Menggunakan Perkakas Bertenaga dengan Operasi digenggam

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN



A.    DESKRIPSI

Pengoperasian mesin yang digenggam mempunyai peranan sangat penting dalam proses pengecoran logam, khususnya untuk membuat pola kayu. Secara umum pola kayu dibedakan menjadi dua yaitu pola positif dan pola negatif. Pola kayu positif digunakan langsung untuk membuat cetakan dari pasir, sedangkan pola kayu negatif digunakan untuk membuat pola resin. Setelah menyelesaikan modul ini, diharapkan peserta diklat mampu mengoperasikan mesin yang digenggam membuat pola kayu, sehingga mampu mengaplikasikan pada pengecoran logam.


 

B. PRASYARAT

Penggunaan modul pengoperasian mesin kayu tidak membutuhkan prasyarat awal dalam peta pencapaian kompetensi secara garis besar. Modul ini sebagai prasarat untuk membuat pola resin dan assembling plat.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk penggunaan modul bagi peserta diklat:

  • Peserta diklat harus dapat memahami uraian materi dengan benar, kemudian menyelesaikan tugas-tugas yang tersedia dan diakhiri dengan melaksanakan praktek mengerjakan lembaran kerja yang tersedia.
  • Perlengkapan yang harus dipersiapakan untuk mempelajari modul ini adalah mesin gergaji pita kecil, mesin ketam tangan, mesin bor, mesin frais atas operasi tangan dan mesin sambungan lamello yang disertai dengan perlengkapan mesin2 mesin tersebut. Bahan yang harus dipersiapkan adalah papan kayu atau triplek kayu
  • Hasil pelatihan setelah menyelesaikan modul ini adalah peserta diklat dapat menyeleksi dan menggunakan perkakas bertenaga dengan operasi digenggam untuk membuat pola kayu sesuai spesifikasi
  • Prosedur sertifikasi kompetensi penggunaan perkakas bertenaga dengan operasi digenggam antara lain dengan melakukan ujian tertulis dan ujian praktek yang selanjutnya dievaluasi dengan standar tertentu. Bagi peserta diklat yang lulus dapat memperoleh sertifikat, sedangkan peserta diklat yang belum masuk kriteria dapat mengulang dengan prosedur tertentu.


2. Peran Guru dalam proses pemelajaran:

  1. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar
  2. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar
  3. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep dan praktik baru dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat
  4. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar
  5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
  6. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan
  7. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatny
  8. Melaksanakan penilaian
  9. Menjelaskan kepada peserta diklat tentang sikap pengetahuan dan ketrampilan dari suatu kompetensi, yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya
  10. Mencatat pencapaian kemajuan peserta diklat


D. TUJUAN AKHIR

Setelah menyelesaikan pemelajaran dengan modul ini, peserta diklat diharapkanmampu menggunakan perkakas bertenaga dengan operasi digenggam untuk membuat pola kayu berbagai macambentuk benda coran tanpa cacat .




Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!

Artikel Menarik lainnya :