Pertumbuhan Dan Perkembangan Pendidikan Islam Di Indonesia

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin


Masuknya dan berkembangnya Islam di Indonesia

    Berita Islam di Indonesia telah diterima sejak orang Venesia (Italia) yang bernama Marcopolo singgah di kota Perlak dan menerangkan bahwa sebagian besar penduduknya telah beragama Islam. Sampai sekarang belum ada bukti tertulis tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Indonesia. Namun banyak
teori yang memperkirakannya.

    Dari sekian perkiraan, kebanyakan menetapkan bahwa kontak Indonesia dengan Islam sudah terjadi sejak abad ke 7 M, Ada yang mengatakan bahwa Islam pertama kali masuk di Indonesia di Jawa, dan ada yang mengatakan di Barus.ada yang berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui pesisir Sumatera.

    Untuk selanjutnya siapa yang memperkenalkan Islam di Indonesia itu? Ada yang mengatakan bahwa Islam di bawh ke Indonesia oleh para pedangan ada yang mengatakan bahwa kekuasaan (konversi) keraton sangat berpengaruh bagi pengislaman di Indonesia. Masuknya islam penguasa akan diikuti oleh rakyatnya secara cepat. Dapat dikatakan bahwa Islam pada mulanya diperkenalkan oleh para pedagang muslim yang melakukan kontak dagang dengan penduduk setempat pada akhirnya dapat menarik hati penduduk setempat untuk memeluk Islam. Pada masa awal, saudagar-saudagar muslim dikenal cukup mendominasi perdangangan dengan Indonesia.

    Kehadiran pedangang-pedagang muslim melahirkan fenomena kota-kota perdangangan sebagai pusat ekonomi, yang pada akhirnya mendukung kegiatan bagia pengembangan Islam. 

    Di samping itu penyebaran Islam di Indonesia adalah dengan metode kekuasan, yang mempunyai peran penting bagi perluasan Islam di Indonesia. Beralihnya agama penguasaa menjadi muslim akan diikuti rakyat dan pendukungnya secara cepat. Setelah berdirinya kerajaan islam, biasanya  sang penguasa mempelopori berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari dakwa Islam, pembangunan masjid, sampai penyelenggaraan pendidikan Islam. 

    Dapat dikatakan bahwa jalan yang ditempuh oleh para pedangan muslim dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia antara lain melalui jalur atau salurann perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian dan politik.
  1. Perdangangan Pada taraf permulaan saluran Islamiyah adalah dengan perdangagan, dimana kesibukan lalu lintas perdangagan terjadi pada abad ke 7 hingga 16 M . 

    2. Perkawinan 
     Dari sudut ekonomi, para pedangagang muslim memiliki status ekonomi yang lebih baik, sehingga para putri bangsawan tertarik untuk menjadi istri saudagar-saudagar itu dan sebelum nikah mereka  di Islamkan dahulu.

    3.    Tasawuf
   Para pengajar tasawuf atau sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengan jalan yang sudah dikenmal luas oleh masyarakat Indonesia.

    4.    Pendidikan
    Islamisasi dengan saluran ini misalnya dilaksanakan di pondok-pondok pesentren yang diselenggarakan oleh guru-guru agama, kyai dan ulama-ulama

    5.    Kesenian
    Pada waktu itu di Nusantara terdapat beberapa pusat kesenian dan kesusastraan Melayu. Dari pusat-pusat kesenian dan kesusastraan tersebut lahirlah kesusastraan Melaku klasik dan terciptalah genre-genre di pusat-pusat itu.

    6.    Politik
    Di Maluku, Sulawesi Selatan, rakyat masuk Islam setelah rajanya masuk Islam, maka kerajaan Isalam berusaha menguasai kerjaan non Islam, sehingga secara politis banyak menarik penduduk kerajaan non Islam untuk masuk Islam.

    Pada awal abad ke 15 M pesantren telah didirikan oleh para kpenyebar agama Islam, di antaranya Walisongo. Dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan Islam di Indonesia didirikan, agama Islam semakin tersebar sehingga dapat dikatakan lembaga-lembaga itu merupakan anak panah penyebaran Islam di Jawa.

    Di samping itu ada juga yang dinamakan surau, yakni lembaga pendidik Islam tradisional di Sumatra Barat. Di Minangkabau istilah surau telah digunakan sebelum datangnya Islam di Indonesia. Surau merupakan tempat yang dibangun Islam di Indonesia.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa surau sebulum datangnya Islam adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Minangkabau. Surau dibangun oleh suku Indu untyk berkumpul, rapat, dan tempat tidur bagi pemuda-pemuda, kadang-kadang bagi mereka yang sudah kawin dan orang-orang tua yang sudah uzur.

B.    Masa Masuk dan Berkembangnya Islam

1.    Akselerasi Perkembangan Islam Pada Umumnya

    Akselerasi dan dinamika penyebaran Islam tersebut di sebabkan adanya faktor-faktor khusus yang dimiliki oleh Islam bpada periode permulaanya.faktor-faktor posotif itu antara lain ialah : Faktor ajaran Islam itu sendiri. Ajaran Islam, baik pada bidang akidah, syariahdan akhlaknya mudah di mengerti oleh semua lapisan masyarakat, dapat di amalkan secara luwes dan ringan, selalau memberikan ja;lan keluar dari pada kesulitan.

2.    Masuk Islam dan berkembangnya

    Ada dua faktor utama yang menyebabkan indonesia mudah di kenal oelh bangsa-bangsa lain. Khususnya oleh bangsa-bangsa timur tengah dan timur jauh sejak dahulu kala, yaitu:
  • Faktor letak geografis yang strtregis, indonesia terletak di persimpangan jalan raya internasional dari jurusan timur tengah menuju tiongkok,melalui lautan dan jalan menuju benua amerika dan austeralia.
  • Faktor kesuburan tanahnya yang menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup yang di butuhkan oleh bangsa-bangsa lain. Misalnya : rempah-rempah.
   
Organisasi dan  Lembaga pendidikan Islam


1.    Organisasi Islam dan Pendidikan Islam di Indonesia

     Para pemimpin pergerakan nasional dengan kesadaran penuh ingin mengubah keterbelakangan rakyat      Indonesia. Mereka insaf bahwa penyelenggaraan pendidikan yang bersifat nasional harus segera dimasukkan ke dalam agenda perjuangannya. Maka lahirlah sekolah sekolah sertikelir (swasta) atas usaha para perintis kemerdekaan sekolah-sekolah itu semula memiliki dua corak, yaitu :

a)    Sesuai dengan haluan politik, seperti :
  • Taman siswa, yang mula-mula didirikan di Yogyakarta
  • Sekolah serikat Rakyat di Semarang, yang berhaluan komunis
  • Ksatrian Institut, yang didirikan oleh Drs. Douwes Dekkerr (Dr. Setiabudi) di Bandung
  • Perguruan Rakyat, di Jakarta dan Bandung.
b)    Sesuai dengan runtutan/ajaran agama Islam yaitu :
  • Sekolah-sekolah Serikat Islam
  • Sekolah-sekolah Muhammadiyah
  • Sumater tawalib di Padang Panjang
  • Sekolah-sekolah Nahdlatul Wathan
  • Sekolah-sekolah Persatuan Umat Islam (PUI)
  • Sekolah-sekolah Al-Jami’atul Wasliyah
  • Sekolah-sekolah Al-irSYAD 
  • Sekolah-sekolah Normal Islam
  • Dan masih banyak sekolah-sekolah lain yang didirikan oleh organisasi Islam maupun oleh perorangan diberbagai kawasan kepulauan Indonesia baikdalam bentuk pondok pesantren maupun Madrasah.
2.    Jenis-jenis lembaga Pendidikan Islam di Indonesia

a.    Lembaga Pendidikan Islam sebelum kemerdekaan Indonesia

   Pendidikan Islam mulai damai dan berkembang pada awal abad ke-20 Masehi dengan berdirinya madrasah Islamiyah yang bersifat formal.

    Madrasah-madrasah yang bermunculan di Sumateri antara lain :Madrasah Adabiyah di Padang Sumatra Barat yang didirikan oleh Syeikh Abdullah Ahmad pada tahun 1909 M. Madrasaha ini berubah menjadi HIS Adabiyah pada tahun 1915 M. Pada tahun 1910 M didirikan Madrs School di daerah Batu Sangkar Sumatera Barat oleh Sykh M. Taib Umar Pada tahun 1918 M  Mahmud Yunus mendirikan Diniyah School sebagai lanjutan Madrasah School.

    Adapun pondok pesantren (surau) yang pertama kali membuka madrasah formal ialah Tawalib di Padang Panjang pada tahun 1921 M di bawah pimpinan Syekh Abd. Karim Amrullah ayah Hamka.
Selain daripada madrasah, juga majalah, juga majalah Islamiyah mulai diterbitkan sebagai sarana pendidikan Islam untuk masyarakat, Madrasah Juharaian oleh H. Abd. Majid pada tahun 1922 M.

    Di sumatra Timur didirikan pesantren Syekh Hasan Maksum pada tahun 1916 M. Madrasah Maslurah di Tanjungpura pada tahun 1912 Madrasah Aziziyah pada tahun 1918 M.
Di Panula berdiri pesantren dan Madrasah Mustafawiyah di Purbabaru pada tahun 1913 M oleh Syekh Mustafa Husain keluaran Makkah.

    Di Sumatra Selatan berdiri Madrasah Al-Qur’aniyah pada tahun 1920 di Palembang oleh K.H. Moch. Yunus, Madrasah Ahliah Diniyah Oleh. K.Masagus. H.NanangMisri pada tahun 1920, Madrasah Nurul Falah oleh K.H. Abu Bakart Bastari pada tahun 1934 M dan Madrasah Darul Funun oleh K.H. Ibrahim pada tahun 1938 M.

b.    Lembaga Pendidikan Islam sesudah Indonesia Merdeka

    Setelah Indonesia merdeka dan mempunyai Departemen Agama, maka secara instantional Departemen Agama diserahi kewajiban dan bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan pendidikan agama dalam lembaga-lembaga tersebut. Lembaga pendidikan agama Islam ada yang berstatus negeri dan ada yang berstatus swasta.

Yang berstatus negeri misalnya seperti :
  1. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (Tingkat Dasar)
  2. Madrasah Tsawiyah Negeri (Tingkat Menengah Pertama)
  3. Madrasah Aliyah Negeri (tingkat Menengah Atas). Dahulunya berupa Sekolah Guru dan Hakim Agama (SGHA) dan Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN)
  4. Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang kemudian berubah menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri)
Pertumbuhan  Dan Perkembangan Pendidikan Islam Di Indonesia

Tokoh-tokoh pendidikan Islam di Indonesia
Adapun beberapa tokoh pendidikan Islam di Indonesia

1. Kyai Haji Ahmad Dahlan (1869 – 1923)

K.H Ahmad Dahlan dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1869 M dengan nama kecilnya Muhammad Darwis, putra dariKH.Abubakar Bin Kyai Sulaiman, Khatib di masjid besar (jami’) Kesulitan Yogyakarta, Ibunya adalah puteri Haji Ibrahim seorang penghulu.

2. Kyai Haji Hasyim Asy’ari (1871-1947)

K.H. Hasyim asy’ari dilahirkan pada tanggal 14 Februari tahun 1981 M di Jombang Jawa Timur, mula-mulai ia belajar agama Islam pada ayahnya sendiri Kyai Asy’ari Kemudian ia belajar ke pondok pesantren Purbalinggo. Kemudian pindah lagi ke Plangitan, Semarang, Madura, dan lain-lain.

Maka di bawah pimpinan KH. Ilyas dimasukkan pengetahuan umum ke dalam Madrasah Salafiyah, yaitu:
  1. Membaca dan menulis huruf latin
  2. Mempelajari bahasa Indonesia
  3. Mempelajari ilmu bumi dan sejarah Indonesia
  4. Mempelajari ilmu berhitung
Semuanya itu diajarkan dengan memakai buku-buku huruf latin.

3.    KH Abdul Halim (1887 – 1962)

KH. Abdul Halim lahir di Ciberelang, Majalengka pada tahun 1887 M. Dia adalah pelopor gerakan pembaharuan di daerah Majalenga, Jawa Barat, yang kemudian berkembnag menjadi persyerikatan Ulama, dimulai pada tahun 1911, yang kemudian berubah menjadi Persatuan Umat Islam (PUI) pada tanggal 5 April 1952 M/9 Rajab 1371 H.

Pertumbuhan  Dan Perkembangan Pendidikan Islam Di Indonesia


    Artikel Menarik lainnya :