Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Memehami Gejala-gejala Alam Melalui Pengamatan

1).    Kerja Ilmiah

Para ilmuan mempelajari gejala alam melalui proses kerja dan sifat ilmiah. Kerja ilmiah adalah kegiatan yang dilakukan secara urut, terprogram, dan mempunyai tujuan tertentu. Dengan menggunakan proses kerja dan sikap ilmiah, para ilmuan dan saintis memperoleh penemuan-penemuan yang berupa fakta, konsep atau teori.metode untuk melakukan kerja ilmiah disebut metode ilmiah.


Dalam menggunakan metode ilmiah peneliti dituntut mengikuti langkah-langkah tertentu dalam bekerja. Adapun urutan kerja ilmiah dituliskan sebagai berikut :

  • Menentukan dan merumuskan masalah.
  • Pengumpulan data.
  • Menyusun hipotesis.
  • Menguji hipotesis (melakukan penelitian/ eksperimen).
  • Menarik kesimpulan.
  • Penulisan laporan.

Secara lebih rinci mari kita mempelajari satu demi satu langlah-langkah dalam metode ilmiah sebagai berikut :

a).    Merumuskan masalah.

Sebelum melakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan masalah yang akan diteliti. Secara umum masalah diartikan sebagai suatu kondisi yang memerlukan pembahasan, pemecahan, informasi atau keputusan. Masalah selalu ada disekitar kita.

Masalah dapat timbul karena telah terjadi suatu hal kemudian menimbulkan masalah. Masalah juga dapat timbul akibat munculnya keinginan peneliti untuk mendapatkan sesuatu yang baru.

  • 1).    Masalah timbul akibat telah terjadi suatu hal.

Misalnya : 
  •  Luruhnya bunga sebelum waktunya pada tanaman tertentu.
  • Hilangnya populasi katak pada suatu kawasan.
Untuk mencari tahu penyebanya kedua contoh diatas perlu dilakukan penelitian.


  • 2).    Masalah timbul akibat keinginan untuk menemukann sesuatu yang baru.

Contohnya : 

Kendaraan bermotor sangat diperlukan pada zaman modern ini. Mesin kendaraan tersebut memerlukan bahan bakar bensin atau dapatkah bensin dibuat tidak dari minyak bumi ?

b).    Pengumpulan data.

Setelah merumuskan masalah yang akan kita teliti langkah kedua adalah melakukan pencarian data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti.

Data atau informasi yang kita perlukan dalam penelitian bisa diperoleh melalui beberapa cara misalnya studi kepustakaan maupun analisis isi media masa. Data juga bisa dikumpulkan dengan cara observasi atau pengamataan maupun dari wawan cara.

Dari masalah yang timbul dari contoh diatas langkah ini mungkin  kita dapat mengetahui bahwa hilangnya populasi katak disuatu kawasan diakibatkan karena adanya prederator atau ulah manusia atau akibat bencana alam seperti banjir.

c).    Menyusun hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah berdasarkan teori dan fakta. Hipotesis bisa benar dan bisa jga salah, tergantung pada hasil penelitian. Contoh hipotesis yang dapat disusun pada penelitian hilangnya populasi katak disuatu kawasan diduga disebabkan adanya prederator.

Dengan telah ditetapkan hipotesis tersebut, peneliti selanjutnya akan mengumpulkan data untuk menguji kebenarannya. Peneliti memiliki 2 (dua) kemungkinan sikap terhadap hasil uji hipotesisnya yaitu :

  1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya pada akhir penelitian hipotesisnya tidak terbukti.
  2. Mengganti hipotesis seandainya terlihat tanda-tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung hipotesis pada saat penelitian berlangsung.

Kembangkan wawasan anda : cobalah keluar ruangan kelas selama 10 menit. Cermati lingkungan luar kelas anda. Temukan 3 buah permasalahan, lalu diskusikan dalam kelas 3 hipotesis yang mungkin untuk permasalahan tersebut.


d).    Menguji hipotesis.

Hipotesis yang telah disusun selanjutnya diuji dengan mengumpulkan data yang relevan. Data itu diperoleh dengan jalan melakukan percobaan atau pengamatan kemudian melakukan analisis terhadap data tersebut. Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam metode ilmiah, karena selain digunakan untuk menguji hipotesis juga sebagai penelitian yang bersifat eksploratif. Data yang digunakan harus cukup valid untuk digunakan.


Validitas data yang diperoleh ditentukan oleh beberapa hal :

1.    Metode pengumpulan data.
Data diperoleh dengan melakukan eksperimen atau percobaan ataukah tidak dengan eksperimen.

2.    Penentuan variable dan sumber data.

Variable adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam penelitian dan mempunyai nilai yang bervariasi. 


Variable dibedakan menjadi 3 yaitu : 

  1. Variable bebas yaitu variable yang menjadi penyebab terjadinya perubahan terhadap factor yang lain.
  2. Variable terikat yaitu factor-faktor yang dipengaruhi oleh variable bebas.
  3. Variable control yaitu faktor-faktor yang ikut berpengaruh terhadap hasil penelitian,tetapi tidak termasuk variable bebas. Variable control bukan merupakan variable yang diteliti, tetapi akan berpengaruh terhadap variable terikat apa bila tidak dikendalikan. Oleh karena itu variable control harus dibuat sama untuk setiap jenis perlakuan.
    Perhatikan contoh dibawah ini.


No
Rumusan permasalahan
Variabel penelitian
Variabel bebas
Variabel terikat
Variabel kontrol
1.




2.
Adakah pengaruh umur mata tunas terhadap keberhasilan okulasi tanaman karet ?

Apakah pemberian vitamin B1 dengan kadar yang berbeda akan berpengaruh terhadap keberhasilan stek ?
Umur mata tunas 6,8 dan 10 bulan


Vitamin B1 5%, 10%, 15%
okulasi hidup.
Tinggi tunas.
Jumlah daun.
Lingkaran batang

jumlah tunas baru.
jumlah akar.
Waktu kemunculan  akar
suhu.
Kelembaban.
Cahaya.


umur tanaman.
Jarak potong   batang dari ujung.
Kesuburan tanaman
Coba cari contoh variable penelitian yang ada disekitar anda.

Instrumen atau alat yang digunakan.

Penentuan alat atau instrument penelitian harus disesuaikan dengan cara pengumpulan data yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Penelitian yang menggunakan metode observasi atau wawancara biasanya memerlukan instrument penelitian berupa angket, ceklist atau daftar pertanyaan. 

Sedangkan penelitian yang menggunakan metode eksperimen melibatkan laboraturium dengan segala perlengkapannya.

Setelah semua data diperlukan terkumpul, kemudian dilakuka analisa terhadap data yang diperoleh. Analisa data ditujukan agar data lebih bermakna dan lebih mudah dimengerti.

e).    Menarik kesimpulan.
Kesimpulan merupakan langkah terakhir sari sebuah penelitian. Dari hasil data yang diperoleh sebelumnya kemudian dilakukan generalisasi dari data-data yang ditemukan dan selanjutnya ditarik beberapa kesimpulan. Kesimpulan hendaknya berkaitan dengan hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya. Apabila kesimpulan sesuai dengan hipotesis berarti hipotesis diterima. Sebaliknya hipotesis ditolak bila tidak sesuai dengan kesimpulan yang diambil. Meskipun demikian peneliti harus selalu jujur menghadapi hasil penelitian.

f).    Penulisan laporan.

Laporan perlu doitulis sebgai bukti telah dilakukan suatu penelitian. Laporan penenlitian harus dibuat, karena laporan merupakan media komunikasi antara peneliti dengan pembaca, pengguna atau dengan peneliti lainnya. Tanpa adanya laporan hasil penelitian merupakan barang mati yang hanya dapat dinikmati oleh penelitian sendiri sehingga tidak dapat diterapkan oleh masyarakat.

Tahap akhir dari sebuah proses penelitian ilmiah adalah menyusun laporan penelitian. Laoparan penelitian hendaknya dapat difahami dengan mudah oleh orang lain, serta dapat digunakan dalam pengujian dan pengembangan penelitian lebih lanjut. Suatu penelitian harus disusun berdasarkan kriteria-kriteria dan format tertentu, sehingga menggambarkan suatu bentuk laporan ilmiah.

  • 1).    Kriteria laporan ilmiah.
Karangan ilmiah yang komunikatif adalah karangan ilmiah yang memiliki kreteria logis, sistematis dan lugas.
Logis artinya keterangan yang dikemukakan dapat ditelusuri alasanya yang masuk akal.

Sistematis artinya keterangan yang ditulis disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan. Sedangkan.Lugas artinya disajikan dalam bahasa yang langsung menunjukkan persoalan dan tidak berlebihan.



  • 2).    Etika penyelidikan ilmiah.

Dalam melakukan penelitian ilmiah maupun menyusun laporan penelitian ilmiah hendaknya mempertimbangkan etika penyelidikan ilmiah. Etika penyelidikan ilmiah antara lain :
  • Menerima masukan dari orang lain.
  • Mencantumkan sumber referensi.
  • Menempatkan limbah hasil percobaan sesuai atura.


3).    Format laporan penelitian ilmiah.

Peneliti bisa memiliki beberapa format laporna peneliitna sesuai dengan bentuk dan henis penelitiannya. Namun setiap laopran penelitina ilmiah harus dapat menunjukkan dengan jelas mengenai tujuan penelitian, metode penelitian serta hasil penelitiannya.

Adapun format laporan penelitian terdiri atas :

halaman judul.
  • Kata pengantar.
  • Daftar tabel.
  • Daftar gambar.
  • Daftar lampiran.
  • Daftar isi.

Bab I pendahuluan.
  •  Latar belakang
  • Permasalahan.
  • Tujuan.
  • Manfaat.

 Bab II tinjauan pustaka
  • Penemuan yang lalu.
  • Landasan Teori.
  • Kerangka berfikir peneliti.
  •   Hipotesis.

Bab III. Metode penelitian
  • Waktu dan tempat penenlitian.
  • Clat dan bahan.
  • Cara kerja.
  • Para meter.
  • Metode analisi.

Bab IV. Pembahasan dan hasil penelitian.
Bab V. kesimpulan dan saran.
Daftar pustaka.
Lampiran.


2).    Sikap Ilmiah

Produk ilmiah berupa prinsip-prinsip teori, hukkum dan fakta yang menjelaskan tentang gejala alam yang dihasilkan melelui proses ilmiah dan sikap ilmiah. Proses ilmiah adalah upaya manusia untuk memahami gejala alam yang sifatnya analitis, cermat, lengkap, serta menghubungkan fenomena yang satu dengan fenomena ynag lain. Dengan proses ilmiah seorang siswa diharapkan berfikir logis, terhadap kejadian-kejadian sehari-hari serta mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya sepanjang hidupnya. Sikap ilmiah merupakan sikap dan pandangan seseorang terhadap alam sekitar yang berkembang selama proses ilmiah untuk menghasilkan prosuk ilmiah.

Beberapa sikap ilmiah antara lain :

a).    Mengenali fakta dan opini.

Fakta tidak sama dengan informasi ataupun opini karena opini tidak diperoleh dari pengamatan langsung pada objek. Sebuah opini atau informasi masih perlu dibuktikan keakuratannya. Fakta bersifat rasional dan obyektif sedangkan opini mungkin rasional tetapi belum tentu obyektif.

b).    Berani dan santun.

Sikap berani mempertahankan kebenaran diwujudkan dengan membela fakta atau hasil penelitiannya, peneliti juga harus tetap menjaga kesopanan.

c).    Melakukan evaluasi diri.

Evaluais terhadap diri sendiri merupakan sikap ilmiah yang harus dikembangkan untuk menuju kepada kebenaran. Kegagalan suatu penelitian tidak menyebabkan seseorang ilmuan menjadi putus asa tetapi justru mendorong untuk mengevaluasi diri sendiri.

d).    Peduli terhadap lingkungan.

Pengguna lingkungan sebagai sumber dan sarana belajar akan mengembangkan sikap mencintai lingkungan yang menuju dalam usaha pelestarian lingkungan.

e).    Rasa ingin tahu.

Sikap ingi tahu diwujudkan dengan selalu bertanya tetang berbagai hal, sehingga dapat mengembangkan kreatifitas seseorang.

f).    Kritis, terbuka, objektif.

Sikap keritis direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-sebanyaknya. Sebellum mengemukakan pendapat atau mengambil keputusan. Sikap terbuka berarti mau menerima pendapat, argumentasi dan saran dari orang lain. Sedangkan sikap objektif diperlihatkan dengan menyatakan apa adanya sehingga pendapat yang dikemukakan tidak memihak pada kepentingan diri sendiri.

g).    Jujur, teliti dan tekun.

Dalam melakukan penelitian kita harus teliti artinya cermat dalam penelitian. Pengolahan data dan mengambil kesimpulan. Selain itu kita harus bersungguh-sungguh (tekun) dalam melakukan penelitian dan jujur dalam melaporkan hasil penelitian.

h).    Bertanggung jawab dalam mengambil keputusan.

Keputusan yang diambil melalui proses pencarian fakta, pertimbangan pribadi serta argumentasi dari orang lain harus dapat di pertanggung jawabkan.

i).    Rangkuman.

Kerja ilmiah adalah kegiatanyang dilakukan secara urut, terencana, terprogram dan mempunyai tujuan tertentu. Metode untuk melakukan kerja ilmiah disebut metode ilmiah. Langkah-langkah metode ilmiah adalah merumuskan maslah, mengumpulkan data, menyusun hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, dan mebuat laporan.