Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Inspeksi dan Pengujian Benda Tuang

BAB I
PENDAHULUAN


A. DESKRIPSI

Modul ini berjudul Inspeksi dan Pengujian Benda Tuang. Maksud dari modul ini yaitu pemeriksaan dan pengujian produk yang dibuat melalui proses penuangan. Pemeriksaan dimaksudkan untuk mengetahui cacat atau karakterisasi bahan atau konponen yang dihasilkan dari proses tuang. Adapun isi modul meliputi kemampuan evaluasi benda tuang, kemampuan mengidentifikasi cacat benda tuang, kemampuan menguji benda tuang dan kemampuan untuk menentukan tindakan perbaikan produk tuang.

Kompetensi ini diberikan dalam batas waktu standar 100 jam. Modul lain yang menjadi pendukung yaitu modul M4.2A, modul M9.2A dan modul M13.4A. Modul tersebut mendasari peserta diklat untuk dapat dengan mudah meguasai kompetensi ini. Setelah mempelajari dan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat memiliki kemampuan dalam memeriksa dan menguji benda tuang sekaligus mampu memberikan laporan hasil pemeriksaan dan pengujian pada pihak yang berwenang. Penguasaan kompetensi ini memiliki peranan yang penting dalam industri pengecoran, dalam usaha peningkatan kualitas produk.

B. PRASYARAT
Untuk mempelajari ini maka peserta diklat diharuskan telah menguasai kemampuan awal yaitu :
1. Membaca gambar kerja dalam proses penuangan
2. Pengujian dan pemeriksaan material teknik
3. Pemeriksaan struktur mikro
4. Pengujian mekanis

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Untuk dapat melakukan proses belajar dengan efektif maka harus diperhatikan petunjuk berikut.
1.    Petunjuk untuk peserta diklat

a. Langkah-langkah belajar yang ditempuh
b. Perlengkapan yang harus dipersiapkan.
c. Hasil pelatihan.
d. Prosedur sertifikasi.

2. Peran guru dalam proses pemelajaran.

  1. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar
  2. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep dan praktek baru dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat.
  4. Membantu peserta diklat dalam menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
  5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.
  7. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya.
  8. Melaksanakan penilaian
  9. Menjelaskan kepada peserta diklat tentang sikap pengetahuan dan keterampilan dari suatu kompetensi yang diperlukan untuk dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.
  10. Mencatat pencapaian kemajuan peserta diklat.


D. TUJUAN AKHIR

Tujuan akhir dari proses pembelajaran ini yaitu agar peserta diklat menguasai kompetensi pemeriksaan dan pengujian bahan tuang atau tempa. Adapun sub-kompetensi yang harus dikuasai meliputi ;

1. Peserta diklat mampu mengevaluasi benda tuang yang ditunjukkan dengan kinerja dapat memahami gambar produk tuang/tempa dengan benar apabila peserta diklat diberi gambar kerja. Peserta diklat mampu memilih dan menggunakan alat ukur untuk mengukur produk tuang/tempa dengan tepat, cermat dan teliti.

2. Peserta diklat mampu mengidentifikasi cacat benda tuang /tempa. Kemampuan ini dibuktikan dengan criteria kinerja ;

  • Peserta diklat mampu mengambil dan menyiapakan sampel sesuai dengan prosedur dan operasi standar.
  • Peserta diklat mampu memngidentifikasi dan memisahkan benda tuang yang cacat.
  • Peserta diklat mampu mengidentifikasi dan mengetahui penyebab cacat tuang.

3. Peserta diklat mampu menguji benda tuang/tempa dengan prosedur dan operasi standar. Kriteria keberhasilan ditunjukkan dengan kinerja apabila peserta diklat dihadapkan pada benda tuang maka ;

  • Mampu menguji cacat permukaan benda tuang/tempa secara visual dengan prosedur dan operasi standar.
  • Mampu melakukan pengujian mekanis seperti kekuatan tarik, kekerasan, kekuatan impak, kekuatan tekan dan mampu bengkok dengan prosedur dan operasi standar.
  • Mampu melakukan pengujian tidak merusak seperti pengujian radiografi, ultrasonic dengan prosedur dan operasi standar.
  • Mampu membuat catatan dan laporan seluruh pengujian secara akurat sesuai dengan prosedur dan operasi standar.


4. Peserta diklat mampu melakukan tindakan perbaikan sesuai dengan prosedur dan operasi standar. Kriteria keberhasilan ditunjukkan dengan kinerja apabila peserta diklat dihadapkan pada data cacat benda tuang/tempa maka :

  • Mampu melakukan tindakan perbaikan sesuai dengan prosedur dan operasi standar.
  • Mampu menerapkan pengetahuan proses pengecoran yang dikuasai untuk mengadakan perbaikan proses untuk menghilangkan kesalahan produk tuang.



Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!