Pengertian Mahabbah Definisi Tokoh dan ajarannya

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

A.    Pengertian Mahabbah

Mahabbah artinya cinta. Hal ini mengandung maksud cinta kepada Tuhan. Lebih luas lagim, bahwa “Mahabbah” memuat pengertian yaitu :

  1. Memeluk dan mematuhi perintah Tuhan dan membenci sikap yang melawan pada Tuhan
  2. Berserah diri kepada Tuhan 
  3. Mengosongkan perasaan di hati dari segala-galannya kecuali dari zat yang dikasihi

Tentang “Mahabbah” dapat dapat dijumpai di dalam al-Qur’an antara lain :

  • Surat Ali Imran ayat 31 : Artinya :”Katakanlah : jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosanmu” Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang” (Q.S Ali Imran, 31).
  • Hadits “Yang artinya hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan hingga aku cinta padanya. Oran gyang kucintai menjadi telinga, mata dan tangan-Ku”.

Aliran tasawuf mahabbah kedudukannya sejajar dengan aliran-aliran tasawuf lainnya seperti ma’rifat (pengetahuan). Al-Fana dan al-Baqa (kehancuran dan ketetapan), dan al-ijtihad (persatuan). Ijtihad dapat berbentuk Al-Qulul (pengambilan tempat) ataupun Al-Wujud (kesatuan wujud). Penjelasan tentang aliran-aliran tersebut akan diuraiakan pada bab-bab berikutnya.

B.    Tokoh Sufi Mahabbah dan Ajarannya

Aliran sufi mahabbah dipelopori dan dikembangkan oleh seorang sufi wanita bernama Rabiah al-Adawiah, ia lahir di Basrah pada tahun 714 M. Di antara doa-doa yang tercatat berasal dari Rabiah ada doa yang dipanjatkannya pada waktu larut malam, di atas atap rumahnya “Tuhanku, binatang-binatang bersinar gemerlapan, manusia sudah tidur nyenyak, dan raja-raja telah menutup pintunya, tiap orang yang bercinta sedang asyik masuk dengan kesayanganya, dan disinilah aku sendiri bersama Engkau’


Artikel Menarik lainnya :