Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Efektivitas Problem Solving Dengan Memanfaatkan Alat Peraga Pada Pokok Bahasan Model Matematika

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berperan mendidik anak agar berilmu, terampil, dan berkeperibadian guna dapat berperan aktif menentukan bangsa ke depan. Setiap sekolah dari tingkat yang paling rendah sampai yang tinggi selalu mempunyai kurikulum dan tujuan yang telah ditentukan guna menyiapkan kader-kader bangsa yang handal. Mengingat peranan pendidikan sangat penting dalam suatu negara untuk menyiapkan insan pembangunan, generasi muda diharapkan berkemampuan, trampil, serta cakap dalam bidang yang dipilihnya.

Proses pendidikan merupakan usaha pembangunan bangsa yang mencakup ruang lingkup yang menyeluruh yaitu kemampuan mental, pikiran (rasio dan intelek), kepribadian manusia seutuhnya. Untuk membawa kepribadian yang demikian memerlukan rentang waktu yang relative panjang, bahkan berlangsung seumur hidup (Norsyam, 1980 : 28).

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional secara efektif dan efisien, pemerintah mengupayakan melalui peningkatan bidang pendidikan dan pengajaran, untuk itu pemerintah telah menyediakan berbagai sarana yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Untuk itu pemerintah mengadakan pembaharuan kurikulum sesuai dengan tuntutan zaman, kurikulum yang dipakai di SD adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu kurikulum tahun 2004 yang telah diseleksi dan disempurnakan dengan menitik beratkan pada kegiatan yang berdasarkan proses pengajaran.

Mengajar merupakan penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar. Sistem lingkungan yang dimaksud terdiri dari beberapa komponen yang saling mempengaruhi seperti tujuan instruksional yang ingin dicapai, materi pelajaran yang diajarkan, guru dan murid sebagai subyek yang akan berperan serta berada dalam jalinan hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia (Usman, 2002 : 11)

Dalam kegiatan pembelajaran antara guru dan siswa terjadi saling berinteraksi, siswa sebagai individu, anggota kelompok di dalam kelas,  dan anggota warga masyarakat sekolah tidak terlepas dari masalah yang dihadapi dalam mencapai cita-citanya. Hambatan-hambatan tersebut dapat menimbulkan kesulitan belajar yang harus mendapat perhatian secara khusus oleh personil sekolah sehingga tercapai pemecahan dan penyelesaianya, maka pihak sekolah melakukan berbagai tindakan yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan menurut pantauan peneliti hambatan tersebut juga tergambar bahwa kurangnya perhatian dan pemahaman siswa karena tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana di dalam kelas.

Apabila dalam kegiatan belajar mengajar guru menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar baik dalam kelas maupun di luar kelas, maka guru segera mengambil tindakan yang tepat salah satunya dengan memanfaatkan alat peraga.

Dalam penerapan pembelajaran matematika banyak sekali masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa seperti pemahaman, keterampilan, dan kecakapan pembelajaran model matematika. Karena berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, kemampuan olah bahasa anak SD masih sangat minim. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran problem solving sangat penting dalam mengatasi masalah tersebut. Melalui penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana kemampuan anak SD mengaplikasikan model matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang ahli Lawson dalam Muhibbin (1995) berpendapat: “hampir di semua bidang studi dapat digunakan sebagai sarana belajar pemecahan masalah. Untuk ini, guru (khusunya yang mengajar eksakta, seperti matematika dan IPA) sangat dianjurkan menggunakan model dan strategi mengajar yang berorientasi pada cara problem solving (Syah, 1995 : 45)

Dalam mengaplikasikan model matematika ada beberapa kendala yang dihadapi untuk itu diperlukan peranan alat peraga dalam problem solving tersebut. Peranan alat peraga untuk mempertinggi mutu belajar mengajar serta mempercepat proses belajar mengajar, membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru. Di samping itu juga pemakaian alat peraga dan peraga benda, imajinasi anak dirangsang, perasaan anak disentuh dan kesan yang mendalam diperoleh anak belajar dengan semangat dan dapat mengingat dengan baik.

Peranan problem solving dengan memanfaatkan alat peraga pada pembelajaran model matematika untuk mempercepat merangsang imajinasi anak dalam mengaplikasikannya terhadap kehidupan sehari-hari, juga mempertinggi kualitas belajar mengajar dan pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa selain itu untuk mempertinggi interaksi antara guru dengan siswanya dan antara siswa dengan lingkungan belajarnya.

Dalam pembelajaran model matematika memiliki kesulitan-kesulitan khusus yang dalam pengerjaannya diperlukan problem solving dengan memanfaatkan alat peraga untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga dalam pengerjaanya siswa termotivasi, tidak jenuh dalam belajar serta untuk mencapai proses belajar secara efektif dan efisien.

Dari uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui “Efektifitas problem solving dengan memanfaatkan alat peraga pada pokok bahasan model matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 14 Mataram tahun ajaran 2007/2008”.


B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana efektifitas problem solving dengan memanfaatkan alat peraga pada pokok bahasan model matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 14 Mataram tahun ajaran 2007/2008 ?”


C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah “Untuk mengetahui efektifitas problem solving dengan  memanfaatkan alat peraga pada pokok bahasan model matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 14 Mataram tahun ajaran 2007/2008”.


D.    Manfaat Penelitian

1.    Kegunaan teoritis

  1. Hasil penelitian ini dikharapkan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan
  2. Hasil penelitian ini dikharapkan menambah pengetahuan tentang proses belajar mengajar khususnya dalam bidang studi matematika.
  3. Hasil penelitian dari informasi yang terungkap dalam problem ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijaksanaan dalam proses belajar mengajar.

2.    Kegunaan praktis

  1. Hasil penelitian dapat berguna sebagai bahan masukan bagi guru dalam proses belajar mengajar.
  2. Hasil penelitian ini dikharapkan dapat bermanfaat guna meningkatkan kemampuan dalam kegiatan belajar mengajar serta mempermudah siswa dalam meningkatkan belajar.
  3. Hasil penelitian ini dikharapkan bermakna bagi ilmuwan, agar dapat mengembangkan konsep-konsep tentang pengajaran materi pembelajaran.

E.    Hipotesis

Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya. (Nasution, 2004 : 239). Sedangkan menurut pendapat lain hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi, 2002 : 64).

Dari kedua pengertian di atas, dapat tarik suatu kesimpulan bahwa hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap pernyataan yang akan terbukti apabila masalah tersebut telah diteliti.

Sehubungan dengan uraian di atas maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Ha = Terdapat efektivitas problem solving dengan memanfaatkan alat peraga pada pokok bahasan model matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 14 Mataram tahun ajaran 2007/2008


F.    Penegasan Istilah

1.    Problem solving

“Problem solving adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama (Wordpress. Com).

“Problem solving adalah pada dasarnya belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis, logis, teratur, dan teliti. Tujuannya ialah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah secara rasional, lugas dan tuntas. 

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan hahwa problem solving adalah belajar dan melatih siswa menghadapi berbagai masalah dengan menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara logis dan rasional (sesuai dengan akal sehat). Tujuannya ialah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep.

2.    Alat Peraga

Alat peraga adalah “alat Bantu untuk mendidik/mengajar supaya apa yang diajarkan mudah dimengerti anak didik” (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1981 : 13). Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep, prinsip-prinsip dan hukum matematika.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa alat peraga merupakan media pengajaran yang mengandung atau membawakan konsep-konsep yang dipelajari.

3.    Model Matematika

Model  matematika adalah “suatu cara sederhana untuk memandang suatu masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan matematika” (Nasirudin,1986 : 96).

“Pendapat lain mengatakan bahwa model matematika adalah suatu hasil penterjemahan bentuk sehari-hari menjadi bentuk matematika (Suah sembiring,1984 : 19)

Berdasarkan pedapat di atas dapat disimpulkan bahwa model matematika yaitu memandang masalah dengan menggunakan cara sederhana dengan memandang bentuk penterjemahan bentuk sehari-hari menjadi bentuk matematika.

 Jadi, secara keseluruhan judul di atas dapat diartikan sebagai suatu cara sederhana yang memandang suatu masalah dari suatu penterjemahan bentuk kehidupan sehari-hari menjadi bentuk matematika serta penyelidikan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Efektifitas problem solving dengan memanfaatkan alat peraga pada pokok bahasan model matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 14 Mataram tahun ajaran  2007/2008”.