Metode Penemuan (Discovery)

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Pembelajaran dengan metode penemuan medorong siswa untuk memahami sesuatu. Sesuatu yang  dapat berupa fakta atau relasi matematika yang masih baru bagi siswa, misalnya pola,sifat-sifat atau rumus tertentu.

Metode penemuan biasanya memerlukan waktu yang lama di bandingkan dengan metode ekspositori. Karena kegiatan ini mengembangkan konsep maupun keterampilan matematika dengan kaitannya dengan pemecahan masalah. Guru harus merumuskan masalah dengan hati-hati atau mangajukan pertanyaan – pertanyan kunci



Metode penemuan dapat dibagi menjadi dua jenis diantaranya :

a.    Penemuan murni

Di laksanakan murni. Pelajaran terfokus pada siswa dan tidak terfokus pada guru. Siswalah yang menentukan tujuan dan pengalaman yang di inginkan. Peranan guru adalah menyajikan suatu situasi belajar atau masalah kepada siswa. 

Kemudian para siswa di minta mengkaji dan menemukan fakta atau relasi yang terdapat dalam masalah tadi dan akhirnya para siswa yang akan menarik suatu generalisasi dari apa yang mereka temukan. kegiatan ini biasanya di terapkan pada siswa yang tergolong mampu

b.    penemuan terbimbing atau inkury

guru mengarahkan atau memberi petunjuk kepada siswa tentang materi pelajaran, dengan bimbingan ini memungkinkan berkurangnya frustasi pada siswa. Bentuk bimbingan yang di berikan guru bisa berupa petunjuk, arahan, pertanyan atau dialog sehingga diharapkan siswa sampai pada kesimpulan atau generalisasi sesuai dengan yang di inginkan guru

contoh metode penemuan terbimbing di laksanakan dengan langkah – langkah sebagai berikut : 

  • Guru mengarahkan terlebih dahulu kepada para siswa tentang materi pelajaran. Sebelumnya guru sudah merancang secara jelas generalisasi/kesimpulan apa yang harus ditemukan oleh para siswa. Disini materi yang di pelajari adalah menentukan bilangan prima dan kesimpulan yang harus siswa dapatkan adalah apa yang di maksudakan bilangan prima?dari bilangan 1-50 bilangan mana saja yang termasu
  • Guru menunjukan 50 dan siswa membuat di buku catatan.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
48
49
40
41
42
43
44
45
46
47
58
59
50


  • Pertanyaan pertanyaan yang di berikan pada siswa oleh guru, dan siswa langsung mengerjakannya.
-    Coretlah bilangan 1.
-    Coretlah semua bilangan kelipatan 2 kecuali 1.
-    Coretlah semua bilangan kelipatan 3 kecuali 3.
-    Coretlah semua bilangan kelipatan 5 kecuali 5.
-    Coretlah semua bilangan kelipatan 7 kecuali 7.

  • Guru meminta menulis semua bilangan yang tidak di coret
  • Guru membimbing siswa untuk mencari factor dari bilanagan – bilangan yang tidak di coret tadi.

Misalnya :- factor dari 2 adalah 1 dan 2.
  
  - factor dari 3 aalah 1 dan 3 dst………
  • Guru membimbing siswa dalam mengambil kesimpulan
  • Kesimpulan siswa bilangan prima adalah bilangan yang tepat yang mempunyai 2 faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.

Dengan langkah- langkah metode penemuan terbimbing tersebut siswa ternyata dapat membuat kesimpulan yaitu apa yang di maksud dengan bilangan prima, menemukan bilangan apa saja yang termasuk bilangan prima 1 s/d 50 dengan tepat. Kemampuan yang dapat di perolah oleh siswa dapat di lihat dari nilai yang di peroleh siswa pada saat evaluasi.


Artikel Menarik lainnya :