Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Pengertian Mahabbah Definisi Tokoh dan ajarannya

A.    Pengertian Mahabbah

Mahabbah artinya cinta. Hal ini mengandung maksud cinta kepada Tuhan. Lebih luas lagim, bahwa “Mahabbah” memuat pengertian yaitu :

  1. Memeluk dan mematuhi perintah Tuhan dan membenci sikap yang melawan pada Tuhan
  2. Berserah diri kepada Tuhan 
  3. Mengosongkan perasaan di hati dari segala-galannya kecuali dari zat yang dikasihi

Tentang “Mahabbah” dapat dapat dijumpai di dalam al-Qur’an antara lain :

  • Surat Ali Imran ayat 31 : Artinya :”Katakanlah : jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosanmu” Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang” (Q.S Ali Imran, 31).
  • Hadits “Yang artinya hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan hingga aku cinta padanya. Oran gyang kucintai menjadi telinga, mata dan tangan-Ku”.

Aliran tasawuf mahabbah kedudukannya sejajar dengan aliran-aliran tasawuf lainnya seperti ma’rifat (pengetahuan). Al-Fana dan al-Baqa (kehancuran dan ketetapan), dan al-ijtihad (persatuan). Ijtihad dapat berbentuk Al-Qulul (pengambilan tempat) ataupun Al-Wujud (kesatuan wujud). Penjelasan tentang aliran-aliran tersebut akan diuraiakan pada bab-bab berikutnya.

B.    Tokoh Sufi Mahabbah dan Ajarannya

Aliran sufi mahabbah dipelopori dan dikembangkan oleh seorang sufi wanita bernama Rabiah al-Adawiah, ia lahir di Basrah pada tahun 714 M. Di antara doa-doa yang tercatat berasal dari Rabiah ada doa yang dipanjatkannya pada waktu larut malam, di atas atap rumahnya “Tuhanku, binatang-binatang bersinar gemerlapan, manusia sudah tidur nyenyak, dan raja-raja telah menutup pintunya, tiap orang yang bercinta sedang asyik masuk dengan kesayanganya, dan disinilah aku sendiri bersama Engkau’