembelajaran yang konvensional, dan dari data di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata paling rendah adalah pada kelas VII D. Sejalan dengan hal tersebut maka guru mata Pelajaran Matematika dituntut agar mampu menyiasati dan mencermati keadaan tersebut dengan menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sesuai dengan materi yang disampaikan. Sesuai dengan pendapat Roestiyah dalam Djamarah, Guru memiliki strategi agar anak didik dapat belajar secara afektif dan efesien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar.(Djamarah, 2006: 74).

Dengan melihat permasalahan di atas, maka perlu diupayakan suatu strategi pembelajaran dengan melakukan tindakan yang dapat melibatkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang sesuai dengan keadaan tersebut adalah pembelajaran dengan metode drill/latihan.

“Metode drill adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan memilih anak-anak terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan” (Achsanuddin Dkk, 1990: 56).

Adapun rencana penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan penerapan metode drill. Dikarenakan tindakan yang dimaksud adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka akan berkaitan dengan pembelajran. Dengan kata lain, penelitian tindakan kelas ini harus menyangkut upaya guru dalam bentuk proses pembelajaran. Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dipahami bahwa penelitian tindakan kelas bukan sekedar mengajar seperti biasanya, tetapi harus mengandung satu pengertian, bahwa tindakan yang dilakukan didasarkan atas upaya meningkatkan hasil, yaitu lebih baik dari sebelumnya.
“Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjai dalam sebuah kelas secara bersama”(suharsimi, 2007: 3).

Jadi berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa penelitian tindakan kelas ini, akan ditekankan pada proses pembelajaran dengan pendekatan kualitatif dalam penerapan metode drill dan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan pendektan kuantitatif.

Sebelum penerapan metode drill terlebih dahulu melaksanakan pre-tes untuk mengetahui kemampuan dasar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan segitiga. Sehingga berdasarkan hasil pre-tes tersebut akan dilakukan tindakan dengan menggunakan metode drill untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan pernyataan di atas timbul keingintahuan yang lebih banyak tentang penerpan metode-metode pembelajaran khususnya metode drill/latihan yang digunakan dalam pembelajaran Matematika. Sehingga menjadi sebuah judul yang berbunyi “ Penerapan Metode Drill Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Segitiga Pada Siswa Kelas VII SMPN Negeri 1 Mataram Tahun Ajaran 2007/2008 “.


B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Apakah Penerapan Metode drill dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pokok bahasan segitiga pada siswa kelas VII D SMPN 1 Mataram, Tahun Ajaran 2007/2008”.


C.    Tujuan Penelitian

    Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Segitiga dengan penerapan metode drill Pada Siswa Kelas VII D SMPN 1 Mataram, Tahun Ajaran 2007/2008”.

D.    Kegunaan Penelitian

1.    Kegunaan Secara Teoritis.
  • Dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal segitiga dengan penerapan metode drill.
  • Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, mengembangkan strategi pembelajaran dan dapat menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pembelajaran terutama pembelajaran matematika Pada Siswa Kelas VII D SMPN 1 Mataram, Tahun Ajaran 2007/2008”.


2.    Kegunaan secara praktis

Secara praktis penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
  • Sebagai salah satu pedoman bagi guru dalam menerapkan metode drill dalam  pembelajaran Matematika.
  • Untuk mendapat perangkat mengajar berupa RPP dan skenario pembelajaran yang menerapkan metode drill secara efektif pada mata pelajaran matematika pokok bahasan segitiga.



E.    Hipotesis Tindakan

”Hipotesis merupakan pernyataan tentatif (sementara) yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya” (Nasution, 1996 : 39).

Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut “Dengan penerapan metode drill dapat meningkatkan prestasi belajar  Pada Siswa Kelas VII D SMPN 1 Mataram, Tahun Ajaran 2007/2008”.

F.    Penegasan Istilah

Untuk menghindari kesalahpahaman dalam menafsirkan tentang istilah yang ada dalam judul penelitian ini, maka penulis perlu menjelaskan tentang istilah-istilah dalam judul penelitian ini.
Adapun istilah yang penulis maksud adalah :
  •  “Metode Drill adalah suatu cara mengajar dimana siswa melaksankan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari pada yang dipelajari” (Roestiyah, 1988 : 125)

Jadi yang dimaksud dengan metode drill dalam penelitian ini adalah cara mengajar seorang guru dengan memberikan latihan-latihan berupa soal essay kepada siswa agar pengetahuan dan pemahaman siswa tentang materi pelajaran segitiga yang telah dipelajari semakin jelas dan tidak cepat lupa.
  •  ”Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar” (Djamarah, 1994: 23).

Berdasarkan definisi tersebut dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang diperoleh siswa kelas VII D SMPN 1 Mataram dalam bidang studi Matematika pokok bahasan Segitiga semester II (Dua) setelah penerapan metode drill.



Untuk lebihlengkap SKRIPSI nya silakan anda klik di bawah ini!!!
Download disini !!!

Artikel Menarik lainnya :