Etika, Moral dan Akhlak

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

Etika, Moral dan Akhlak - Etika adalah suatu ajaran yang berbicara tentang baik dan buruknya yang menjadi ukuran baik buruknya atau dengan istilah lain ajaran tenatang kebaikan dan keburukan, yang menyangkut peri kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.



Akhlah adalah suatu ilmu yang menentukan batas antara yang baik dan buruk, terpuji dan tercela, menyangkut perkataan dan perbuatan manusia lahir batin, yang berdasarkan wahyu Tuhan.

Obyek kajian akhlak adalah mendorng untuk melekukan perubahan sifat hati (kodisi hati) yang kadang bisa baik bisa buruk yang di cerminkan dalam prilaku. Dan jika sifat hatinya baik maka yang muncul yaitu akhlak yang baik (al-akhlaq al-karimah) dan jika hatinya busuk maka yang keluar dalam prilakunya adalah akhlak yang buruk (al-akhlak al-mazumumah), maka manusia harus  perlu membedakan mana yang buruk dan yang baik.

Ada 3 macam nafsu yang terdapat didalam diri manusia adalah sbb :
  • Nafsu “ syahwaniyyah”, (nafsu ini ada pada manusia dan ada pula pada binatang) adalah nafsu yang cenderung kepada kelezatan semisalmakann, minuman, dan saywat jasmaniyyah seperti bersenagn-senang dengan perempuan. Dan jika nafsu ini tak dikendalikan maka manusia tak ada bedanya dengan binatang, dan silkap hidupnya menjadi hedonisme.
  • Nafsu “al-ghadabiyyah”, (ada pada manusia dan binatang) yaitu nafsu yang cenderung kepada marah,merusak, ambisi dan senang menguasai dan mengalahkan yang lain. Dan juga nafsu ini lebih kuat ketimbang nafsu “syahwaniyyah”, dan lebih berbahaya bagi pemiliknya jika tak terkendalikan. Ia akn cenderung pemarah, sangat,”hiqdu (dengki), tergesa-gesa tidaktenang, serta cepat bertindak untuk menaklukkan mushnya tanpa pertimbngan matang dan rasional.
  • Al-nafsu al-nathiqah, yaitu nafsu yang membedakan manusia dengan binatang lain (hewan yang lainnya). Dengan nafsu ini manusia mampu berzikir, mengambil hikmah, memahi fenomena alam, dan dengan nafsu ini juga manusia menjadi Agung, besar cita-citanya kagum pada dirinya sehingga bersyukur kepada tuhannya. Dan nafsu ini juga dapat menajdikan manusia untuk mebedakan baik- buruknya dan dengan nafsu ini juga manusia dapat mengendalikan keuda nafsu yakni “al-syawaniyya” dan al-gadhabiyyah”.

Moral adalah ajaran baik dan buruk yang ukurannya yaitu traidsi yang berlaku di suatu masyarakat. Dan seseorang dianggap bermoral kalau sikap hidupnya sesuai dengan tradisi yang berlaku di masyarakat tempat ia berada, dan sebaliknya seseorang dianggap tidak bermoral jika hidupnya tidak sesuai dengan tradisi yang beralaku di masyarakat tersebut. Dan menurut ajaran islam, pada umumnya manusia adalah makhluk yang bermoral dan etis dan juga penuh dengan nilai-nilai atau norma-norma.

Sedangkan perbadaan dan persamaannya adalah sama-sama pembahas tentang baik-buruknya segala apa yang ada, dan perbedaannya tidak terlalu membahas lebih rinci mengenai mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk tapi, hanya membaha mengenai nilai-nilai dan norma yang ada. Sebagai mana di  dalam QS. Al-Ba qarah.’ 183

Artinya :
 “Hai oarng-orang ynag beriman, di wajibkan puasa kepada kamu seperti halnya di wajibkan puasa kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi manusia taqwa” (QS. Al-Ba qarah.’ 183)


    Makna taqwa adalah menjadikan kita untuk selalu mengingat kepada allah karna dengan mengingat dia hati kita akan selalu menjadi tenang dan merasa nyaman, baik dalam sedih maupun senang dan dapat memberikan pentunjuk kepada kita untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana hal yang buruk.

Tasawuf adalah proses pendekatan diri kepada Tuhan yang Maha Esa (Allah) dengan mencucikan hati (tahfiat al-qalbi). Dan hati yang suci bukan hnya bisa dekat dengan tuhan malah dapat melihat tuhan (al-ma’ rfiih).

Ada 3 macam pengetahuan menurut Zun Nun al-Misri adalah sbb :
  • Pengetahuan awan yaitu Tuhan satu dengan perantaraan ucapan kalimat sahadat
  • Penegtahuan ulama yaitu Tuhan yaitu menurut logika akal. 
  • Pengetahuan kaum sufi yaitu Tuhan satu dengan perantaraan hati sanubari

Tujuan ahklak adalah aktualisasi ajran Islam itu sendiri. Dan dalam  hal ini tidaklah cukup dengan iman seseorang hanya dalam bentuk pengakuan, apalagi kalau hanya dalam bentuk pengetahuna. Yang “kaffa” adalah iman, dan amal, dan amal itulah yang di maksud tujuan ahklak.


Ruang lingkup ajaran ahklak adalah sbb :
  • ahklak kita terhadap diri sendiri yaitu “al-taubah” (kembali kepada tuhan), “al-muraqabah” (kesadaran diri bahwa tuhan mengintai kita), al-muhasabah” (selalu intorpeksi terhadap diri sendiri), dan “al-mujahadah” (terus-menerus mendekati tuhan).
  • Ahklak kita terhadap Allah SWT. Yaitu ahklak terhadap kalam Allah (al-kitab).
  • Ahlak terhadap rasullulah dan 
  • Ahlak terhadap mahluk (sesame manusia) yaitu ahlak terhada terhadap kedua orang tua, ahlak etika terhadap sesame kerabat, etika terhadap tetangga, etika terhadapsesama muslim, etika kepada orang kafir (non muslim), etika terhadap binatang dan terakhir etika terhadap alam dalam arti luas.

Indikator manusia yang berahklak adalah manusia yang suci dan sehat artinya, sedangkan manusia yang tidak berahklak (moral) adalah manusia yang kotor dan sakit hatinya.namun seringkali manusia tidak sadar kalau hatinya sakit, kalaupun dia sadar dengan kesakitan hatinya, ia tidak berusaha untuk mengobatinya. Padahal penyakit hati jauh lebih berbahaya ketimbang penyakit fisik.

Sebab seseorang yang sakit secara fisik jika penyakitnya tidak dapat diobati dan di sembuhkan ujung-ujungnya hanya kematian. Dan kematian tersebut bukanlah akhir segala persolan melainkan pintu yang semua orang akan memasukinya, tetapi penyakit hati jika tidak disembuhkan maka akan berakhir dengan kecelakaan dialam keabadian.


Aktualisasi ahklak dalam kehidupa adalah bersifat universal dan komprehensif, mencangkup aspek-aspek lahir dan batin yaitu melalui ilmu dan amal “mujadah dan riyadah.” implementasi ahklak dan tasawuf, bahwa secara keilmuan tasawuf harus dibedahkan sehingga jelas substansi kajianya dan sekaligus posisinya dalam ajaran Islam. Cara lain yaitu keteladanan merupakan usaha yang sulit tetapi amat menentukan, memberikan motivasi memberikan hadiah atau sebaliknya menghukum secara psikologis yang tidak kalah pentingnya adalah upaya penciptaan suasana kondusif oleh semua pihak.

Tasawuf adalah proses pendekatan diri pada tuhan (Allah) dengan cara mensucikan hati (tahfiat al-qalbi). Hati yang suci bukan hanya bisa dekat dengan tuhan malah dapat melihat tuhan (Al-Ma’rif) dalam tasawuf disebutkan bahwa tuhan mahasucci tidak dapat didekati keculiati nati yang suci. Sedangkan alasan jikir adalah untuk menenangkan hati dari berbagai macam masalah atau cobaan dan juga untuk membukan pikiran kita menjadi kosong dan hanya berpikir pada tuhan (Allah) semata untuk mendapat petunjuk dan rahmatnya.

Langka lahir yang harus ditempu untuk membentuk anak yang baik adalah dengan cara yang tulus dan memberikan contoh yang baik dalam pengalan fisih dan tawasuf seakaligus memberikan teladan bagaimana sikap teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.


Adapun cara mengubah kebiasaan buruk menurt Ahmad Amin dan Al-Ghajali adalah mencapai ahklak yang baik.

Menurut Al-Ghajali meliputi tiga cara yaitu :
  • Ahklak yang merupakan anugerah dan kasih sayang Allah yakni orang memiliki ahklak baik secara almiah (bi al-thabi ‘ah wa alfitrah), seabgai sesuatu  yang di berikan Allah kepadanya sejak ia dilahirkan.
  • Denagan “mujhahadah” (menahan diri) dan
  • Dengan “riyadhah” melatih diri secara spriktual, dan bentuk riyadhah yang di sepakati para sufi, sebagaimanan telah dijelasakan antara lain ialah dengan zikir.

Sedangkan menurut Ahmad Amin meliputi delapan cara  yaitu : 
  •  Menyadari perbuatan buruk, bertekad untuk meninggalkannya
  • Mencari  waktu baik untuk mengubah kebiasaan itu untuk megujudkan niat dan tekat semula.
  • Menghindarkan diri kepada segala hal yang dapat menyebabkan kebiasaan buruk itu terulang.
  • Berusah untuk tetap berada dalam  keadaan yang baik.
  • Menghindarkan diri dari kebiasaan buruk dan meninggalkannya dengan sekaligus.
  • Menjaga dan memelihara baik-baik kekuatan penolak dalam jiwa yaitu kekuatan penolak terhadap perbuatan yang buruk yaitu perbuatan yang di pelihara dengan istiqamah, ihklas dan jiwa tenang.
  • Memilih teman bergaul yang baik, sebab pengaruh itu besar sekali terhadap pembentukaan watak pribadi dan
  • Menyebuhkan diri dengan pekerjaan yang bermanfat.

Ahklak pada lingkungan adalah dengan cara menghargai sesama, saling bersilaturahmi dan beristiqamah dengan sesama muslim dan juga agama lain. Maka akan terbentuklah rasa saling mennghargai dan menghormati satu sama lain.

Semestinya saya berahklak berati saya udah memilik sikap untuk menghormati arang lain atau sesama, sesuai dengan profesi yang saya miliki sekarang karna dengan berahklak berati kita udah mendapatkan kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Etika, Moral dan Akhlak



Artikel Menarik lainnya :