Dasar-Dasar dan Tujuan Serta Ruang Lingkup Pendidikan Administrasi

Posted by Sanjaya Yasin 0 komentar

Ditulis oleh : Sanjaya Yasin

BAB I 
PENDAHULUAN
Dasar-Dasar dan Tujuan Serta Ruang Lingkup Pendidikan Administrasi


Untuk dapat memahami administrasi pendidikan secara keseluruhan maka perlu terlebih dahulu membahas titik awal pengertian tersebut, yaitu administrasi. Pengertian administrasi ini akan merupakan tumpuan pemahaman administrasi seutuhnya.


Kini administrasi itu telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga administrasi ini mempunyai pengertian atau konotasi yang luas secara garis besarnya pengertian itu antara lain sebagai berikut:
  1. Mempunyai pengertian sama dengan manajemen.
  2. Menyuruh orang agar bekerja secara produktif.
  3. Memanfaatkan manusia, material, uang, metode secara terpadu.
  4. Mencapai suatu tujuan melalui orang lain.
  5. Fungsi eksekutif pemerintah.

Administrasi adalah upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan orang-orang dalam suatu pola kerjasama, efektif dalam arti hasil yang dicapai upaya itu sama denga tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efisien berhubungan dengan penggunaan sumber dana, daya dan waktu yang ekonomis. Selain manusia dan tujuan, administrasi sangat memperdulikan keadaan sumber. Sumber adalah segala hal yang membantu tercapainya tujuan baik berupa tenaga material, uang, ataupun waktu.

Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa pada dasarnya yang menjadi perhatian administrasi adalah tujuan, manusia, sumber , dan juga waktu. Kalau keempat unsur tersebut digabungkan dan dilihat dari bentuk perilakunya, maka akan menampakkan dirinya sebagai suatu satuan sosial tertentu, yang sering disebut organisasi.



BAB II 
PEMBAHASAN
Dasar-Dasar dan Tujuan Serta Ruang Lingkup Pendidikan Administrasi

2.1 Dasar-Dasar Administrasi
Administrasi akan berhasil baik apabila didasarkan atas dasar- dasar yang tepat. Dasar diartikan sebagai suatu yang fundamental yang dapat dipergunakan sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam kehidupan bermasyarakat.

Berikut ini akan dipaparkan beberapa dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam tugasnya.terdapat banyak dasar administrasi,antara lain:

a. Prinsip efisiensi 
Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga dana dan fasilitas yang ada.

b. Prinsip pengelolaan 
Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui oarang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengontrol.

c. Prinsip pengutamaan tugas pengeloaan 
Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama, seseorang administrasi cenderung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. Administrator harus mampu menghindari kecendurangan negatif ini, sebab bila ia terlalu sibuk dengan tugas-tugas operatif, maka pekerjaan pokoknya yaitu pengelolaan akan terbengkalai.

d. Prinsip kepemimpinan yang efektif 
Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila dia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif, yakni yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia, dengan pelaksanaan tugas dan dimensi situasi (sikon yang ada).

e. Prinsip kerjasama
Seseorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama di antara orang-orang yang terlibat, baik secara horisontal maupun secara vertikal.



Administrasi pendidikan semakin lama dirasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid. Yang terlibat langsung dalam pendidikan itu. Oleh karena itu, apabila administrasi pendidikan ini semakin baik bahwa semakin baik pula tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik. 

Karena sekolah merupakan sub sistem pendidikan nasional, maka tujuan administrasi pendidikan di Indonesia yang dilaksanakan di sekolah juga bersumber dari tujuan pendidikan nasional. Di samping itu tujuan administrasi pendidikan di Indonesia juga menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasioan tersebut.
Secara singkat, administrasi pendidikan di sekolah bertujuan menciptakan situasi yang memungkinkan anak mempunyai pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutkan pelajaran, mempunyai suatu kecakapan dan keterampilan khusus untuk dapat hidup sendiri dan dalam masyarakat, serta mempunyai sikap hidup sebagian manusia Pancasila dengan pengabdian untuk pembangunan masyarakat Pancasila Indonesia.

Adapun tugas administrasi, tepatnya administrasi pendidikan mengupayakan agar tujuan penididkan dapat tercapai. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
  1. Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan, menyeleksi, menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dapat dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal.
  2. Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga, sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga.
  3. Memilih, menyeleksi, menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan, kegiatan, dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  4. Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau, memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem.
  5. Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah berlaku, mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya.


Ruang Lingkup Administrasi

Bidang-bidang yang mencangkup dalam administrasi pendidikan sangat banyak tapi yang lebih penting diketahui adalah sebagai berikut:
a. Bidang tata usaha sekolah meliputi:
  1. Organisasi dan struktur pegawai tata usaha
  2. Anggaran belanja keuangan sekolah
  3. Masalah kepegawaian dan personalia sekolah
  4. Keuangan dan pembukuan
  5. Korespondensi/surat-menyurat

Masalah pengangkatan, pemindahan, penempatan, laporan, pengisian buku induk, raport dan sebagainya.

b. Bidang personalia murid meliputi:
  1. Organisasi murid
  2. Masalah kesehatan murid
  3. Masalah kesejahteraan murid
  4. Evaluasi kemajuan murid
  5. Bimbingan dan penyuluhan.


c. Bidang personalia meliputi:
  1. Pengangkatan dan penempatan guru
  2. Organisasi personel guru
  3. Masalah kepegawaian
  4. Masalah kondite dan evaluasi kemajuan diri
  5. Refreshing dan up-grading guru-guru


d. Bidang pengawasan (supervisi) meliputi:
  1. Usaha membangkitkan semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaliknya.
  2. Mengusahakan dan mengembangkan kerjasama yang baik antara guru, murid, dan pegawai tata usaha sekolah.
  3. Mengusahakan dan membuat pedoman cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran.
  4. Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru pada umumnya.


e. Bidang pelaksanaan dan pembinaan kurikulum meliputi:
  1. Berpedoman dan mengetrapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran.
  2. Melaksanakan organisasi kurikulum beserta metode-metodenya, disesuaikan dengan pembaruan pendidikan dan lingkup masyarakat.



BAB III 
PENUTUP
Dasar-Dasar dan Tujuan Serta Ruang Lingkup Pendidikan Administrasi


Simpulan

Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus di penuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat berkembang sejalan denga aspirasi (cita-cita) unutk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka.

Pendidikan bagi bangsa yang sedang membangun seperti bangsa Indonesia saat ini merupakan kebutuhan mutlak yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntutan pembangunan secara tahap demi tahap. Pendidikan yang dikelola dengan tertib, teratur, efektif dan efisien (berdaya guna dan berhasil guna) akan mampu mempercepat jalannya proses pembudayaan bangsa yang berdasarkan pokok pada penciptaan kesejahteraan umum dan pencerdasan kehidupan bangsa kita, sesuai dengan tujuan nasional seperti tercantum dalam alinea IV, pembukaan UUD 1945.

Oleh karena pelaksanaan pendidikan tidak mungkin lepas dari faktor psikologis manusia, disamping faktor lingkungan sekitar, maka proses kependidikan perlu, bahkan wajib berpegang pada petunjuk-petunjuk dari para ahli psikologi terutama psikologi pendidikan dan perkembangan, termasuk psikologi agama. Tanpa petunjuk psikologi, proses kependidikan tidak mengena pada sasarannya secara tepat guna.

Pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling penting dalam pembangunan nasional, dijadikan andalan utama untuk berfungsi semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, dimana iman dan taqwa kepada Tuhan YME menjadi sumber motivasi kehidupan segala bidang.


Daftar Pustaka

Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung: 2005

Daryanto, Drs. H.M. Administrasi Pendidikan, Rekaka Cipta: 2001

Nawawi, DR. Hadari. Administrasi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 1997




Artikel Menarik lainnya :