Sukai Halaman Grosir Mutiara Lombok Supplier Murah

Tafsir Tarbiyah

BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang


    Allah SWT telah memerintahkan kepada Rasul-Nya yang mulia, di dalam ayat-ayat yang jelas ini, agar dia memberikan peringatkan kepada keluarga dan sanak kerabat duli kemudian kepada seluruh umat manusia agar tidak seorang pun yang berprasangka jelek kepada nabi, keluarga dan  sanak kerabatnya. Jika dia memulai dengan memberikan peringatan kepada kelurga dan sanak kerabatnya, maka hal itu akan lebih

bermanfaat dan seruannya akan lebih berhasil. Allah juga menyuruh agar bersikap tawadhu kepada pengikut-pengikut yang beriman, bersikap baik keapad mereka, dan ikut menggung kesusahan yang mereka mau menerima nasehat. Derngan akhlak yang terpuji dan dengan kelembutan, manusia, akan mendapatkan persaudaraan dan kecintaan dari orang lain. Maka benarlah apa yang di firmankan oleh Allah.


     “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kemu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka mejjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonlah ampun bagi mereka dan bermusyawarhlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwakkal-Nya.” (Q.S. Ali Imran 159)


B. Rumusan Masalah 
    Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diajukan rumusan masalah antara lain : “Bagaimana objek pendidikan menurut Al-Qur’an surat Al-Nisa ayat 170”

C. Tujuan 
     Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tampak jelas sekali tujuan penyusunan makalah tafsir ini yaitu “untuk mengetahui objek pendidikan menurut Al-Qur’an surat Al-Nisa ayat 170”


 BAB II
PEMBAHASAN

A.    Q.S. Al-Nisa : 170

Terjemahannya:
“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad)itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah  yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.” (An-Nisa’ 170).

B.    Tafsiran Ayat
    Berdasarkan terjemahan surat di atas dapat penulis pahami bahwa Allah SWT memerintahkan seluruh manusia agar beriman kepada hamba-Nya dan rasul-Nya, Muhammad SAW dan Allah SWT menyebutkan sebab diharuskannya beriman kepadanya dan manfaat dari beriman kepadanya, serta kemuharatan yang akan didapatkan dengan tidak beriman kepadanya

    Adapun sebab yang mengharuskan untuk beriman adalah, kabar Allah bahwa ia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran. Artinya, kedatangan berupa syariat itu sendiri adalah suatu kebenaran dan apa yang di bawanya berupa syariat adalah kebenaran. Seorang yang berakal akan mengetahui bahwa tetapnya orang dalam kejahilan mereka bingung dalam kekufuran mereka dan terus didera kebimbangan. Dan risalah telah terputus dari mereka dan tidak sesuai dengan hikmah Allah dan rahmta-Nya.

    Di antara hikmah dan rahmat-Nya yang agung mengutus Rasul kepada mereka sendiri agar mengajarkan kepada mereka petunjuk dari kesesatan, dan menyimpang dari jalan lurus. Maka dengan hanya memandang pada kerasulannya itu adalah sebuha dalil yang kuat akan kebenaran kenabiannya. Demikain juga memperhatikan apa yang di bawa olehnya syariat yang agung dan jalan yang lurus.

Di sana terdapat berita-bertia tentang hal-hal ghaib yang telah lampau dan yang akan datang dan kabar tentang Allah dari Hari Akhir yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu maupun kerasulan. Juga terdapat perintah kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturrahim dan akhlak yang terpuji, dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezhaliman, melampau batas, akhlak yang jelek, berdusta dan durhaka, yang secara pasti dan sangat menyakinkan bahwa datangnya dari Allah dan setiap kali ilmu seseorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya. Maka inilah sebab yang mendorong kepada keimanan.

   Adapun manfaat keimanan adalah Allah telah mengabarkan bahwa hal itu lebih baik “bagi kalian”, baik adalah lawan dari buruk. Maka iman lebih baik bagi kaum mukmin pada tubuh, hati, jiwa mereka, dunia dan akhirat mereka. Yang demikian itu karena pengaruh yang diakibatkan olehnya, berupa kemaslahatan maupun manfaat.

Setiap balasan yang segera atau tertunda, adalah buat dari keimanan. Kemenangan, petunjuk, ilmu, amal shalih, kebahagian, kesenangan dan surga dan apa yang terkandung di dalamnya berupa kenikmatan, semua itu adalah sebab dari Iman, sebagaimana kesengsaraan duniawi dan ukhrawi adalah karena tidak adanya keimnan atau kekurangan Iman.

   Sedang mudharat karena tidak beriman kepada beliau akan diketahui dari perkara jyang berlawanan dengan akibat dari beriman kepadanya, dan bahwa seorang hamba itu tidaklah memudharatkan kecuali dirinya sendiri. Allah tidak membutuhkan dirinya, karena kemaksiatan seorang pelaku maksiat tidaklah akan memudharakanNya. Karena itulah Allah berfirman :

“karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah”. Maksudnya, seluruhnya adalah ciptaanNya, kerajaanNya dan di bawah pengaturan dan pengelolaanNya.

“Dan Allah Maha Mengetahui” akan segala sesuatu,  “lagi maha bijaksana”dan dalam ciptaan dan perintahNya. Dia-lah Yang Maha Mengetahui orang yang berhak mendapatkan petunjuk dan kesesatan, Mahabijaksana dalam memberikan petunjuk dan kesesatan pada tempatnya masing-masing.

Adapun terhadap orang-orang kafir dan berbuat maksiat, maka janganlah kamu bersikap lemah lembut melainkan perangilah mereka dan bebaskan dirimu dari cengkeraman mereka. Allah Subhanallah wa Ta’ala berfirman dalam surat Asy-Syu’araa : 213 – 216 yang berbunyi :

 Terjemahannya :
“Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) Tuhan yang lain di sampaing Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di azab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan” (Asy-Syu’araa : 213 – 216).

Demikian kamu harus berinteraksi dengan manusia terhadap orang-orang yang mengikutimu dan beriman, maka bertakwahulah kepada mereka dan kepada orang-orang yang menentangmu maka bebaskan dirimu darinya dan dari perbuatannya. Bertakwalah kamu  kepada Tuhanmu dalam segala keadaan dan serahkan segala urusanmu kepada-Nya, karena Dia adalah Walimu, yang melihatmu ketika kamu bertahajud pada waktu malam menyembah Tuhanmu, dan melihatmu ketika kamu mengerjakan shalat bersama orang-orang yang shalat, dan Allah adalah wali bagi orang-orang yang bertakwa, Maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Dan bertakwalah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perbuatan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Asy-Syu’araa: 217 – 220).

Maksud bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihatmu dalam seluruh aktivitasmu, baik ketika kamu duduk, berdiri beribadah, membaca dan mengingat.

Qatadah berkata”Allah melihatmu baik ketika kamu sendirian maupun bersama jama’ah, Dia adalah penjaga, pendukung dan penolongmu, maka janganlah kamu menghiraukan siapa pun selain-Nya.


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian pembahasan pada BAB II di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa objek pendidikan dalam al-Qur’an Surat al-Nisa ayat 170 terdiri dari berbagai prinsip tentang perintah kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturrahim dan akhlak yang terpuji, dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezhaliman, melampau batas, akhlak yang jelek, berdusta dan durhaka, yang secara pasti dan sangat menyakinkan bahwa datangnya dari Allah dan setiap kali ilmu seseorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya.

B.    Saran
Setelah membaca berbagai referensi tentang tafsir tarbiyah kami dapat memberikan sumbang saran yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang antara lain seperti efektifitas penafsiran ayat-ayat al-Qur’an mungkin dapat diperdalam kembali.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,  2005. Tafsir as-Sa’di Juz  6, Mesir : Ar-Russ
Depag RI, 2006. Al-Qur’an dan Terjemahannya,  Jakarta 

Bagi yang posting artikel ini kembali tolong LINK sumber dicantumkan !!!