Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

The Mercury Beating Heart

Landasan teori.

Jantung berdetak merkuri merupakan reaksi elektrokimia dari unsur merkuri untuk besi dan elektrolit. Reaksi observeable menunjukkan efek dari lapisan non-homogen ganda listrik Hal ni sering digunakan sebagi demonstrasi kelas.


Pada percobaan tetesan merkuri ditempatkan dalam kaca arloji, tenggelam dalam sebuah elektrolit seperti asam sulfat yang mengandung agen oksidasi seperti peroksida hidrogen atau kalium permanganat. Ketika merkuri tersebut tersentuh oleh ujung kuku besi drop mulaiberosilasi.

Sebuah bentuk lapisan listrik ganda antara permukaan tetesan merkuri dan larutan elektrolit. Pada lapisan ini sisanya adalah seragam. Ketika ujung besi adalah memperkenalkan dimulai reaksi redoks di mana besi teroksidasi menjadi ion besi. Pada saat yang sama reagen pengoksidasi dikeluarkan misalnya saat hidrogen peroksida bersama-sama dengan ion hidronium direduksi menjadi air. Karena oksidasi hanya terjadi di sekitar ujung dan proses penurunan permukaan tetesan meliputi seluruh ketegangan permukaan tidak lagi homogen menghasilkan osilasi.

Jantung berdetak merkuri pertama kali diamati oleh Carl Adolf Paalzow pada tahun 1858. Jöns Jakob Berzelius dilaporkan telah menggunakan elektroda.


B. Alat dan Bahan

Alat :

  1. Gelas arloji.
  2. Labu ukur 150 ml 2 buah.
  3. Bola hisap.
  4. Jarum.
  5. Pipet ukur.


Bahan:
  1. Aquadest
  2. merkuri murni.
  3. H2SO4 pekat
  4. K2Cr2O7
C.  Cara kerja.
  1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Menaruh gelas arloji diatas meja.
  3. Memasukkan merkuri murni diatas gelas arloji sampai membentuk genangan tidak boleh lebi dari 3-4 inci dari diameter.
  4. Menambahkan larutan H2SO4 pekat samapi genangan merkuri tertutup rapat.
  5. Meneteskan 1 ml larutan potassium dikromat pada puncak merkuri.
  6. Membersihkan dan menyentuh sedikitsaja genangan merkuri dengan kuat akan mengatur atau mencari jarum pada posisi menggempul.
  7. Maka pada saat itu merkuri akan berdenyut bagaikan denyutan jantung manusia.
  8. Mencatat hasil pengmatan.



D.    Hasil pengamatan.
  • Gambar



  • Analisis 
Genangan hg membentuk bulatan muatan listrik( misalnya jumlah electron ) besar pada permukaan mercury. Setelah kita meneteskan 1 ml larutan potassium dikromat pada merkuri murni diatas gelas arloji ketika kita sentuh menggunakan jarum pada posisi mendempul maka merkuri akan segera untuk bergetar atau berdenyut.



E.    Pembahasan.

Pada pemukaan mercury ketika kita menambahkan larutan potassium dikromat maka genangan akan membentuk bulatan sebab muatan listriknya( misalya jumlah electron) besar pada permukaan.

K2Cr2O7 berperan sebagai agent pengoksidasi electron berpindah dari hg dan tetesan hg menjadi rata/turun. Ketika tetesan hg turun kita sentuh dengan mengunakan jarum atau pakumaka mercury akan bergetar atau brdenyut dan akan mendapatkan electron.

Memang agak membingungkan untuk mempelajari oksidasi dan reduksi dalam hal transfer elektron, sekaligus mempelajari definisi zat pengoksidasi dan pereduksi dalam hal transfer elektron.

Persamman reaksinya dapat ditulis


Cr2O7- + 14H+ +6e ---> 2 Cr3+ + 7H2OFe ---->Fe3+ + 3e


Meningkatnya jumlah electron pada hg menyebabkan akan membentuk bulatan kembali.

F.    Kesimpulan.

  1. Muatan listrik pada permukaan genangan hg besar.
  2. Cr2O7- berperan sebagai agent pengoksidasi.
  3. Tetesan hg atau mercury akan bergetar ketika kita sentuh dengan menggunkan jarum atau paku bagaikan denutan jantung proses ini dinamakna Reasksi Mercury Beating Heart.

Dapat disimpulkan sebagai berikut, apa peran pengoksidasi dalam transfer elektron:

  • Zat pengoksidasi mengoksidasi zat lain.
  • Oksidasi berarti kehilangan elektron (OIL RIG). 
  • Itu berarti zat pengoksidasi mengambil elektron dari zat lain. 
  • Jadi suatu zat pengoksidasi harus mendapat elektron


Atau dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Suatu zat pengoksidasi mengoksidasi zat lain.
  • Itu berarti zat pengoksidasi harus direduksi. 
  • Reduksi berarti mendapat elektron (OIL RIG).
  • Jadi suatu zat pengoksidasi harus mendapat elektron.