Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Maqamat dan Hall

A.    MAQAMAT

Maqamat merupakan bentuk jamak dari maqam. Dari segi bahasa, maqam memandang arti kedudukan dan tempat berpijak dua telapak kaki, dalam ilmu tasawuf, istilah maqam mengandung arti kedudukan hamba dalam pandangan Allah, menurut apa yang diusahakan berupa  ibadah, perjuangan, latihan, dan perjalanan menuju Allah Azza wajalla. Menurut abd ar Razaq Al-Qasamy, maqam adalah pemenuhan terhadap kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan.


Istilah ahwal merupakan bentuk jamak dari hal hal. Dari segi bahasa, ahwal berarti sifat dan keadaan sesuatu. Hal yang dimaksud disini adalah keadaan atau kondisi psikologis yang dirasakan ketika seorang sufi mencapai magam tertentu. 

Dinamakan ahwal berarti sifat dan keadaan sesuatu  hal yang dimaksud di sini adalah keadaan atau kondisi psikologis yang di rasakan ketika seorang sufi mencapai maqam tertentu, di namakan ahwal karena melalui hal itu, seorang hamba mengalami perubahan  dari penampilan lahiriah seorang mahluk di kedudukan yang jauh, menuju kualitas yang tampak atas kedudukan yang terdekat.

Secara sederhana, Ath –Thusi memberi pengertian tentang hal sebagai sesuatu yang mengambil tempat dihati atau apa yang dialami oleh hati, tanpa kesucian zikir, selanjutnya, ia mengatakan bahwa hal itu tidak diperoleh melaluo usaha, seperti halnya maqamat.


B.    Macam-macam Maqamat

1.    Tobat

Menurut ozun Mun Al-Nishri, tobat dibedakan atas dua macam yaitu tobat awam dan tobat khawas. Pandangan ini mirip dengan pernyataan Al-Junaidi yang mengatakan bawha tobat ialah “Engkau melupakan dosamu”.

2.    Zuhud

Dalam Do’irat Al-Ma’rifah Al-islamiyah disebutkan keterangan dzun Nun tentang simbol-simbol Az-zuhud, yaitu: sedikit cita-cita, mencintai kekafiran, dan memiliki rasa cukup yang disertai dengan kesabaran.
3.    Fakir (Faqr)

Fakir merupakan kekurangan harta yang diperlukan seseorang dalam menjalani kehidupan di dunia.
4.    Sabar (ash-shabar)
5.    Syukur (as-syukur)
6.    Rela (ridha)

Rela berarti menerima dengan rasa puas terhadap apa yang dianugrahkan Allah SWT. 


7. Tawakal (at-tawakkal)

Tawakkal merupakan gambaran keteguhan hati manusia dalam menguntungkan di hanya kepada Allah SWT.