Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Mengoperasikan Mesin Pengecoran Bertekanan

BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI

Modul ini berjudul Mengoperasikan Mesin Pengecoran Bertekanan. Maksud dari modul ini yaitu memberikan pemelajaran cara pengoperasian mesin pengecoran bertekanan pada peserta diklat SMK. Mesin pengecoran bertekanan banyak digunakan di industri pengecoran yang terkenal dengan cetak tekan seperti industri otomotif dalam pembuatan blok-blok mesin.

Adapun isi modul meliputi kemampuan pemeriksaan awal sebelum operasi, kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan fungsi-fungsi panel kendali mesin, kemampuan pengoperasian mesin untuk membuat benda coran, dan kemampuan memantau tanur peleburan. Kompetensi ini diberikan dalam batas waktu standar 100 jam dengan satu jam pelajaran 45 menit. Modul lain yang menjadi pendukung yaitu modul M4.1A yang berisi tentang tanur peleburan .
Modul tersebut mendasari peserta diklat untuk dapat dengan mudah meguasai kompetensi ini. Setelah mempelajari dan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat memiliki kemampuan dalam mengoperasikan mesin cor bertekanan. Penguasaan kompetensi ini memiliki peranan yang penting dalam industri pengecoran agar peserta diklat mampu mengerjakan proses pengecoran dengan menggunakan mesin pengecoran bertekanan.



B. PRASYARAT

Untuk mempelajari ini maka peserta diklat diharuskan telah menguasai kemampuan awal yaitu 
  1. Membaca gambar kerja dalam proses penuangan
  2. Operasi tanur peleburan
  3. Pemeriksaan hasil coran


C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Untuk dapat melakukan proses belajar dengan efektif maka harus diperhatikan petunjuk berikut.

1. Peserta diklat
  • Langkah-langkah belajar yang ditempuh
  • Perlengkapan yang harus dipersiapkan.
  • Hasil pelatihan.
  • Prosedur sertifikasi.


2. Peran guru
  1. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar
  2. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep dan praktek baru dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat.
  4. Membantu peserta diklat dalam menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
  5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
  7. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya.
  8. Melaksanakan penilaian
  9. Menjelaskan kepada peserta diklat tentang sikap pengetahuan dan keterampilan dari suatu kompetensi yang diperlukan untuk dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.
  10. Mencatat pencapaian kemajuan peserta diklat.


D. TUJUAN AKHIR

Tujuan akhir dari proses pemelajaran ini yaitu agar peserta diklat menguasai kompetensi pemeriksaan dan pengujian bahan tuang atau tempa. Adapun sub-kompetensi yang harus dikuasai meliputi :
  1. Peserta diklat mampu melakukan pemeriksaan awal pada mesin pengecoran bertekanan sebelum operasi yang ditunjukkan dengan kinerja dapat menjalankan prosedur pemakaian menurut operasi standar, dapat mengatur ukuran injeksi, dan mengatur nosel penyemprotan.
  2. Peserta diklat mampu mengoperasikan seluruh fungsi panel kendali mesin. Kemampuan ini ditandai dengan kinerja memahami bagianbagian mesin, memahami fungsi-fungsi bagian mesin, dan mampu mengidentifikasi bagian mesin.
  3. Peserta diklat mampu mengoperasikan mesin untuk membuat coran sesuai dengan prosedur operasi standar. Kriteria keberhasilan ditunjukkan dengan kinerja apabila peserta diklat dihadapkan pada mesin dan pekerjaan ;
  • Mampu mengoperasikan mesin dengan prosedur dan operasi standar.
  • Mampu melakukan pengujian benda tuang secara visual.
  • Mampu melakukan proses penuangan dengan metoda yang dapat meminimalkan resiko.
  • Mampu memeriksa benda tuang pertama secara visual dan memeriksa spesifikasi untuk pertimbangan pengerjaan selanjutnya.

4. Peserta diklat mampu melakukan pemantauan terhadap peleburan pada tanur. Kriteria keberhasilan ditunjukkan dengan kinerja apabila peserta diklat dihadapkan pada tanur yang sedang beroperasi mampumenjaga kondisi optimal sesuai dengan prosedur operasi standar



Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!