Merancang Program Pengajaran Bahasa

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Sesungguhnya materi kurikulum menduduki posisi paling penting dalam program persiapan guru. Materi itumemungkinkan guru dapat mengetahui kurikulum secara umum, tujuannya dan cara merumuskan tujuan khusus. Materi itu juga memberikan gambaran tentang cara memilih dan menyusun bahan, menentukan kegiatan mengajar dan norma-norma yang semestinya. 


Di samping itu, pengkajian kurikulum dapat membantu guru dalam memilih metode mengajar dan media pengajaran yang sesuai serta membantu guru untuk mengetahui jenis dan teknik evaluasi. Semua ini merupakan prinsip untuk mencapai keberhasilan proses pengajaran.

Dalam bagian ini, kita berusaha mengetahui seperangkat prinsip, syarat dan norma/aturan yang membantu dalam menyiapkan buku-buku bahasa Arab bagi non-Arab dan membantu mengevaluasinya. Dalam hal ini, kita bersandar pada 4 (empat) aspek penting yang seyogianya dijadikan aspek penting dan seyogianya dijadikan titik tolak dalam penyusunan buku. Keempat aspek ini adalah :

  1. Aspek psikologi
  2. Aspek budaya
  3. Aspek pedagogik
  4. Aspek bahasa.

Berikut ini akan dijelaskan setiap aspek ini secara rinci sehingga diperoleh kesimpulan mengenai norma, prinsip dan syarat tadi.

A.    Aspek Psikologi

Aspek psikologi merupakan suatu proses penting dalam suatu proses pengajaran. Faktor-faktor yang berkaitan dengan pengembangan siswa harus mengarah kepada topiktopik buku ajar dari segi konstruksi, susunan, bentuk, isi, dan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan teori belajar, peranan minat dan motivasi. Semua itu merupakan prinsip-prinsip psikologi yang sangat berperan dalam menyiapkan, memilih dan menyusun buku ajar.

Banyak pakar dalam pengajaran bahasa asing berpendapat bahwasanya ada hubungan erat antara polapola perkembangan individu dan kemampuan belajar bahasa Asing; ada perbedaan tentang belajar bahasa Asing antara orang yang sudah dewasa dan orang yang belum dewasa. Perbedaan ini harus diperhatikan dalam penyusunan buku ajar.

Perbedaan ini biasanya berkaitan dengan jumlah dan  jenis kosa kata, jenis panjang pendeknya struktur, mudah sulitnya, berkaitan dengan makna, luas sempitnya, berkaitan dengan masa lalu, dan banyak sedikitnya. Oleh karena itu, buku pengajaran bahasa Arab bagi non-Arab yang disajikan kepada orang dewasa seyogianya memperhatikan perbedaan dalam segala aspek tadi.

Para ahli psikologi dan pendidikan menaruh perhatian terhadap studi keterampilan dan unsur-unsurnya, serta perkem-bangan sebagai aspek penting dari aspek aspek belajar. Para pakar dalam bidang pengajaran bahasa Asing menaruh perhatian terhadap pentingnya studi keterampilan analisis bahasa tatakala menyusun buku-buku pengajaran bahasa Asing.

Keterampilan seperti melafalkan yang benar atau mengenali kata, mengetahui makna umum, memperoleh kosa kata baru mengeja, menganalisis kata dan memahami bahasa percakapan serta meresponnya dan sebagainya, seyogianya tampak jelas dalam benak penyusun materi. 

Dari materi yang dipilih itu, dia dapat membuat cara yang sistematik dan memadai untuk mengembangkannya. Hasil-hasil studi sekitar perkembangan mengungkap bahwa proses perkembangan manusia marupakan proses yang kontinyu yang mengharuskan penyajian keterampilan bahasa dalam bentuk yang sesuai dengan gradasi dan urutan dalam tahapan kematangan siswa serta perlu diperhatikan perbedaan-perbedaan individual di kalangan siswa.

Demikian pula, tahapan dasar pertama dalam belajar bahasa harus memperhatikan perasaan berhasil pada siswa. Dalam hal ini, siswa tidak harus dijejali materi pelajaran yang sulit, gersang, tak bermakna tetapi harus sederhana mudah, menarik, membangkitkan minat, dan tidak melupakan kemampuan yang berbeda.
Adapun hal-hal yang berkaitan dengan beberapa prinsip belajar, maka ada 2 (dua) konsep belajar yang berbeda :

  • Teori behavioristik yang berupaya memberikan respon bagi stimulus tertentu. Di sini kita menemukan bahwa latihan dan pembiasaan itu esensial. Di sini pengontrolan berlangsung terhadap motivasi melalui apa yang dinamakan dengan perjanjian atau ganjaran atau respon.
  • Teori Gestalt yang berasumsi bahwa proses kognitif mentalistik itu esensial, sedangkan responrespon terbentuk melalui tujuan. Karena itu pada prinsipnya, belajar merupakan proses kegiatan untuk memilih dan mengorganisasi sesuatu yang dipersepsi atau memberi-nya suatu makna.

Berdasarkan pengamatan ini, kita dapat merangkum seperangkat persyaratan dan prinsip-prinsip psikologi yang seyogianya diperhatikan tatkala menyusun bahan ajar yang esensial untuk mengajarkan bahasa Arab kepada para siswa yang bukan penutur asli.

  1. Hendaknya materi pelajaran itu disesuaikan dengan karakteristik jiwa dan budaya siswa.
  2. Bahan ajar hendaknya memperhatikan perbedaan minat, perhatian, dan tujuan siswa dalam belajar bahasa.
  3. Hendaknya dibatasi kedudukan masing-masing keteram-pilan bahasa dalam penyajian materi.
  4. Dalam materi hendaknya dibatasi apa yang seyogianya diberikan untuk setiap keterampilan berbahasa.
  5. Hendaknya dibatasi dengan jelas tingkatan performansi yang dikehendaki dalam setiap keterampilan berbahasa dalam berbagai tahapan materi.
  6. Hendaknya setiap keterampilan disajikan dalam waktu yang sesuai.
  7. Penyajian keterampilan dilakukan secara berturutturut berdasarkan rencana yang jelas sesuai dengan urutan dan gradasi tingkat kematangan siswa.
  8. Bahan ajar hendaknya memperhatikan berbagai keteram-pilan secara terperinci :
  • Keterampilan yang berkaitan dengan aspek bunyi.
  • Keterampilan mengenal, menganalisis dan menyusun kata.
  • Keterampilan mengenal, menganalisis dan menyusun kalimat.
  • Keterampilan memahami secara global dan terperinci.
  • Keterampilan mengembangkan perbendaharaanbahasa.

B.    Aspek Budaya

Kebudayaan dianggap sebagai jalan kehidupan bangsa dan sistem kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan memegang peranan penting dalam mengajar dan belajar bahasa Asing. Kebudayaan dianggap unsur pokok bagi materi buku tertentu untuk belajar bahasa ini.

Ada seperangkat prinsip dasar yang menjadikan budaya sebagai bagian pokok dalam belajar bahasa Asing di antaranya :
  1. Sesunguhnya kemampuan berinteraksi dengan penutur asli tidak saja bersandar pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga bersandar pada pemahaman budaya penutur asli, kebiasaannya, cita-citanya, dan pandangannya. Oleh karena itu, komunikasi budaya di kalangan penutur (dua) bahasa dapat membantu dalam mengembangkan dan menguasai keterampilan berbahasa.
  2. Sesungguhnya pemahaman budaya bahasa Asing dan interaksi dengan budaya itu membawa ke arah kekerabatan dan kerjasama antarbangsa. Oleh karena itu, banyak hasil penelitian membuktikan bahwa budaya merupakan tujuan akhir dari suatu buku untuk belajar bahasa Asing.
  3. Sesungguhnya penyajian budaya Arab menjadi penting dalam suatu materi pengajaran yang disampaikan kepada pembelajar bahasa Arab bagi non Arab untuk meluruskan pikiran-pikiran yang salah ke arah budaya dan pikiranpikiran yang disusun oleh orang Barat bagi orang Arab melalui misinya. Demikian pula tat-kala kita menyampaikan budaya Arab, kita harus menjauhi kritik budaya orang lain, harus mengusahakan daya tarik siswa terhadap budaya Arab dengan kesadaran dan hikmah; dan membandingkan-nya dengan budaya lain dengan tujuan hanya untuk memahami persamaan dan perbedaan tanpa membuat keputusan.
  4. Kita seyogianya menyampaikan budaya Arab dalam dimensi masa lalu, masa sekarang dan pandangannya ke masa depan serta perlu disajikan gambaran tentang keumuman dan kekhususan budaya ini.
  5. Sesungguhnya para pembelajar memiliki berbagai tujuan dalam mempelajari bahasa Arab dan budaya, serta tujuan agama, bisnis, pekerjaan, mengajar dan ilmu. Hal ini menuntut berbagai macam budaya dan kelas dalam materi pengajaran karena berbagai tujuan dan level pembelajar. Berdasarkan landasan ini, dapat disusun seperangkat prinsip yang seyogianya diperhatikan dalam materi tentang budaya bagi materi pengajaran bahasa Arab dasar bagi non Arab.
  •     Bahan ajar hendaknya mengungkapkan kandungan budaya Arab dan Islam.
  •  Bahan ajar hendaknya memberikan gambaran yang tepat tentang kehidupan dunia Arab.
  •  Bahan ajar hendaknya mencerminkan perhatian budaya dan nalar siswa atas dasar perbedaan.
  •  Bahan ajar hendaknya bervariasi, di mana materi itu mencakup ruang lingkup budaya dan berbagai nalar di dunia Arab dan Islam.
  • Bahan ajar hendaknya bervariasi, di mana materi itu memenuhi sekelompok besar siswa dari berbagai bahasa, budaya, dan tujuan.
  • Bahan ajar hendaknya mengungkap kebutuhan budaya yang menjadi kebutuhan siswa dalam belajar bahasa.
  • Bahan ajar hendaknya serasi, bukan saja dengan tujuan siswa tetapi juga dengan tujuan bangsa Arab dalam mengajarkan dan menyebarkan bahasanya.
  • Bahan ajar hendaknya tidak melupakan aspek-aspekkehidupan umum dan kebersamaan antarbudaya.
  • Bahan ajar hendaknya mencerminkan kehidupan bangsa Arab yang berperadaban pada masa hidupnya.
  • Materi tentang budaya Arab hendaknya membangkitkan dan mendorong siswa untuk belajar bahasa dan terus-menerus belajar bahasa.

C.    Aspek Pedagogik

Biasanya prinsip-prinsip pendidikan tidak mengungkapkan aspek-aspek aplikatif dalam proses belajar tentang prinsip-prinsip psikologi dan budaya yang menyajikan materi pengetahuan. Mengetahui prinsip-prinsip ini dapat membantu para penanggung jawab/penyusun buku pelajaran dalam menganalisis isi buku dan menentukan mana yang cocok bagi kurikulum yang dirancang pelaksanaannya. Prinsip-prinsip pendidikan ini dapat dirangkum dalam beberap hal:

  1. Prinsip-prinsip penyusunan bahan ajar, yaitu keberuntunan, kontinyuitas, dan keterpaduan.
  2. Prinsip-prinsip pendidikan tatkala mengatasi berbagai aspek bahan ajar.
  3. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan kejelasan dan keterbatasan bahan ajar.
  4. Prinsipprinsip yang berkaitan dengan isi bahan ajar, dan 5) prinsip-prinsip yang berkaitan dengan kesesuaian materi dan kemungkinan pengajarannya.


D.    Aspek Bahasa

Tatkala menganalisis bahasa, kita dapati bahwa bahasa merupakan sistem dari beberapa sistem. Pertama kita dapati sistem bunyi yang di dalamnya terbentuk sistem bentuk kata. Kedua, sistem ini membawa ke sistem bangun atau struktur. Ketiga, sistem membawa ke sistem keempat, yaitu sistem makna. tatkala hendak menentukan materi pengajaran, hendaknya kita perlu menganalisis berbagai sistem ini secara lengkap. Dalam analisis ini dapat disajikan hal-hal berikut:
  1. Materi hendaknya dilengkapi dengan saran-saran untuk menggunakan media pengajaran secara hemat.
  2. Materi hendaknya memberikan kesempatan bagi guru untuk sedapat mungkin menggunakan berbagai media pengajaran.
  3. Materi hendaknya disertai seperangkat pita kaset/rekaman fonetik yang bervariasi dan terarah.
  4. Materi hendaknya disertai dengan buku latihan berbahasa dan tugas-tugas tambahan.
  5. Materi hendaknya disertai kamus kosa kata yang mencakup arti dan sinonimnya.
  6. Materi hendaknya disertai dengan petunjuk bagi guru yang mencakup 3 (tiga) hal: Pertama, Konsep tentang filsafat, bahasa, dan budaya dan pendidikan yang menjadi sandarannya. Kedua, Tujuan materi dan keterampilan yang ditentukan untuk pengembangannya dan materi yang paling cocok yang seyogianya diikuti dalam pengajaran. Ketiga, Pola-pola pengajaran yang diolah secara model untuk dijadikan model oleh guru. Melalui model
  7. Materi hendaknya membekali siswa dengan pembenda-haraan yang verbal luas.
  8. Materi hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteriaksi dengan bahasa, baik secara lisan maupun tertulis.
  9. Hendaknya memberikan kesempatan kepada guru untuk merevisi, memadukan, menambah, dan mengembangkan.
  10. Materi hendaknya bertolak dari tujuan pengajaran tertentu bagi setiap keterampilan yang dirumuskan secara khsusus.
  11. Materi hendaknya mencakup semua keterampilan dan berfungsi untuk mengembangkan dan memantapkannya.
  12. Latihan yang disajikan hendaknya memperhatikan tingkat kesulitan yang dihadapi siswa, baik yang disebabkan oleh bahasa Arab atau bahas Ibu.
  13. Materi hendaknya mencakup seperangkat tes yang mengukur hasil belajar siswa dan mengungkap sejauhmana kemajuan belajarnya.
  14. Materi hendaknya mengungkapkan pandangan Arab tentang bahasa dan budaya Arab.
  15. Materi hendaknya sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai dan mencakup segala aspek belajar dalam program itu.
  16. Materi itu hendaknya ekonomis sesuai dengan waktu yang dibutuhkannya, beban materi dan usaha yang dikehendaki dari guru dan siswa disertai dengan adanya kesanggupan kompetensi dan efektifitas.
  17. Dalam menyusun materi, hendaknya dimanfaatkan hasil-hasil penelitian dalam bidang penyiapan/pengadaan materi pokok bagi pengajaran bahasa.
  18. Materi hendaknya diuji coba, dievaluasi, dan direvisi berdasarkan hasil uji coba.
  19. Materi hendaknya sesuai dengan prinsip-prinsip pengajaran yang baik.
  20. Materi hendaknya memperhatikan kesiapan siswa untuk tahapan lainnya tentang pemantapan kemahiran dalam belajar keterampilan baru.



Artikel Menarik lainnya :