Ittihad dan Hulul

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

A.    Pengertian

Ittihad adalah bahwa tingkatakan tasawuf seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan.  Ittihad merupakan suatu tingkatan dimana yang mencintakan dan yang dicintai telah menjadi satu.

A.R Al-Badawi berpendapat bahwa di dalam ittihad yang dilihat hanya satu wujud. Walaupun sebenarnya ada dua wujud yang berpisah satu dari yang lain.  Hal ini terjadi pertukaran peranan antara yang mencintai dan yan dicintai (sufi dan Tuhan).

Dalam ittihad “identitas telah hilang, indentias telah menjadi satu”, hal ini bisa terjadi karena sufi telah memasuki fana yang tidak mempunyai kesadaran lagi dan berbicara dengan nama Tuhan.

Masalah ittihad, hulul dan Tauhid di kalangan sufi tidak banyak dibicarakan. Mungkin ini disebabkan dari pembunuhan tokoh sufi yaitu al-Hallaj karena dituduh mempunyai paham “hulul” sehingga banyak tokoh sufi takut mempersoalkan tersebut, agar tidak mempunyai nasib yang sama.


B.    Tokoh Sufi Ittihad Al-Hulul dan Ajarannya

Sebagai penyebar dan pembawa ajaran ittihad dalam tasawuf adalah Abu Yazid al-Bustamil, ia lahir di Bistam di Persia pada tahun 874 M dan meninggalkan dalam usia 73 M.


Artikel Menarik lainnya :