Fisiologi Hewan

Posted by Sanjaya Yasin 4 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I
PENDAHULUAN Fisiologi Hewan


A. Latar Belakang

    Fisiologi hewan merupakan salah satu mata kuliyah yang harus ditempuh oleh fakultas biologi untuk bisa mengikuti ke jenjang yang lebih tinggi. Konsep yang terkandung dalam ilmu Biologi tidak hanya mengandalkan kemampuan atau daya .harapan dari seorang mahasiswa, tetapi juga harus mampu erlogika dan menganalisis
suatu permasalahan yang timbul baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam ruang lingkup perkuliahan, yang jika hanya mengandalkan konsep hapalan maka suatu permasalahan atau persoalan yang terjadi sulit terselesaikan. 

    Selain hal di atas, ilmu biologi umumnya memerlukan ketekunan dalam mencoba menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi, sehingga memudahkan kita untuk memecahkan persoalan yang lain. Ilmu Biologi merupakan salah satu cabang IPA yang membahas atau membicarakan semua tentang mahluk hidup di seluruh jagad raya ini. Hal ini berarti ilmu Biologi atau membicarakan cakupan yang sangat luas dan dapat kita analisis dari segala yang ada di dunia ini. 

    Dalam praktikum fisiologi hewan yang mencakup tentang “ Pengaruh Suhu Tubuh, Denyut Nadi (Pulpus) pada arteri Radiasi, Fungsi Bagaimana Otak pada Katak, dan Akasi Integrasif Susunan Safat Pusat refleks Pada Katak” Merupakan sebagian kosnep dasar dari materi biologis seluruhnya, hal ini menandakan betapa luasnya pembahasan yang terkandung oleh ilmu Biologi.


B. Tujuan

Tujuan dari peraktikum ini adalah sebagai berikut:

  • Menambah wawasan dan memberikan gambaran atau penjelasan tentang teori yang dudapatkan pada mata kuliyah Fisiologi hewan
  • Untuk membuktikan teori serta penjelasan  kebenarannya 
  • Meningkatkan pembahasan mahasiswa tentang konsep-konsep dalam fisiologi hewan sehingga mampu menciptakan calonn pendidik yang berkuwalitas.

 

BAB II


ACARA I

Pengaruh Suhu Keliling Terhadap Suhu Tubuh

Tujuan

  • Mengukur denyut nadi (pulsus) pada arteri radialis
  • Menghitung cardiac output (Co)

Landasan Teori

Berbicara tentang fisiologi, yang penting dan pokok adalah homeostasis. Homeostasis adalah kondisi lingkukan internal tubuh yang reletif konstan pada batasan-batasan. Agar sel-sel tubuh mampu bertahan untuk tetap hidup, maka komposisi caoran yang mengelilinginya harus terpelihara dengan tepat sepanjang waktu. Cairan diluar sel-sel jaringan disebut interseluler, cairan interstitial atau cairan jaringan. EFC di dalam pembuluh darah disebut plasma. Caoran di dalam seil disebut intraseluler fluid (IFC).

Suatu organisme dikatakan berbeda dalam homeostasis apabila lingkungan internalnya.

  1. Berisi gas, Nutrien, ion dan ari dalam keadaan optimum
  2. Mempunyai suhu optimum 
  3. Mempunyai tekanan optimum untuk kondisi sehat sel.

Bila homeostasis terganggu bisa berakibat untuk terjadinya sakit. Bila cairan tubuh tidak berada dalam kesetimbangan, maka bisa terjadi kematian.

Suhu Tubuh dan Regulasi Panas Tubuh
  • Suhu tubuh
Berdasarkan atas kemampuan mengatur suhu tubuh, maka organisme dapat dikelompokkan menjadi dua golongan besar:

  • Poikiletherm (berdarah dingin)
Pada hewan-hewan poikilotherm suhutubuhnya tergantung suhu sekelilingnya, misalnya golongan ikan, amphibi, reptilia dan Avertebrata.

  • Homiotherm (berdarah panas)
Pada organisme homiotehrm suhu badannya dapat dipertahankan konsan pada batas-batas norma yang tertentu. Perubahan suhu disekelilinginya yang berpengaruh, tetapi relatif kecil. Hal ini disebabkan karena pada organisme tersebut mempunyai pusat pengatur pembuatan panas dan kehilangan panas. Orgnaisme yang termasuk golongan ini adalah Aves dan Mahalia.

Regulasi Panas Tubuh

Secara normal, suhu tubuh mengalami lonjakan harian tidak lebih dari 20F. Sedangkan dalam keadaan sakit, variasinya dapat mencapai beberapa derajat.

  • Produksi panas
Panas dihasilkan dari oxidasi atau katabolisme karena Otot-otot dan kelanjar (terutama hatui) merupakan jaringan paling aktif dan melakukan oxidasi lebih banyak sehingga menghasilkan panas lebih banyak.

  • Kehilangan panas
Ada beberapa cara hilangnya panas tubuh yaitu, dari kulit, panas yang hilang dari kulit karena radias, konduksi, dan penguapan keringat. Kira-kira 80% dari semua panas yang hilang dari tubuh melalui kilit.

a.    Radiasi

Radiasi adalah pemindahan panas dari pemindahan suatu obyek kepada obyek lain tanpa persaingan antara kedua obyek tersebu. Panas beriadsi permukaann tubuh keobyek yang berdekatan yang suhu lebih dingin dari pada kulit dan radiasi dan radiasi pada kulit dari objek yang lebih panas dari kulit.

b.    Konduksi

Konduksi adalah pemindahan panas kepada setiap substansi yang benar-benar bersinggungan dengan tubuh. Proses ini menyebabkan suatu jumlah panas yang hilang relatif kecil bila dibandingkan pada rediaso atau penguapan.

c.    Penguapan air

Penguapan air adalah cara sangat penting berhubungan dengan hilangnya panas dari kulit. Kelembaban atmosfer cukup menghambat penguapan sehingga berkurang pengaruh pendinginan yang terjadi darinya, artinya derajat suhu yang sama terasa lebih panas pada keadaan lembab dari pada keadaan kering.


Alat dan Bahan

Alat :            
-    Jam           
-    Stoterkop
-    Barometer
-    Tabel


Bahan :
-    Kelinci

Untuk lebih lengkap makalahnya Fisiologi Hewan silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!

Artikel Menarik lainnya :